Renungan Harian Kristen
Renungan Harian Kristen Jumat 20 September 2024, Sabar Menanggung Beban
Tetapi perhatikanlah dengan saksama. Bukan sebuah kebetulan Yusuf menjadi hamba di rumah Potifar. Ia seorang kepala pengawal raja, Firaun.
POS-KUPANG.COM. KUPANG - Renungan Harian Kristen Jumat 20 September 2024, Sabar Menanggung Beban, merujuk pada KITAB KEJADIAN 39:19-23.
Artikel ini dikutip dari buku Renungan Harian Suluh Injil yang diterbitkan Gereja Masehi Injili di Timor ( GMIT ).
POS-KUPANG.COM telah mendapat izin dari anggota Tim Penulis Komunitas Suluh Injil edisi September 2024.
Tema Pelayanan GMIT Bulan September 2024, yakni “Hidup Kudus Bagi TUHAN dan Sesama”.
Simak selengkapnya Renungan Harian Kristen berikut ini:
Roda kehidupan Yusuf belum berhenti berputar. Saat Tuhan mengangkat hidupnya dengan menjadikannya kepala pengurus rumah tangga Potifar, hidup Yusuf membaik.
Tetapi hanya sesaat, tuduhan palsu sang istri majikan, mengantar Yusuf harus ada di dalam penjara. Roda kehidupan kembali berputar ke bawah.
Tetapi perhatikanlah dengan saksama. Bukan sebuah kebetulan Yusuf menjadi hamba di rumah Potifar. Ia seorang kepala pengawal raja, Firaun.
Tuduhan palsu sang istri Potifar membawa Yusuf semakin dekat ke istana Firaun; ia dipenjarakan bersama para tahanan raja.
Yusuf tidak membela diri terhadap tuduhan palsu istri Potifar. Ia menerima hukuman berdasarkan tuduhan kejahatan yang tidak pernah dibuatnya.
Baca juga: Renungan Harian Kristen Kamis 19 September 2024, Tanggung Jawab Mengelola Roda Kehidupan
Walaupun keadaan Yusuf terus berubah, tetapi kasih dan setia Tuhan atasnya tidak berubah. Di dalam penjara, ia kembali lagi mendapatkan kepercayaan dari kepala penjara untuk menjadi pengelola rumah tahanan.
Bagaimana caranya sehingga Yusuf bisa memiliki karakter yang menjadikannya selalu mudah dipercaya oleh para pembesar? Yusuf sangat memahami keadaannya, ia tahu persis Tuhan sedang merancang kehidupannya menuju ke masa depan yang baik.
Perasaan berduka mungkin ia rasakan, tetapi perasaan itu membawa dia semakin dekat kepada Tuhan, sebagaimana Tuhan membiarkan ia ada di dalam penjara untuk membawa dia semakin dekat ke istana sesuai rancangan-Nya.
LANGKAH IMAN.
Yusuf menjalani hari demi hari dengan segala dinamika naik dan turun lembah dalam kesabaran. Yusuf mendapatkan kekuatan untuk bertahan dan ia mampu bergerak melampaui batas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/tanggung-jawab.jpg)