Pilkada Sumba Barat
Gagal Maju Pilkada Sumba Barat Daya, Begini Komentar Aleks Rangga Pija
suara hati yang tulus ikhlas untuk mendapatkan pemimpin Sumba Barat Daya yang membawa perubahan kemajuan lebih baik ke depan.
Penulis: Petrus Piter | Editor: Rosalina Woso
Laporan Reporter POS-KUPANG COM, Petrus Piter
POS-KUPANG.COM, TAMBOLAKA - Aleks Rangga Pija, S.H, M Pd, salah satu kader potensial Sumba Barat Daya yang digadang menjadi bakal calon Sumba Barat Daya tahun 2024 menegaskan dirinya gagal menjadi calon bupati Sumba Barat Daya periode 2024-2029.
Alasannya mungkin bukan kader partai politik, bukan pengurus partai politik atau mungkin juga dipandang sebagai pengkianat sehingga belum mendapat kepercayaan partai politik untuk maju bertarung pada pemilukada Sumba Barat Daya tahun 2024 ini.
Partai politik lebih mengutamakan kader daripada non kader partai politik. Pengalaman itu, ia peroleh selama berproses untuk mendapatkan restu dari pimpinan partai politik termasuk memanfaatkan ruang parpol non seat paskah keputusan Mahkamah Konstitusi RI.
Walau demikian, ia mengaku tidak kecewa dan menerima keadaan itu serta menjadikannya sebagai sebuah pengalaman politik yang menarik untuk menatap masa depan politik lebih baik.
Karena itu, untuk sementara waktu Kepala Sekolah SMK Pancasila Tambolaka, Sumba Barat Daya itu memilih cooling down dulu.
Baca juga: Pelaku UMKM Sumba Barat Daya Minta Pemkab Gelar Event Pasarkan Produk Lokal
Meski demikian, ia menyatakan tidak akan mendukung pemimpin mempunya beban masa lalu dan memilih pemimpin mempunyai beban masa depan. Baginya, hal itu adalah ungkapan suara hati yang tulus ikhlas untuk mendapatkan pemimpin Sumba Barat Daya yang membawa perubahan kemajuan lebih baik ke depan.
Demikian keterangan pers Aleks Rangga Pija, S H M.Pd kepada wartawan di kediamannya di Radamata, Tambolaka, Sumba Barat Daya, Kamis, 5 September 2024 siang.
Lebih lanjut, Aleks mengatakan sangat memahami dinamika politik yang terjadi selama hampir sebulan lebih berproses untuk mendapatkan pintu partai politik mulai daerah ini, tingkat propinsi hingga pusat.
Meskipun gagal, ia mengaku tetap enjoy dengan proses yang terjadi dan tetap membangun komunikasi baik dengan semua partai politik. Sebagai seorang politiisi, tidak mengenal kata menyesal atau kecewa tetapi justru menjadikannya sebagai pengalaman berharga pemicu meraih sebuah impian besar ke depan.
Aleks juga mengaku selama ini dan sampai saat ini masih memiliki hubungan sangat baik dengan tiga pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati yang siap maju bertarung pada pemilukada Sumba Barat Daya tahun 2024.
Hubungan baik itu bukan baru terbangun selama proses pemilukada tetapi sudah terbangun jauh sebelumnya baik sebagai sahabat, teman, rekan kerja dan sebagai keluarga.
Tiga pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati tersebut adalah Ratu Ngadu Bonu Wulla, S.T-Dominikus A.Rangga Kaka, S.P, Fransiskus Marthin Adilalo, S.Sos-Jeremia Tanggu, S Sos dan Agustinus Tamo Mbapa, S.Sos, M.Si-Dr.Soleman Lende Dapa.
Menjawab pertanyaan wartawan soal arah dukungan dari ketiga paket itu, ia menegaskan, untuk sementara waktu memilih cooling down dulu.
Meski demikian, ia mengaku tetap membuka diri kepada siapa saja termasuk ketiga pasangan calon itu untuk datang berkomunikasi. Soal hasilnya tergantung kesepahaman dan kesepakatan bersama untuk saling bekerjasama membawa sebuah kesuksesan bersama pula.
Mengakhiri keterangannya ia menghimbau seluruh masyarakat untuk menjaga suasana kondusif demi mendukung penyelenggaraan pemilukada Sumba Barat Daya tahun 2024 yang lancar dan damai.(*)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.