Pilkada Rote Ndao

Debat Kedua Pilkada Rote Ndao, Vico-Bima Siapkan Ronda 24 dari Aplikasi Super

Calon bupati, Vico Amalo mengatakan untuk melayani masyarakat harus menggunakan hati dan terpenting adalah melayani bukan dilayani masyarakat. 

Penulis: Mario Giovani Teti | Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/MARIO TETI
Paslon Bupati dan Wakil Bupati Rote Ndao nomor urut 2, Vico Amalo dan Bima Fanggidae. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Mario Giovani Teti

POS-KUPANG.COM, BA'A - Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Rote Ndao, Vicoas Trisula Bhakti Amalo-Bima Theodorianus Fanggidae (Paket Lontar Malole) menyiapkan jurus jitu dengan nama Ronda 24 untuk meningkatkan pelayanan publik dan menyelesaikan permalasahan sosial kemasyarakatan di Kabupaten Rote Ndao.

Hal ini disampaikan keduanya saat mempertajam visi misi mereka dalam debat publik kedua di Graha Narwastu, Desa Sanggaoen, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao. Sabtu, 26 Oktober 2024.

Calon bupati, Vico Amalo mengatakan untuk melayani masyarakat harus menggunakan hati dan terpenting adalah melayani bukan dilayani masyarakat. 

"Orang Rote bilang kalau ada pagar bebak yang rubuh kita perbaiki sama-sama, bukan kita cari salah siapa. Harus bergotong royong, bukan Pemda saja, tetapi semua stakeholder yang ada, tokoh agama dan tokoh masyarakat," tutur Vico.

Jika terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Rote Ndao, dikatakan Vico, dirinya bersama Bima Fanggidae akan melakukan reformasi birokrasi dan peningkatan tata layanan pemerintahan.

"Kita siapkan program Ronda 24 (Rote Ndao 24) artinya pemerintah siap melayani masyarakat 24 jam, pemerintah harus ada saat masyarakat butuh," lugas Vico.

"Sistem ini yang kita pakai, semua masyarakat bisa memberi masukan, komplain dan gagasan mereka. Semua harus terlibat dalam pembangunan daerah, mulai dari perencanaan, pengembangan sampai implementasinya," lanjut dia.

Kemudian, calon wakil bupati, Bima Fanggidae menjelaskan, dirinya dan calon bupati hadir untuk berjuang menjadi pelayan masyarakat.

Bima mengaku, banyak masalah krusial yang dihadapi Rote Ndao saat ini. Contohnya, kelangkaan BBM, kemiskinan, pendidikan yang kurang dan banyak hal lagi yang perlu diperbaiki ke depan.

"Paket Lontar Malole punya program untuk membenahi permasalahan ini seperti Ronda 24. Kita akan menerapkan super aplikasi seperti e-government, e- billing, e-budgeting, kita tingkatkan program ini untuk pelayanan birokrasi bagi masyarakat," ujar Bima.

Baca juga: Debat Kedua, Paul-Apremoi Tawarkan Strategi Rote Ndao Amanah untuk Birokrasi yang Profesional

Tentu selain itu, dikatakannya, untuk meningkatkan pelayanan publik, Paket Lontar Malole akan melakukan perbaikan fasilitas-fasilitas kesehatan, penambahan tenaga medis. 

"Untuk kelangkaan BBM kita akan melakukan pengadaan jober sebagai depot BBM. Ini perhatian serius kami, karena kami merasakan beratnya membeli BBM dengan harga yang cukup tinggi," tutur Bima.

Beberapa tahun lalu, diungkapkannya, hanya satu SPBU dan BBM tidak langkah, sekarang sudah ada empat SPBU, tetapi BBM masih mengalami kelangkaan.

"Salahnya di mana, nanti kita cari tahu sama-sama. Tentunya kita harus memiliki pemerintahan yang bersih dan profesional. Lembaga eksekutif dan legislatif harus bekerjasama dalam menyelesaikan persoalan ini," tutup Bima. (rio)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved