Berita NTT
Nilai Tukar Petani NTT Naik 0,19 Persen pada Agustus 2024
NTP Nusa Tenggara Timur sebesar 100,22 dengan NTP masing-masing subsektor tercatat sebesar 98,55 untuk subsektor tanaman padi-palawija
Penulis: Elisabeth Eklesia Mei | Editor: Eflin Rote
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Eklesia Mei
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi NTT meningkat atau mengalami kenaikan sebesar 0,19 persen pada bulan Agustus jika dibandingkan dengan NTP Juli 2024.
Demikian disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) NTT, Matamira B Kale di Aula Kantor BPS NTT, Senin 2 September 2024.
Matamira menyebut, Nilai Tukar Petani (NTP) bulan Agustus 2024 didasarkan pada perhitungan NTP dengan tahun dasar 2018 (2018=100). Yang mana, penghitungan NTP ini mencakup 5 subsektor, yaitu subsektor padi dan palawija, hortikultura, tanaman perkebunan rakyat, peternakan dan perikanan.
"Terjadi peningkatan 0,19 persen pada bulan Agustus 2024 jika dibandingkan dengan NTP Juli 2024," kata Matamira.
Pada bulan Agustus 2024, kata dia, NTP Nusa Tenggara Timur sebesar 100,22 dengan NTP masing-masing subsektor tercatat sebesar 98,55 untuk subsektor tanaman padi-palawija (NTP-P), 98,63 untuk subsektor hortikultura (NTP-H).
Kemudian, 101,35 untuk subsektor tanaman perkebunan rakyat (NTP-TPR), 108,87 untuk subsektor peternakan (NTP-Pt) dan 92,97 untuk subsektor perikanan (NTP-Pi).
Baca juga: Tim BPS, MenPAN RB dan BNPP Sambangi Kantor Imigrasi Kelas II TPI Atambua
"Peningkatan indeks harga ini disebabkan oleh perkembangan indeks harga terima yang lebih cepat dibandingkan harga bayar. Peningkatan ini terjadi di subsektor tanaman padi-palawija, tanaman perkebunan rakyat, peternakan dan perikanan," ungkapnya.
Sementara, lanjut dia, pada bulan Juli 2024, NTP Nusa Tenggara Timur sebesar 100,03 dengan NTP masing-masing subsektor tercatat sebesar 98,31 untuk subsektor tanaman padi-palawija (NTP-P), 100,64 untuk sub sektor hortikultura (NTP-H), 100,89 untuk subsektor tanaman perkebunan rakyat (NTP-TPR), 108,44 untuk subsektor peternakan (NTP-Pt) dan 92,93 untuk subsektor perikanan (NTP-Pi).
Dia menambahkan, untuk di daerah perdesaan terjadi deflasi sebesar 0,23 persen.
"Deflasi ini utamanya terjadi pada subkelompok makanan, minuman dan tembakau," tutupnya. (cr20)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM di Google NEWS
Telkomsel, Wajah Baru Gaya Inovatif yang Menghipnotis |
![]() |
---|
Sejarah Baru, Atlet Gymnastik Pertama dari NTT Langsung Naik Podium Juara di Jakarta |
![]() |
---|
Pengamat Undana Nilai Hakim MK Tidak Berprinsip Hapus Parlemen Threshold |
![]() |
---|
Pj Bupati Kupang Ajak Pemuda Katolik NTT Sinergi dengan Pemerintah Daerah |
![]() |
---|
Mantan Gubernur NTT, Herman Musakabe Minta Warga NTT Eratkan Rasa Persatuan dan Persaudaraan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.