Pilgub NTT

Tokoh Manggarai Timur Apresiasi Ansy Lema

Yoseph Tote menilai langkah Ansy untuk datang secara langsung di Mbaru Gendang Mokel (rumah adat) sebagai langkah yang tepat.

Editor: Ryan Nong
Pos Kupang/Robert Ropo
Mantan Bupati Manggarai Timur, Drs. Yoseph Tote, MSi 

POS-KUPANG.COM, BORONG - Tokoh Manggarai, Yoseph Tote mengapresiasi langkah Yohanes Fransiskus Lema atau Ansy Lema pada Pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada Serentak 2024. 

Yoseph Tote yang merupakan mantan Bupati Manggarai Timur itu bahkan mengisyaratkan dukungan penuh untuk politisi yang lantang bersuara di Senayan dalam Pilgub NTT 2024. 

Dukungan itu disampaikan Yoseph Tote yang hadir saat penyelenggaran ritual adat 'Selek' bagi calon gubernur NTT yang diusung PDI Perjuangan, Hanura, PBB dan Partai Buruh di kampung halaman isterinya, yaitu Mukun, Kecamatan Kota Komba Utara, Kabupaten Manggarai Timur.

Yoseph Tote menilai langkah Ansy untuk datang secara langsung di Mbaru Gendang Mokel (rumah adat) sebagai langkah yang tepat.

"Sudah benar kehadiran Anak Ansy di sini. Itu artinya Anak Ansy mengawali langkahnya dengan meminta restu leluhur dan keluarga besar. Selanjutnya adalah tanggung jawab kami untuk menjawab dengan dukungan bulat dari seluruh keluarga besar," 'ujar Yoseph Tote.

Adapun sebagai pria yang mempersunting putri Manggarai, Maria Immaculata Inge Nioty, Politisi PDI Perjuangan itu menyadari statusnya sebagai 'anak wina' atau keluarga laki-laki pemberi belis.

Karena itu, dalam budaya Manggarai langkahnya untuk bertarung di Pilgub NTT 2024 perlu mendapat restu 'anak rona' atau keluarga mempelai wanita atau pihak penerima belis.

Rituan Selek

Ansy Lema bersama Inge, wanita yang dinikahi pada 2007 silam, mendatangi kampung asal sang istri pada 17 September 2024. 

"Kami merasa sangat terhormat didatangi ‘koa momang’ (menantu tersayang) yang mau datang jauh-jauh dari Jakarta, menempuh perjalanan panjang dan berliku untuk menemui kami. Restu leluhur dan keluarga besar akan menyertai langkahmu," ujar Gerardus, tongka (juru bicara) keluarga anak rona dalam penerimaan secara adat di Mbaru Gendang (rumah adat) Mokel dalam rilis yang diterima POS-KUPANG.COM, Jumat 20 September 2024.

Restu itu ditunjukkan melalui penyelenggaran ritual adat 'Selek' yaitu upacara adat penyiapan seseorang untuk maju ke jenjang kepemimpinan tertentu.

Upacara Selek berpuncak pada pengenaan pakaian dan atribut adat Manggarai kepada Ansy dan Inge. Secara berurutan keduanya dipakaikan kain songke Manggarai serta songkok (peci) dan selendang songke Manggarai. 

Saat upacara Selek digelar hujan mulai turun. Gerardus memaknai turunnya hujan itu sebagai wujud berkat Tuhan Yang Maha Esa (Mori agu Ngaran) dan tuntunan leluhur (Wura) atas langkah Ansy.

"Sudah tiga bulan kampung kami tidak turun hujan. Dan, hari ini hujan turun untuk pertama kalinya saat acara berlangsung. Kamu datang hari ini membawa rahmat. Kamu akan pulang juga dengan mendapat rahmat,"ujar Geratis. 

Penerimaan hangat dan meriah itu tak urung menimbulkan rasa haru pada diri Ansy dan istri. Inge bahkan sampai meneteskan air mata menyaksikan dan merasakan dukungan keluarga besarnya pada sang suami.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved