Banjir Rob Terjang Ende
Warga Paupanda Ende Selatan: Setiap Musim Pilkada Pasti Terjadi Banjir Rob
Menurut pengakuan warga RT.009/RW.005, Kelurahan Paupanda, Kecamatan Ende Selatan, kejadian banjir rob sering terjadi namun kerap bertepatan dengan
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Albert Aquinaldo
POS-KUPANG.COM, ENDE - Banjir rob atau banjir yang terjadi di tepi pantai karena permukaan air laut yang lebih tinggi daripada bibir pantai atau daratan di pesisir pantai kembali menghantam ratusan rumah di wilayah pesisir Kecamatan Ende Selatan, Kabupaten Ende, sejak Kamis, 17 Oktober 2024 dini hari pukul 01.00 WITA.
Menurut pengakuan warga RT.009/RW.005, Kelurahan Paupanda, Kecamatan Ende Selatan, kejadian banjir rob sering terjadi namun kerap bertepatan dengan momentum Pilkada.
Dikatakan, pada Pilkada tahun 2013 dan 2018 juga banjir rob menghantam rumah-rumah warga di wilayah itu. Banjir rob juga kembali menghantam ratusan rumah warga di wilayah Kelurahan Paupanda dan Rukun Lima ditengah kemeriahan pesta demokrasi.
Hal itu diakui Fitriani, salah satu warga RT.009/RW 005, Kelurahan Paupanda.
"Tahun 2013 pas Pilkada, tahun 2018 juga pas Pilkada, tahun ini juga bertepatan dengan Pilkada," ujar Fitriani.
Meski demikian, lanjut dia, hingga siang ini belum ada satupun pasangan calon bupati dan wakil bupati Ende pada Pilkada 2024 yang turun ke lokasi kejadian dan melihat langsung kondisi warga di tenda-tenda darurat.
Sejauh ini baru satu calon Wakil Gubernur NTT yang sudah turun ke lokasi dan melihat langsung kondisi warga.
Beberapa warga lain mengaku, kejadian banjir rob di wilayah Ende Selatan kerap terjadi setiap tahun.
"Banjir rob ini sering terjadi pada setiap musim barat dan musim tenggara, kalau yang sekarang musim barat," ungkap Lasa Sala, salah satu warga Paupanda yang terdampak banjir rob.
Pantauan POS-KUPANG.COM di wilayah RT.006/RW.003, Kelurahan Paupanda, sebanyak tiga buah rumah rusak parah. Dinding rumah yang sebagian besar terbuat dari seng tak bisa menahan hantaman banjir rob.
Bahkan, material pasir dan bebatuan di pinggir pantai juga dibawah banjir rob hingga masuk ke dalam rumah. Menurut penuturan warga, kondisi ini sering terjadi setiap tahun.
Banjir rob bahkan menggenangi rumah-rumah warga. Selain tiga rumah yang terdampak paling parah, ratusan rumah di wilayah pesisir dua kelurahan di wilayah Kecamatan Ende Selatan itu digenangi banjir rob.
Akibatnya, ratusan warga baik di Kelurahan Paupanda maupun Rukun Lima terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman. Ada yang mengungsi ke rumah-rumah warga yang tidak terdampak banjir rob di bagian atas jalan, ada yang terpaksa membangun tenda-tenda darurat di pinggir jalan.
Diantara ratusan pengungsi, ada anak-anak dan juga lansia. (*)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
| Banjir Rob di Paupanda Ende, 26 Unit Rumah Rusak Berat dan 331 Orang Mengungsi |
|
|---|
| Warga Tidur di Tenda Darurat, BPBD Ende Masih Tunggu Laporan dari Lurah Paupanda |
|
|---|
| Terdampak Banjir Rob, Ratusan Warga Dua Kelurahan di Ende Selatan Mengungsi |
|
|---|
| BREAKING NEWS: Banjir Rob Hantam Ratusan Rumah di Paupanda Ende, Tiga Rumah Rusak Parah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Banjir-rob-menghantam-ratusan-rumah-di-wilayah-pesisir-Kecamatan-Ende-Selatan-Kabupaten-Ende.jpg)