Minggu, 19 April 2026

Amerika Serikat

Kamala Harris Kritik Sikap Rivalnya Donald Trump Terhadap Presiden Zelensky 

Kamala Harris menyebut sikap Donald Trump terlalu keras terhadap Ukraina dan cenderung menyerah kepada Rusia. 

|
Editor: Dion DB Putra
DOK
Wakil Presiden Amerika Serikat Kamala Harris. 

POS-KUPANG.COM, WASHINGTON DC - Calon presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Kamala Harris kritik sikap rivalnya dalam pemilihan presiden AS, Donald Trump, terhadap Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky. 

Kamala Harris menyebut sikap Donald Trump terlalu keras terhadap Ukraina dan cenderung menyerah kepada Rusia

Kamala Harris yang juga Wakil Presiden AS memberi jaminan kepada Presiden Volodymyr Zelensky bahwa ia dapat mengandalkan dukungannya. 

Dilansir dari Al Jazeera, selama di AS, Presiden Zelensky juga bertemu dengan Presiden Joe Biden untuk mempresentasikan rencana kemenangannya dalam perang melawan Rusia. 

Meski tidak hadir, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky berbicara secara virtual untuk KTT G20 di Bali, Selasa 15 November 2022.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky . (TANGKAPAN LAYAR)

Gedung Putih telah mengumumkan paket bantuan militer baru senilai hampir 8 miliar dollar AS untuk Kyiv yang sedang berjuang di medan perang pada tahun ketiga invasi Moskwa. 

Kunjungan Presiden Zelensky telah dibayangi oleh perselisihan dengan kandidat presiden dari Partai Republik, Donald Trump.

Trump menggarisbawahi bagaimana pemilihan umum AS pada bulan November 2024 dapat menjungkirbalikkan dukungan yang diterima Ukraina dari pendukung terbesarnya. 

Kamala Harris tidak menyebut nama Donald Trump, tetapi mengatakan bahwa ada beberapa pihak yang akan memaksa Ukraina untuk menyerahkan sebagian besar wilayah kedaulatannya dan menuntut Ukraina bersikap netral. 

“Proposal-proposal ini sama dengan proposal yang diajukan oleh (Presiden Vladimir) Putin. Dan mari kita perjelas, itu bukan proposal untuk perdamaian. Sebaliknya, itu adalah proposal untuk menyerah,” kata Kamala Harris dengan Presiden Zelensky di sisinya. 

Dalam pertemuan terpisah di Ruang Oval dengan Zelensky, Presiden AS Joe Biden berjanji bahwa Rusia tidak akan menang dalam perang yang dilancarkannya sejak Februari 2022. 

“Ukraina akan menang, dan kami akan terus mendukung Anda di setiap langkah,” kata Joe Biden setelah berterima kasih kepadanya karena telah mempresentasikan apa yang disebut sebagai rencana kemenangan. 

Mengenakan pakaian khas militernya, Zelensky menjawab bahwa negaranya sangat menghargai hal itu. 

"Ukraina dan Amerika telah berdiri berdampingan," ujarnya. Zelensky berusaha untuk mendapatkan dukungan untuk upaya perangnya saat Biden mencoba untuk mengunci bantuan untuk Ukraina, menjelang pemilihan umum AS pada tanggal 5 November 2024. 

Joe Biden menjanjikan bantuan militer senilai hampir 8 miliar dollar AS pada Kamis (26/9/2024), termasuk 5,5 miliar dollar AS yang akan disahkan sebelum habis masa berlakunya pada akhir tahun fiskal AS. 

Joe Biden mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa peningkatan bantuan keamanan untuk Ukraina akan membantu Ukraina memenangi perang. 

Presiden Joe Biden juga mengumumkan bahwa Washington akan memberikan Ukraina amunisi jarak jauh Joint Standoff Weapon dan mengadakan pertemuan tingkat tinggi dengan para sekutu di Jerman pada bulan Oktober. 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com berjudul Kamala Harris Kecam Sikap Keras Trump pada Zelensky

 

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved