Rabu, 20 Mei 2026

Berita Manggarai Timur

Tak Ada Jembatan di Sungai Wae Kuse Jalan Borong-Iteng, Sepeda Motor Bayar Rp 5.000

penjaga retribusi itu adalah anak-anak kecil. Sebelum melewat mereka menutup jembatan itu dengan palang kayu, jika sudah membayar baru bisa melintas

Tayang:
Penulis: Robert Ropo | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/ROBERT ROPO
Sepeda motor sedang melintas di atas jembatan kayu darurat di sungai Kuse. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo

POS-KUPANG.COM, RUTENG -Tidak adanya jembatan di sungai Wae Kuse yang menghubungkan ruas jalan lintas selatan Borong-Iteng, tepatnya di Desa Laci, Kecamatan Satarmese, Kabupaten Manggarai, warga terpaksa menggunakan sepeda motor melintas di atas jembatan darurat dengan membayar Rp 5.000.

Pantauan POS-KUPANG.COM, Senin 1 September 2024, terlihat jembatan darurat itu dibangun menggunakan batangan kayu dengan lebar sekitar 1 meter saja. Tiang dari jembatan itu juga terlihat terbuat dari kayu-kayu kecil dengan tinggi dari 1 meter hingga sampai 2 meter. 

Sementara di badan jalan aslinya sudah rusak berat. Kendaraan yang bisa melintas di sungai kering itu hanya bisa dengan mobil yang derek. Sementara kendaraan mobil biasa apalagi sepeda motor tak bisa melintas. 

Setiap pengendara hendak memanfaatkan jembatan itu wajib membayar Rp 5.000. Wartawan Pos Kupang.com/Tribunflores.com juga ikut membayar biaya melintasi jembatan itu. 

Baca juga: Begini Kronologi Bus Gunung Mas yang Terbalik di Paka Sita Manggarai Timur NTT

'Petugas' penjaga retribusi itu adalah anak-anak kecil. Sebelum melewat mereka menutup jembatan itu dengan palang kayu, jika sudah membayar baru bisa melintas. 

Ada pun terlihat panjang jalan lintas selatan wilayah Kabupaten Manggarai itu menuju Manggarai Timur sekitar 25 kilometer. Badan jalan rata-rata beraspal dan dalam kondisi baik meskipun ada sejumlah titik terlihat pecah-pecah dan sudah terkelupas aspal. 

Ruas jalan itu juga melewati sejumlah sungai terlihat ada sekitar 6 sungai besar, belum termasuk sungai-sungai kecil yang kering. Terlihat ada tiga sungai yang sudah di bangun jembatan. Sedangkan tiga sungai lain belum di bangun jembatan termasuk sungai Kuse. 

Jimmi Barus salah satu pengguna jalan itu, meminta kepada TRIBUNFLORES.COM, mengatakan ia sering melintas di ruas jalan itu dan setiap kali melintas ia wajib membayar Rp 5.000. 

"Saya ini biasanya dalam satu minggu itu 2 kali pergi pulang Iteng Borong, jadi saya habiskan 20 ribu rupiah setiap minggu," Ujarnya. 

Jimmi mengaku dia terpaksa memanfaatkan jembatan kayu itu karena badan jalan di sungai Kuse itu rusak berat tidak bisa dilintasi sepeda motor. 

Anto Kanos, pengguna jalan lainnya juga mengaku hal yang sama. Ia mengatakan, jalan itu sangat strategis menjadi akses bagi warga di beberapa Desa seperti Desa Laci, Koak dan beberapa desa lain di wilayah Kecamatan Satar Mese. 

Bukan hanya itu, kata dia, jalan itu juga menghubungkan lintas selatan wilayah Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur. 

"Jadi kalau orang mau ke Borong, Manggarai Timur lebih singkat ikut jalur jalan ini,"ujarnya.

Anto juga mengatakan, kondisi sungai tanpa jembatan itu sangat sulit dilintasi apalagi saat musim hujan terjadi banjir atau saat gelombang air laut pasang naik. Karena itu sebagai warga juga pengguna jalan berharap agar pemerintah bisa perbaiki ruas jalan ini. 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved