Berita Ende
Pelabuhan Ende Sempat Hilang dari Peta, Djafar Ahmad Ungkap Fakta Mengejutkan
anggota DPRD Kabupaten Ende selama tiga periode, menegaskan dirinya sangat memahami kondisi ekonomi daerah.
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Albert Aquinaldo
POS-KUPANG.COM, ENDE – Mantan Bupati Ende, Djafar Ahmad, mengungkap fakta mengejutkan tentang hilangnya Pelabuhan Ende dari peta kawasan pelabuhan Indonesia Timur.
Dalam pertemuan dengan warga Kelurahan Mautapaga, Kecamatan Ende Timur, Senin, 7 Oktober 2024 sore, Djafar membeberkan kondisi pelabuhan yang telah tak tercatat selama hampir lima tahun, menimbulkan ancaman serius terhadap perekonomian daerah.
"Pelabuhan Ende sudah hilang dari peta pelabuhan selama hampir delapan tahun. Jika pelabuhan tidak hidup, maka ekonomi juga mati. Ende bisa jadi kota tua atau kota pensiun," tegas Djafar, calon Bupati Ende nomor urut 1 yang berpasangan dengan Yustinus Sani.
Pernyataan ini menggugah kesadaran masyarakat akan pentingnya pelabuhan sebagai penggerak utama ekonomi daerah.
Baca juga: Jadwal Kapal Pelni KM Awu 8-31 Oktober 2024, Besok Bima-Waingapu, Kupang-Surabaya 2Kali Lewat Ende
Djafar juga membandingkan perkembangan pesat kota-kota besar di Pulau Jawa yang memiliki pelabuhan utama, di mana ekonomi dan industri berkembang pesat.
"Kita sekarang di bawah Regional 3 Surabaya, sementara daerah seperti Banyuwangi, Lombok, dan Kupang sudah setara dengan kita. Namun, dengan adanya kapal Roro, Pelabuhan Ende mulai kembali hidup," tambahnya dengan nada optimis.
Dengan semangat membangun kembali Pelabuhan Ende, pasangan Djafar-Sani mengusung tagline "Lanjutkan", berkomitmen menyambungkan akses transportasi laut dari Ende ke seluruh wilayah Indonesia.
Selain pelabuhan, Djafar juga telah berhasil menghadirkan beberapa armada kapal yang menjadi tumpuan utama bagi kebangkitan ekonomi maritim di Ende.
Sementara itu, Yustinus Sani, yang pernah menjadi anggota DPRD Kabupaten Ende selama tiga periode, menegaskan dirinya sangat memahami kondisi ekonomi daerah.
"Saya tahu betul isi perut keuangan daerah ini. Jika kita ingin melanjutkan, mari bersama membangun desa, menata kota, dan memperkuat ekonomi masyarakat sehingga Ende menjadi hebat," ujar Yustinus dalam orasi politiknya.
Selain pelabuhan, infrastruktur jalan menjadi fokus utama Djafar-Sani, dengan rencana melanjutkan perbaikan jalan yang rusak sepanjang 121 ribu km dari total 802 ribu km yang sudah dibangun.
"Ini yang rusak-rusak ini kita perbaiki hingga jadi baik," janji Yustinus dengan penuh keyakinan.
Djafar juga dikenal dengan inovasi di bidang pendidikan, di mana ia mendatangkan profesor untuk mengajarkan metode belajar matematika yang lebih efektif dengan sistem gasing, kini diterapkan di SD di Kabupaten Ende.
Di sektor kesehatan, pasangan ini berjanji akan menempatkan satu dokter di setiap kecamatan untuk meningkatkan layanan kesehatan masyarakat.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.