Kunjungan Paus Fransiskus

Kisah Mengharukan Bocah Asal Bekasi yang Melukis Paus Fransiskus

Di Vatikan, Paus Fransiskus menerima lukisannya pada Rabu 21 Agustus 2024 Hadiah terindah bagi ulang tahunnya, mungkin untuk sepanjang hidupnya.

Editor: Dion DB Putra
POS KUPANG/HO
Lionel Louis Yosef Pailah, pelukis sktesa wajah Paus Fransiskus. 

Putut mengaku tidak memiliki wewenang apa-apa di kepanitiaan tersebut. Dirinya hanya relawan dan bukan panitia inti. Putut juga tidak tahu cara lukisan itu akan sampai di tangan Paus Fransiskus saat di GBK. Oleh karena itu, ia harus mencari tahu pihak yang dapat membawa dan mengijinkan lukisan itu sampai ke tangan Paus Fransiskus di GBK.  

Oleh karena itu,  dirinya diminta Putut, agar lukisan diselesaikan secepatnya dan harus diserahkan kepadanya pada Jumat (16/8/2024). 

“Jika melewati tanggal itu, Mas Putut tidak menjamin lukisan itu akan sampai atau tidak,” kenang Steven.

Lukisan diserahkan pada tanggal yang ditentukan. Yang menyerahkan Steven dan Lionel Pailah sendiri. Waktu diserahkan, lukisan sudah dibungkus dengan kardus terlevisi dan dilapisi stereo foam seperti yang diminta Putut Prabantoro dan diserahkan ke Gading Serpong, Tangerang. 

Tak terbayangkan ! Ternyata, lima hari kemudian, ada satu foto beredar yang mengabadikan, lukisan tersebut diserahkan kepada Paus Fransiskus. Bukan di GBK, tetapi di Vatikan. Foto itu terposting di group keluarga Kawanua. 

Foto itu mengabadikan lukisan Lionel dibawa Rio Dondokambey dan diserahkan kepada Paus Fransiskus

Rio adalah anggota DPR-RI terpilih 2024-2029. Ia juga Bendahara Umum GAMKI. GAMKI adalah salah satu anggota rombongan organisasi kepemudaan lintas iman yang berkunjung ke Vatikan

Rombongan ini bertemu Paus Fransiskus pada Rabu (21/8/2024). Selain GAMKI, rombongan terdiri dari GP Ansor, Pemuda Katolik, Pemuda Hindu, dan Pemuda Muhammadiyah.  Baru paham setelah melihat berita, Steven berkisah, ada Putut Prabantoro yang menjadi pendamping rombongan tersebut. 

Menurut Putut Prabantoro, dirinya memang tidak mengungkapkan bahwa lukisan itu akan dibawa ke Vatikan. Dia melakukan semuanya dengan diam. Hal yang sama juga pernah terjadi pada November 2022. 

Dua hari sebelum berangkat ke Vatikan mendampingi Paguyuban Wartawan Katolik Indonesia (PWKI) ke Vatikan, ia diberi beberapa bendel buku. Buku itu karya Rm. Sandro Peccati SX (90), misionaris asal Italia  yang tinggal di Jakarta. 

Buku itu kemudian dipersembahkan kepada Paus Fransiskus, tanpa sepengetahuan si pembuatnya. Akibat dari ulahnya, Rm Sandro Peccati SX (90), misionaris Italia di Indonesia selama 63 tahun itu itu, sangat terharu dan menangis bahagia. 

Mengapa lukisan itu diberikan kepada Rio Dondokambey? Yang pertama, menurut Putut Prabantoro, Rio tidak membawa apapun ketika akan bertemu Paus. Jadi dia meminta tolong kepada Bendahara Umum GAMKI itu untuk membawakan. 

Kedua, kalau seseorang menyerahkan sesuatu kepada Paus, dia akan menjadi obyek para fotografer Vatikan. Artinya pertemuan Rio dan Paus Fransiskus akan banyak diabadikan. Dan ketiga, sangat sederhana, karena sama-sama orang Sulawesi Utara baik yang melukis ataupun yang membawa. 

Dan menurut Putut, dirinya terkesan dengan Rio karena kerendahan hatinya. 

Rio yang adalah anggota DPR RI terpilih dari PDI Perjuangan mau dimintai tolong membawakan lukisan yang dibuat seseorang yang mungkin tidak dikenalnya. Anugerah selalu akan membuahkan anugerah, perbuatan baik akan melahirkan perbuatan baik lainnya. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved