Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Senin 21 Oktober 2024, "Waspada Terhadap Ketamakan"
Dan ketika menamatkan pendidikan di STM jumlah uang yang disimpan sebanyak dua juta. Uang itu dipakai untuk perjalanan pulang kampung.
Suara Pagi
Bersama
Pastor John Lewar SVD
Biara Soverdi St. Yosef Freinademetz
STM Nenuk Atambua Timor
Senin, 21 Oktober 2024
Hari Biasa Pekan XXIX
Lectio: Efesus 2:1-10; Mazmur 100:2.3.4.5; Lukas 12:13-21
Waspada terhadap Ketamakan
Meditatio:
Ada seorang siswa STM Nenuk Atambua Timor, terbilang anak yang hemat uang saku. Dia berasal dari seberang pulau. Selama mengenyam pendidikan di STM, dia bisa menghemat uang jajan.
Dia tidak pernah pulang kampung lebih senang tinggal di asrama. Simpanan uang sakunya di pembina sebanyak Rp 500.000 tapi hampir tidak pernah digunakan bahkan kalau ada kiriman uang dari orangtuanya selalu disimpannya.
Dan ketika menamatkan pendidikan di STM jumlah uang yang disimpan sebanyak dua juta. Uang itu dipakai untuk perjalanan pulang kampung.
Hebat hemat sekali. Dia telah berlatih ugahari. Lawan kata ugahari adalah ketamakan. Bicara soal ketamakan, tak jarang
dijumpai bahwa hubungan kekeluargaan retak karena antar saudara saling berebut harta warisan orangtuanya. Yang satu merasa berhak memiliki sawah warisan orangtua yang lebih luas. Tetapi yang lain juga merasa lebih berhak.
Bahkan ada adik tega membunuh kakaknya. Si adik merasa diperlakukan secara tidak adil karena hewan di kandang yang dipercayakan orangtua kepadanya untuk menjaga dan memelihara, diambil begitu saja oleh sang kakak untuk urusan adat dan terakhir adat perkawinan anaknya.
Daripada hanya menjadi hamba dalam keluarga, lebih baik masuk penjara dan makan enak. Sang kakak dibunuh dan si
adik setelah kejadian itu menyerahkan diri di pihak keamanan setempat.
Ketamakan akan harta seringkali menjadi penyebab retak atau pecahnya sebuah keluarga besar. Betapa ironis ketika sebuah warisan yang ditinggalkan orangtua seharusnya disyukuri dan menjadi perekat keluarga, tetapi malah menjadi sumber pertikaian yang tidak jarang sampai berujung maut. Di sana ada ketamakan seseorang atas harta kekayaan.
Penginjil Lukas pada hari ini mengisahkan ajaran Tuhan Yesus tentang kekayaan. Tuhan Yesus menasihati, “Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu.”
Tuhan Yesus memberikan cara pandang yang benar terhadap harta kekayaan. Harta kekayaan sebagai sarana untuk mengabdi Tuhan dan mencintai sesama/saudara. Orang harus bijak terhadap harta kekayaan.
Jangan sampai orang menjadi tamak dan diperbudak oleh harta kekayaan. Orang harus hati-hati terhadap sikap tamak, karena ketamakan adalah salah satu dosa pokok. Dosa pokok adalah dosa yang bisa menyebabkan dosa-dosa yang lain.
Ketamakan (bahasa Latin: avaritia) adalah keinginan tak terkendali atas materi atau harta duniawi. Dalam Kitab Suci tertulis bahwa orang yang tamak tidak pernah memiliki uang yang cukup dan tidak pernah penghasilannya terpuaskan (Pengkhotbah 5:9). Santo Paulus mengatakan bahwa cinta akan uang adalah akar segala kejahatan dan menyebabkan seseorang dapat menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya sendiri (1 Tim 6:10). Hal ini mau menegaskan betapa seriusnya dosa pokok ketamakan ini.
Kita seringkali tergiur akan harta dan mengira bahwa itu akan mampu membuat kita bahagia. Kita lupa bahwa pada hakekatnya apapun yang kita punya bukanlah milik kita sendiri. Tetapi Tuhanlah sesungguhnya
Sang Pemilik segala sesuatu di muka bumi ini. Kita bisa belajar dari sikap Ayub atas harta kekayaan. Sekaya apapun kita, apalah gunanya jika kita malah kehilangan kesempatan untuk memasuki kehidupan kekal bersama Bapa di Surga? Bisakah kita menyuap Tuhan dengan harta kekayaan kita di dunia ini, meski sebanyak apapun? Tidak. Justru kita akan kehilangan segala kesempatan untuk selamat jika kita terus menghamba kepada harta kekayaan.
Harta yang ditimbun sendiri untuk kepentingan pribadi hanyalah akan sia-sia. Menolong sesama, memakai harta kita untuk memuliakan Tuhan lewat menyatakan kasih kepada orang lain, itulah yang sebenarnya harus kita lakukan. Itulah yang bisa membuat jiwa kita damai dan bahagia.
Missio:
Kita mengembangkan sikap rela berbagi rejeki dan memperlakukan sesama dengan adil.
Doa:
Tuhan Yesus, kami manusia lemah dan mudah jatuh dalam sikap serakah. Bantulah kami untuk saling berbagi rejeki dengan tulus, berlaku adil dan rela berkorban demi kesejahteraan sesama. Salam Maria....1 kali.
Sahabatku yang terkasih. Selamat Hari Senin. Salam doa dan berkatku untukmu dan keluarga di mana saja berada: Bapa dan Putera dan Roh Kudus...Amin. (*)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
Renungan Harian Katolik
Pastor John Lewar SVD
Suara Pagi
Biara Soverdi St. Yosef Freinademetz
POS-KUPANG.COM
| Renungan Harian Katolik Senin 20 April 2026, "Menabung Kebaikan" |
|
|---|
| Renungan Harian Katolik Senin 20 April 2026, "Hendaklah Kamu Percaya" |
|
|---|
| Renungan Harian Katolik Senin 20 April 2026, Motivasi Utama Cari Yesus: Peroleh Kebenaran |
|
|---|
| Renungan Harian Katolik Minggu 19 April 2026: Kembali kepada Gembala |
|
|---|
| Renungan Harian Katolik Minggu 19 April 2026, 'Kleopas dan Dinamika Kehidupan Kita' |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/John-Lewar-SVD.jpg)