Minggu, 19 April 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Rabu 4 September 2024, “Untuk itulah Aku Diutus” 

Maka kita tidak menjadi fokus pada tugas utama kita tetapi tergiur dengan hal lain dan melupakan Tuhan.

Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/HO
Bruder Pio Hayon SVD menulis Renungan Harian Katolik Rabu 4 September 2024, “Untuk itulah Aku Diutus”  

Oleh: Bruder Pio Hayon, SVD

POS-KUPANG.COM - Renungan Harian Katolik Rabu 4 September 2024,  “Untuk itulah Aku Diutus” 

Hari Rabu Biasa Pekan XXII

Rabu, 4 September2024.

Bacaan I:1Kor. 3:1-9

Injil: Lukas 4:38-44                                                                

Saudari/a yang terkasih dalam Kristus

Salam damai sejahtera untuk kita semua.Tugas perutusan adalah satu tugas khusus yang diberikan Tuhan kepada setiap orang yang dibaptis. Tugas kenabian berkat pembaptisan itu tak bisa dielakan tapi sudah menjadi bagian dari tugas utama kita sebagai orang yang dibaptis baik dengan perkataan dan terlebih lagi dengan perbuatan kasih kepada orang lain. Dan kita diutus oleh Tuhan dan kita menjadi utusanNya untuk mewartakan kabar sukacita Tuhan. 

Saudari/a yang terkasih dalam Kristus

Hari ini kita memasuki hari ketiga dalam pekan biasa ke XXII ini. Kita kembali disegarkan dari Paulus yang mengajarkan kepada kita tentang bangunan manusia rohani dan duniawi. Paulus menekankan aspek pewartaan yang telah dilakukannya selama menjadi pelayan sabda. Dan dalam pelayanan itu, Paulus membedakan manusia lama sebelum mengenal Yesus Kristus itu sebagai manusia duniawi yang masih dikuasai oleh daging seperti iri hati, sombong, dengki dan perselisihan dan lain-lain.

Semua ini menunjukkan betapa kita masih sangat dipenuhi oleh manusia duniawi yang mempengaruhi kita untuk hanya mengikuti keinginan daging kita dari pada kehendak Tuhan. Maka kita tidak menjadi fokus pada tugas utama kita tetapi tergiur dengan hal lain dan melupakan  Tuhan.

Yesus dalam injil hari ini menekankan aspek ini untuk menjadi perhatian kita sebagai orang yang  telah diutus untuk tugas pewartaan Tuhan. Yesus dalam injil hari ini dikisahkan menyembuhkan Ibu mertua Simon Petrus. Dan ketika sudah disembuhkan, ada banyak orang datang dan membawa kerabat yang sakit untuk disembuhkan Yesus. Dan Yesus menyembuhkan semua mereka. Yesus melakukan penyembuhan itu sampai malam hari. Keesokan harinya Yesus dikisahkan pergi ke suatu tempat yang sunyi.

Namun banyak orang masih saja mencari Yesus dan berusaha untuk menahan Dia dan tak meninggalkan mereka tapi Yesus menjawab mereka: “Juga di kota-kota lain Aku harus mewartakan Injil Allah sebab untuk itulah Aku diutus.” Pola Yesus itu dalam pewartaan adalah Aksi-Kontemplasi-Aksi lagi.

Yesus selalu mencari tempat yang sunyi  untuk berdoa dan mendengarkan kehendak  Bapa dalam tugasNya. Membangun lagi relasi dengan Bapa setelah tugas pelayanan dan pewartaanNya. Kadangkala pelayanan yang terlalu banyak dan menyibukkan dapat membuat seorang pelayan Tuhan kehilangan fokus terhadap misi yang diembannya.

Pelayanan hanya dilihat sebagai kesuksesan dan popularitas pribadi, bahkan untuk kepuasan diri semata-mata. Akibatnya, pelayanan tidak lagi dilakukan untuk tugas yang sesungguhnya. Hanya dengan selalu menyegarkan diri kembali pada panggilan dan misi yang Allah berikan, maka pelayanan yang dilakukan akan tetap terfokus pada pemberitaan firman-Nya.Yesus tetap menyadari bahwa fokus misi-Nya bukan hanya menjadi pengkhotbah dan pekerja mukjizat saja.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved