Cerpen
Cerpen: Mama Tidak Mengerti
Aster Bili Bora,sastrawan tinggal di Tambolaka, Sumba Barat Daya, NTT, menulis cerita pendek (cerpen) berjudul Mama Tidak Mengerti.
Oleh Aster Bili Bora
POS-KUPANG.COM - Kabika ingin mati cepat. Tidak ada guna hidup di dunia. Sia-sia belaka! Damri celaka, meli benu moro! Rumus apa lagi, dan mau pakai apa lagi? Handphone sudah ada. Motor sudah ada. Bingung belum selesai juga. Apa harus dibelikan pesawat?
Waktu Doko masih SMA, Kabika satu kali berdebat ramai dengan kepala sekolah, disaksikan guru dan siswa. Kabika menilai, bahwa sekolah merusak masa depan Doko, anak laki-laki satu-satunya yang dipersiapkan jadi bupati.
“Doko tidak pernah alpa, aneh dibilang sudah satu bulan tidak masuk.”
Kepala sekolah menanggapi pernyataan Kabika dengan sedikit bergaya.
“Ya, jangan tanya saya.., tanya Doko, hhhhh!”
Ketika pulang, Kabika menyorot Doko.
“Bilang sudah satu bulan tidak masuk?”
“Siapa bilang?”
“Kepala sekolah.”
Doko tertunduk, diam. Mama lanjut menyanyi.
“Gila amat, pakai seragam SMA tapaleuk tidak tahu arah. Kurang apa?”
“Mama tidak mengerti!”
“Stop, jangan aneh-aneh! Beras mahal, mama muntah darah kerja!”
“Suruh beli HP kamera, bilang tidak penting! Bagaimana bisa kerja tugas?”
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Doa-saat-hendak-melahirkan_04.jpg)