Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Minggu 22 September 2024, "Hendaklah Ia Menjadi yang Terakhir"
Umat kristiani kemudian membaca nas ini sebagai nubuat tentang sengsara, wafat, dan kebangkitan Kristus. Tetapi peristiwa semacam itu masih terjadi
Oleh: RP Leo Kleden SVD
Hari Minggu Biasa 25
Keb 2: 12. 17-20
Yak 3: 16 - 4: 3
Mrk 9: 30 - 37
"Barangsiapa ingin menjadi yang terdahulu, hendaklah ia menjadi yang terakhir dan menjadi pelayan semuanya"
1. Kitab Kebijaksanaan
(2: 12.17-20) melukiskan persekongkolan orang-orang jahat menentang orang baik:
"Marilah kita menghadang orang baik, sebab bagi kita ia menjadi gangguan serta menentang pekerjaan kita."
"Jika orang yang benar itu anak Allah, niscaya Ia akan menolong dia ".
"Hendaklah kita menjatuhkan hukuman mati yang keji terhadapnya, sebab menurut katanya ia pasti mendapat pertolongan."
Umat kristiani kemudian membaca nas ini sebagai nubuat tentang sengsara, wafat, dan kebangkitan Kristus. Tetapi peristiwa semacam itu masih terjadi hari ini, khususnya dalam ajang percaturan politik di tanah air. Kita saksikan: Orang-orang serakah yang haus kuasa dan harta berusaha dengan segala cara mau menghacurkan orang-orang jujur yang berjuang demi kepentingan umum.
2. Hawa nafsu dan keserakahan inilah yang dikecam dengan keras sekali oleh Rasul Yakobus dalam Bacaan Kedua.
3. Warta Injil Mrk 9: 30-37:
* Sesudah peristiwa transfigurasi di Gunung Tabor, untuk kedua kalinya Yesus berbicara tentang sengsara, wafat dan kebangkitan-Nya.
Tetapi murid-murid belum mengerti bahwa Almasih harus menempuh jalan sengsara & pengurbanan diri untuk mengalahkan kejahatan manusia dalam belaskasih-Nya. Dan melalui jalan itulah Ia mencapai kemuliaan-Nya.
4. Tetapi sedang Yesus berbicara tentang sengsara yang akan ditanggung-Nya, murid-murid justru bertikai karena ambisi pribadi dan mempertengkarkan "siapa yang terbesar di antara mereka".
5. Yesus menegur mereka dan berkata: "Jika seseorang ingin menjadi yang terdahulu, hendaklah dia menjadi yang terakhir dan menjadi pelayan dari semuanya. "
•Yesus sendiri telah memberikan teladan pelayanan itu sepanjang hidup-Nya sampai mengurbankan nyawa di kayu Salib.
6. Sesudah menegur murid-murid-Nya itu, Yesus menempatkan seorang anak kecil di tengah mereka sebagai wakil dari semua orang kecil yang harus mereka layani dan berkata: "Barangsiapa menerima seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menerima Aku".
"Dan barangsiapa menerima Aku, sebenarnya bukan Aku yang mereka terima, melainkan Dia yang mengutus Aku."
* Tuhan memperhitungkan pelayanan kita terhadap orang kecil, miskin, hina dina, dan terpinggirkan, sebagai sembah bakti kita kepada-Nya •
"Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku" (Mat 25: 40).
6. DOA:
+ Tuhan, lindungilah bangsa kami dari persekongkolan jahat orang-orang serakah yang hendak merusak negeri ini, agar kami semua boleh mengabdi Engkau dalam damai sejahtera.
Tuntunlah kami murid-murid-Mu zaman ini untuk melayani sesama dengan rendah hati, khususnya orang-orang kecil, miskin dan hina dina yang paling Engkau sayangi.
Semua ini kami mohon dengan pengantaraan Kristus Tuhan + Amin
Salam kasih, doa dan persembahan Ekaristi untukmu semua,
Renungan Harian Katolik Minggu 31 Agustus 2025: Lupa diri dan Hormat yang Sejati |
![]() |
---|
Renungan Harian Katolik Sabtu 30 Agustus 2025, "Baik dan Setia" |
![]() |
---|
Renungan Harian Katolik Sabtu 30 Agustus 2025, "Setia dengan Perkara Kecil" |
![]() |
---|
Renungan Harian Katolik Sabtu 30 Agustus 2025, "Optimis Dalam Hidup: Sukses Ada di Tanganmu" |
![]() |
---|
Renungan Harian Katolik Jumat 29 Agustus 2025, "Kenapa Dendam Tetap Tersimpan di Hati?" |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.