Prakiraan Cuaca
BMKG Ingatkan Manggarai Raya Waspada Hujan Lebat Minggu 29 September 2024, Cuaca NTT Hari Ini
BMKG ingatkan Manggarai Raya Waspada Hujan Lebat Minggu 29 September 2024, Cuaca NTT Hari Ini
Penulis: Adiana Ahmad | Editor: Adiana Ahmad
“Untuk wilayah yang berpotensi mengalami risiko bencana banjir dan tanah longsor, diharapkan agar pemerintah daerah dan instansi terkait dapat lebih optimal untuk mengedukasi masyarakat tentang cara menghadapi risiko bencana yang berpotensi terjadi selama musim penghujan serta pentingnya memperhatikan peringatan dini,” ujarnya
Dia menambahkan, Pemda dan sektor terkait dapat menjadikan informasi predisksi musim hujan 2024/2025 yang dikeluarkan BMKG sebagai acuan untuk menyusun aksi dalam menekan bencana hidrometeorologi.
“Masyaarakat juga perlu menjaga lingkungan guna menghindari penyakit yang rawan terjadi saat musim penghujan yaitu demam berdarah,” pungkasnya.
Baca juga: 5 Perairan NTT Ini Berisiko bagi Pelayaran Hari Ini, BMKG Sebut Gelombang Tinggi Capai 2,5 Meter
Sementara itu,, Plt Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Joaz Bily Oemboe Wanda mengatakan, fenomena iklim El Nino sebelumnya cukup panjang yang berdampak perubahan iklim dan mempengaruhi produksi dan aktivitas pertanian.
”Tentu ini berpengaruh kepada produksi pertanian. Di sisi lain juga kekurangan air yang tersedia untuk menanam tanaman yang cocok," kata dia.
Dia menyebut, dengan antisipasi informasi dari BMKG dapat disampaikan kepada petani terkait kondisi dan edukasi untuk bisa mempersiapkan secara dini terkait kondisi El Nino dan El Nina.
Dia menambahkan, penyuluh dan petugas pertanian juga bergerak bersama mempersiapkan benih bermutu dan berkualitas untuk persiapan menjelang musim hujan.
Selain itu, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTT, Cornelis Wadu pihaknya sudah menyampaikan kepada masyarakat agar bisa menangani kekeringan dengan keterbatasan yang ada.
"Kami difasikitasi 3 titik sumur bor setiap Kabupaten, minus Kota Kupang untuk mengatasi kekeringan yang mana curah hujan itu rendah," kata Cornelis.
Dia menyebut, setiap Kabupaten diberikan 3 titik sumur bor dengan pendanaan sebesar Rp 400 juta sampai Rp 700 juta per titik.
"Saat ini kami sedang berproses untuk antisipasi mengatasi wilayah kekeringan dan konsep bagi masyarakat tani agar masyarakat tidak mengeluh dengan air yang terbatas," bebernya. (*).
Ikuti berita POS-KUPANG.com di GOOGLE NEWS
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Kali-waigete-yang-yang-terletak-di-desa-Kloangpopot-meluap.jpg)