Pilgub NTT

Cawagub NTT Jane Natalia Suryanto Sebut Paket Ansy-Jane Buka Program LAPOR KAKA

Program ini dimaksudkan untuk memberi kesempatan kepada masyarakat umumnya, juga aparatur sipil negara (ASN) untuk menyampaikan persoalan

Penulis: Edi Hayong | Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/MICHAELLA UZURASI
Koordinator panelis, Dr. Rudi Rohi menyerahkan pertanyaan hasil rumusan kepada Ketua KPU NTT, Jemris Fointuna. 

POS-KUPANG.COM, KUPANG- Calon Wakil Gubernur NTT atau Cawagub NTT, Jane Natalia Suryanto mengungkapkan, apabila dirinya dan Calon Gubernur NTT, Ansy Lema dipercayakan memimpin NTT maka mereka telah menyiapkan program yang namanya LAPOR KAKA.

Program ini dimaksudkan untuk memberi kesempatan kepada masyarakat umumnya, juga aparatur sipil negara (ASN) untuk menyampaikan persoalan.

Pola inipun telah dilakukan ketika dipercayakan menjadi anggota tim di DKI Jakarta ketika mendampingi kepemimpinan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Hal ini diungkapkan Jane menjawabi pertanyaan terkait pendalaman Visi-Misi Gubernur dan Wagub NTT dalam debat perdana, Rabu 23 Oktober 2024.

Jane Natalia Suryanto menegaskan, alasan utama kenapa indeks demografi di NTT rendah karena ini karena rendahnya partisipasi masyarakat NTT.

Dirinya menilai bahwa NTT dikenal sebagai provinsi yang bertoleran tetapi yang terjadi tingkat partisipasi sangat rendah karena apa yang disampaikan tidak didengar oleh pemimpin.

"Makanya kalau kami dipercayakan memimpin NTT ini maka kami terapkan program LAPOR KAKA. Ini maksudnya supaya  membuka seluas-luasnya kepada warga untuk menyampaikan persoalan. Pola ini kami sudah lakukan bersama Kaka Ansi ketika mendampingi pak Ahok di DKI Jakarta," kata Jane.

Jane mengatakan, selain itu mereka pun akan menerapkan pola jemput bola untuk mendapatkan laporan dan persoalan dari masyarakat sehingga diselesaikan secara cepat oleh pemerintah.

"Kami juga akan terapkan program musrenbang yakni musrenbang kaum ibu, musrenbang petani, musrenbang nelayan, musrenbang ASN supaya kita rencanakan bersama-sama," tegasnya.

Debat publik pertama yang digelar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu, 23/10/2024 menghadirkan tiga panelis. 

Tiga panelis tersebut adalah Dr. Rudi Rohi, S.H., M.Si, staf pengajar Prodi Politik dan Demokrasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang. 

Panelis berikutnya adalah Dr. Laurensius P. Sayrani, M.PA, Koordinator Prodi Doktor Administrasi Publik, FISIP Undana Kupang. 

Juga Dr. Detji K. E. R. Nuban, S.H., M.Hum, Koordinator Pusat Studi Hak Asasi Manusia, Gender, Anak dan Kependudukan LPPM Undana. (*)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved