Berita Sikka
65 KK di Tuabao Sikka Krisis Air Bersih, Penjabat: Pemkab Harus Salurkan Air Bendungan Napun Gete
jalur pipa untuk distribusi air tidak melewati wilayah Desa Tuabao namun langsung menuju ke Desa Nebe, Kecamatan Talibura.
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Arnold Welianto
POS-KUPANG.COM, MAUMERE - 65 Kepala Keluarga di Dusun Denak, Desa Tuabao, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, NTT mengalami kesulitan air minum bersih untuk dikonsumsi.
Krisis air bersih ini ternyata dialami warga sebelum dibangunya Bendungan Napun Gete yang terletak di Desa Ilin Medo, Kecamatan Waiblama, namun hingga saat ini warga masih mengalami nasib serupa.
Penjabat Desa Tuabao Efensius Endi sangat mengharapkan kepada pemerintah Kabupaten Sikka agar segera menyalurkan air yang ditampung dari Bendungan Napun Gete untuk warga terdampak krisis air bersih di Kabupaten Sikka salah satunya di Dusun Denak.
Kata dia, awal pembangunan Bendungan Napun Gete itu, warga setempat sudah menghibahkan lahan, tanaman demi mendapatkan pasokan air minum bersih.
Baca juga: Theodorus Gigit Jari, Tomat Wuliwutik Sikka Membusuk dan Kering
"Kalau memang air di Bendungan Napun Gete untuk penyaluran air di wilayah Kabupaten Sikka, kita di Desa Tuabao sangat mengharapkan itu karena kita juga sudah berkontribusi dalam arti, hibah tanaman dan lahan untuk pembangunan itu, kita juga turut andil saat pembangunan Bendungan Napun Gete,"ujarnya Jumat 11 Oktober 2024.
Dikatakannya, menurut informasi, jalur pipa untuk distribusi air tidak melewati wilayah Desa Tuabao namun langsung menuju ke Desa Nebe, Kecamatan Talibura.
"Menurut informasi sampai dengan kemarin, air lewat itu sabelah jalur, ikut kali bendungan itu, keluar ke Nebe lalu salurkan ke Maumere, jadi kita ini tidak dapat bagian memang dari jalur distribusi air ini, mereka survei tidak ke jalur Tuabao"katanya.
Hingga saat ini, Warga di Desa Tuabao menggunakan air dari salah satu mata air di wilayah itu namun debit airnya sudah menurun karena dilanda musim kemarau sehingga warga menggunakan air dari desa tetangga yakni Desa Ilin Medo.
Sementara itu, warga di Dusun Denak, Desa Tuabao terpaksa harus mengambil air minum bersih dengan berjalan kaki sejauh 3 kilometer.
Pejabat Desa Tuabao mengaku, kondisi warga yang mengalami krisis air bersih ini sudah di laporkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sikka.(*)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.