Tokoh NTT
Profil Tokoh NTT, Arsyad asal Pota Manggarai Raih Kalpataru 2023 Penyelamat Komodo Langka
Keseharian Arsyad adalah bekerja sebagai petugas loket dan penjaga kebersihan di objek wisata yang berada di wilayah Kelurahan Pota.
POS-KUPANG.COM- Sosok Arsyad pria asal Pota, Kabupaten Manggarai Provinsi NTT tentu tidak semua orang mengenalnya.
Arsyad adalah seorang tenaga harian lepas (THL) dari Dinas Pariwisata Kabupaten Manggarai Timur.
Keseharian Arsyad adalah bekerja sebagai petugas loket dan penjaga kebersihan di objek wisata yang berada di wilayah Kelurahan Pota.
Dilansir dari Kanal Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Arsyad melakukan kegiatan penyelamatan Satwa Komodo Flores.
Pekerjaan ini dilakukan berangkat dari keprihatinan beliau atas persepsi masyarakat terhadap Biawak Komodo Flores yang dianggap sebagai hama karena menyerang ternak warga.
Kegiatan yang dilakukan Arsyad sejak tahun 2006 dengan biaya sendiri bahkan sampai hutang bank.
Akhirnya membuahkan hasil berupa perubahan persepsi dan perilaku masyarakat terhadap eksistensi Biawak Komodo Flores.
Baca juga: Profil Tokoh NTT, Ephy Sosok yang Merantau dari NTT ke Jakarta Niat Cari Kerja Malah Jadi Artis
Bukan hanya itu saja, kecintaan beliau terhadap jenis satwa ini diwujudkan juga dengan mendirikan Pusat Informasi Komodo yang dibangun di areal halaman rumahnya.
Melalui pusat informasi ini Arsyad banyak memberikan edukasi ke publik tentang Biawak Komodo Flores dan pentingnya menjaga kelestarian jenis satwa Komodo ini.
Tamu yang datang ke pusat informasi ini berasal dari berbagai kalangan, antara lain; masyarakat lokal, kaum pelajar dan akademisi, ilmuwan, turis domestik maupun asing.
Selain melakukan kegiatan penyelamatan fauna yang hampir punah, Arsyad juga melakukan kegiatan konservasi mangrove di kawasan pesisir Pota.
Pada tahun 1992 gempa kuat di Maumere berdampak hingga ke Pota. Beliau melakukan penanaman mangrove di pesisir Pota dan sekitarnya, untuk mengurangi dampak bencana terulang kembali.
Ketika peristiwa itu terjadi memberikan dampak terhadap lingkungan serta mengganggu stabilitas perekonomian masyarakat.
Selain bertugas menjaga lingkungan di beberapa lokasi obyek wisata di Kelurahan Pota dan sekitarnya, Arsyad juga pernah didapuk sebagai penyuluh sanitasi.
Baca juga: Profil Tokoh NTT Alex Ofong, dari Dunia Jurnalistik Kini Menjadi Garam dan Terang di DPRD NTT
Atas dasar inisiatif sendiri beliau mempelopori pembuatan sarpras WC di rumah warga sambil mengedukasi masyarakat tentang pola hidup sehat dan bersih.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.