Minggu, 19 April 2026

Lewotobi Erupsi

Abu Vulkanik Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki Mengarah ke Labuan Bajo

Abu vulkanik ini terpantau di area yang diarsir dengan poligon merah pada peta cuaca BMKG inasiam. (Maumere, Nagekeo, dan sebagian Ende).

Penulis: Engelbertus Aprianus | Editor: Eflin Rote
KOMPAS.COM/SIGIRANUS MARUTHO BERE
Bandara Komodo di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Berto Kalu

POS-KUPANG.COM, LABUAN BAJO - Abu vulkanik erupsi Gunung Lewotobi disebut terus bergerak ke arah barat termasuk Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Meski begitu aktivitas penerbangan di Bandara Komodo masih berjalan normal.

Kepala Stasiun Meteorologi Komodo Maria Patricia Christin Seran menjelaskan, berdasarkan berita SIGMET (Significant Meteorological Information) yang dikeluarkan BMKG Meteorologi Penerbangan, Senin 9 September 2024, abu vulkanik erupsi Gunung Lewotobi terdeteksi bergerak ke arah barat dengan kecepatan 15 knot.

Abu vulkanik ini terpantau di area yang diarsir dengan poligon merah pada peta cuaca BMKG inasiam. (Maumere, Nagekeo, dan sebagian Ende).

"Meskipun sebaran abu vulkanik dari Gunung Lewotobi terpantau di berbagai area dengan pergerakan yang diprakirakan menuju barat, Bandara Soa Bajawa tidak atau belum mengalami dampak dari abu vulkanik. Begitu juga dengan Bandara Frans Sales Lega Ruteng dan Bandara Komodo Labuan Bajo," jelasnya, Senin 9 September 2024.

BMKG, lanjut dia, akan terus memantau perkembangan situasi dan memberikan informasi terkini untuk memastikan keselamatan penerbangan di wilayah yang terdampak.

Abu vulkanik dapat menimbulkan risiko serius bagi keselamatan penerbangan dengan merusak mesin pesawat, mengurangi visibilitas, dan memengaruhi sistem navigasi. Informasi yang akurat tentang sebaran dan pergerakan abu memungkinkan pilot untuk menghindari area terdampak, melindungi mesin dari kerusakan, serta mematuhi regulasi keselamatan internasional.

"Selain itu pelaporan ini membantu pengendali lalu lintas udara dalam merencanakan rute penerbangan yang aman dan mengatur lalu lintas udara dengan efektif, memastikan keselamatan dan efisiensi operasional penerbangan," jelasnya.

Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Komodo, Ceppy Triono mengatakan aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Komodo Labuan Bajo masih normal.

Abu vulkanik erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur tak berdampak pada aktivitas penerbangan di bandara tersebut.

Baca juga: Sempat Berhenti Dampak Erupsi Gunung Lewotobi Penerbangan Bandara Soa Bajawa Kembali Beroperasi

"Untuk Bandara Komodo masih tetap operasional seperti biasa karena dampak erupsi tidak sampai ke daerah sekitar Bandara Komodo," kata Ceppy.

Ceppy mengatakan pihaknya intens berkomunikasi dengan Airnav, BMKG serta stakeholder terkait memastikan keamanan dan keselamatan penerbangan. Sementara untuk penerbangan dari Labuan Bajo ke Ende, Maumere, dan Bajawa menunggu perkembangan di masing-masing bandara.

"Untuk penerbangan ke daerah Flores lainnya masih menunggu perkembangan keadaan daerah bandara masing-masing," pungkasnya. (*)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved