Unwira
Minimnya Minat Masyarakat Rote-Ndao Bermain Sasandu
Jumlah responden untuk masing-masing kategori responden adalah 110 orang dan total responden untuk keseluruhan kategori sebanyak 440 orang.
Semua responden juga menyatakan suka mendengar bunyi musik Sasandu. Pada aspek peminat bermain musik Sasandu, responden kategori remaja, orang tua, aparat desa dan pegiat musik, yang menyatakan ingin tahu bermain musik Sasandu berturut-turut adalah 43,63 persen, 16,35 persen, 25,45 persen dan 83,63 persen.
Kategori responden tersebut, yang menyatakan pernah mencoba berlatih main musik Sasandu berturut-turut yakni 14,54 persen, 5,45 persen, 5,45 persen dan 21,81 persen.
Secara keseluruhan, responden yang menyatakan pernah mencoba berlatih bermain musik Sasandu sebanyak 11,81 persen. Rata-rata responden dari kalangan remaja mengemukakan bahwa mereka ingin berlatih main musik Sasandu namun terkendala oleh dua hal yaitu alat musik Sasandu mahal dan sulit memperoleh pelatih.
Diskusi tim peneliti bersama Kepala Bidang Kebudayaan Kabupaten Rote Ndao, Nyongki Ferdianus Ndoeloe di ruang kerjanya, diperoleh pula informasi bahwa orang Rote Ndao yang bisa bermain musik Sasandu hanya orang-orang khusus saja atau yang memiliki bakat alami.
Diakuinya, minat orang Rote untuk bermain musik Sasandu tergolong rendah, yang menurutnya berada di bawah 20 persen.
Baca juga: PKM Unwira Kupang Susun Peta Desa Penfui Timur Berbasis Sistem Informasi Geografis
Hal itu terlihat dari banyaknya peserta bermain musik Sasandu dari kalangan pelajar dalam event festival Rote Malole yang diselenggarakan oleh pihaknya. Belum banyak pelajar yang terlibat dalam pementasan bermain musik Sasandu.
Minimnya peminat bermain musik Sasandu ini, menurut Nyongki, disebabkan karena ada anggapan di tengah masyarakat bahwa bermain alat musik Sasandu tidak berdampak secara ekonomi, sebab alat musik ini hanya dimainkan pada saat-saat tertentu saja atau pada moment-moment yang bersifat insidental.
Meskipun begitu, pihaknya tetap berusaha untuk menumbuhkan minat generasi muda Rote Ndao, untuk mempunyai minat yang tinggi berlatih dan dapat bermain alat musik khas dari wilayah Indonesia Selatan ini.
Pegiat musik Sasandu Rote Ndao, Esau Nale di desa Oenitas Kecamatan Rote Barat, serta Susan Lily, (alumnus mahasiswa program Studi Pendidikan Musik Unwira Kupang) yang berdomisili di desa Daifadin Kecamatan Rote Tengah, juga mengemukakan bahwa minat bermain musik Sasandu dalam kalangan masyarakat Rote-Ndao tergolong kurang menggembirakan.
Hal itu terlihat dari banyaknya orang (remaja maupun orang dewasa) yang datang berlatih main Sasandu di sanggar berlatih musik Sasandu yang mereka dirikan dan bina.
Menanggapi kondisi tersebut, tim peneliti yang terdiri dari Katharina Kojaing, Stanislaus Sanga Tolan, Melkior Kian, Patricia Petrawati Saptono; Maria Marchindy Efliemsu Panir dan Petrus Nahak berencana akan melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yakni menggelar kursus bermain Sasandu.
Pelaksanaan kursus tersebut, para pemain Sasandu gong atau Sasandu biola yang telah ada di setiap kecamatan, akan diminta sebagai narasumber untuk menjadi pelatih dalam kursus tersebut di kecamatannya atau desa masing-masing, baik, baik kursus langsung maupun pembuatan video tutorial bermain musik Sasandu. (Tim Peneliti Unwira)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
Yayasan Pendidikan Katolik Arnoldus Tetapkan Pater Dr. Stefanus Lio Sebagai Rektor Terpilih Unwira |
![]() |
---|
Universitas Katolik Widya Mandira Kupang Lakukan Pemeriksaan Kesehatan Gratis |
![]() |
---|
Mahasiswa KKN FEB Unwira Sosialisasikan Bahaya Judi Online dan Investasi Ilegal di Desa Naukae |
![]() |
---|
308 Mahasiswa FEB Unwira KKN di Timor Tengah Selatan |
![]() |
---|
Rayakan Dies Natalis ke 40, Prodi Ilmu Pemerintahan Unwira Kupang Gelar Misa Syukur |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.