Kunjungan Paus Fransiskus
Paus Fransiskus Ingatkan Umat Katolik Timor Leste tentang Pentingnya Ukuran Kecil
Paus Fransiskus memuji semangat pemuda dan anak-anak di negara termuda di Asia ini sebagai 'anugerah Tuhan yang sangat besar'
Misa Paus Yohanes Paulus II, yang diadakan pada masa pendudukan, diakhiri dengan aksi lempar kursi kecil antara demonstran anti-pemerintah dan petugas polisi. Mendiang Paus tidak terluka.
Kunjungan Paus Fransiskus, yang diadakan pada peringatan 25 tahun pemungutan suara kemerdekaan, terkadang lebih mirip pesta besar.
Massa berkumpul berkilo-kilometer di jalan-jalan sekitar Dili sepanjang 10 September untuk mengikuti acara Paus, yang juga mencakup pertemuan dengan para uskup Katolik di katedral dan kunjungan dengan anak-anak penyandang disabilitas di sekolah Katolik setempat.
Paus berusia 87 tahun itu, yang menggunakan kursi roda karena sakit lutut dan punggung, sering berputar di dekat garis tali di luar acaranya.
Orang-orang berkumpul di sekelilingnya, menyentuh tangannya, mencium cincin kepausan peraknya, atau menawarkan tais, syal tenun tradisional, untuk dikenakannya. Penari dengan hiasan kepala berbulu juga memainkan gendang kecil.
Misa tersebut, yang merupakan acara kepausan terbesar sejak kunjungan Paus Fransiskus ke Portugal pada tahun 2023 untuk festival Hari Pemuda Sedunia Gereja Katolik, menampilkan pembacaan dalam bahasa Portugis, Tetum, dan lima bahasa lokal lainnya.
Paus Fransiskus mengunjungi Timor Leste hingga 11 September sebagai bagian dari tur yang juga mencakup singgah di Indonesia dan Papua Nugini. Dia melakukan perjalanan selanjutnya ke Singapura, sebelum kembali ke Roma pada 13 September 2024.
(ucanews.com/straitstimes.com/reuters)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.