Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Sabtu 31 Agustus 2024, Menjadi Hamba yang Baik dan Setia

cinta tetap kuat di tengah kesulitan besar, demikian juga ia bertahan dalam menghadapi kehidupan sehari-hari yang rutin dan membosankan.

Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/HO-DOK
Pastor John Lewar, SVD 

Oleh: Pastor John Lewar, SVD

POS-KUPANG.COM - Renungan Harian Katolik Sabtu 31 Agustus 2024, Menjadi Hamba yang Baik dan setia

Biara Soverdi St. Yosef Freinademetz STM Nenuk Atambua Timor

Hari Biasa Pekan XXI

1Korintus 1:26-31; Mazmur 33:12-13.18-19. 20-21;
Inji: Matius 25:14-30.

Meditatio:
Ada banyak suami yang baik, tetapi tidak semua setia terhadap pasangan hidupnya. Ada banyak istri yang baik, tetapi tidak semua setia terhadap pasangan hidupnya. Ada banyak kaum religius dan rohaniwan yang baik tetapi tidak semua dari mereka setia. Singkat kata, menjadi orang baik saja tidak cukup. Setiap orang dibentuk oleh Tuhan dan dikehendaki untuk menjadi orang yang baik dan setia dalam panggilan masingmasing.

Baca juga: Renungan Harian Katolik Rabu 28 Agustus 2024, “Kuburan Dilabur Putih”

Hari ini Rasul Paulus menasihati kita agar dalam hidup ini tidak memegahkan diri di hadapan Allah, tidak sombong, tetapi tenang dan bersikap rendah hati. Yesus Kristus akan membenarkan, menguduskan dan menebus kita. Lebih lanjut Paulus mengatakan, barangsiapa yang bermegah, hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan (1Korintus 1: 29-31).

Orang yang baik dan setia bisa menyenangkan hati Allah, sebab ia mau melakukan bahkan hal-hal yang sepele, kecil dan sederhana namun dilandasi oleh cinta yang besar. Santa Faustina pernah mengatakan, “Cinta yang murni mampu melakukan perbuatan-perbuatan besar, dan ia tidak dipatahkan oleh kesulitan ataupun penderitaan. Sebagaimana cinta tetap kuat di tengah-tengah kesulitan besar, demikian juga ia bertahan dalam menghadapi kehidupan sehari-hari yang rutin dan membosankan.

Ia tahu bahwa hanya satu hal yang diperlukan untuk menyenangkan hati Allah: Melakukan bahkan hal-hal yang paling kecil karena cinta yang besar – cinta, dan hanya cinta” (Buku Harian Santa Faustina, No. 140).

Kekuatan cinta sungguh luar biasa: Membentuk seseorang menjadi baik dan setia dalam melakukan hal-hal yang paling kecil sekalipun, tetapi dijiwai oleh cinta yang murni dan besar. Tanpa cinta yang murni dan besar sulitlah menjadi orang yang baik dan setia.

Penginjil Matius hari ini (Mat 25:14-30) menunjukkan buktinya. Seorang hamba diberi satu talenta karena memang kemampuannya begitu (Mat 25:15). Namun, karena pada dasarnya dia tidak memiliki cinta yang murni dan besar, sekalipun nilainya satu talenta, dia tidak bisa mengembangkannya. Karena tidak memiliki cinta yang murni dan besar,
maka dia tidak bisa menjadi hamba yang baik dan setia.

Inilah kata-kata yang keluar dari hatinya, “Tuan, aku tahu Tuan adalah manusia kejam, yang menuai di tempat Tuan tidak menabur, dan memungut di tempat Tuan tidak menanam. Karena itu aku takut dan pergi menyembunyikan
talenta Tuan di dalam tanah. Ini, terimalah milik Tuan!” (ay. 24-24). Dari kata-katanya yang terkesan kasar itu tampak bahwa dia bukanlah seorang hamba yang baik. Perhatikan respons Sang Tuan, “Hai engkau, hamba yang jahat dan malas!” (ay. 26).

Seorang hamba yang mendapat kepercayaan untuk mengembangkan satu talenta namun malah menyembunyikannya dalam tanah adalah gambaran tentang orang yang tidak setia. Apa konsekuensinya? Santa
Faustina menulis dalam Buku Harian-nya, “Orang yang tidak mau mempergunakan rahmat-rahmat yang kecil tidak akan diberi rahmat yang besar” (No. 165).

Lain halnya dengan hamba yang menerima dua dan lima talenta dan mampu mengembangkannya menjadi dua dan lima talenta lagi. Mereka disebut oleh Tuan mereka sebagai hamba yang baik dan setia. Kata-Nya, “Baik sekali perbuatanmu itu, hai hamba yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil! Aku akan memberikan
kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu” (ay. 20-21 dan 23-23).

Menjadi hamba yang baik dan setia adalah soal pilihan dan komitmen. Jika orang memilih menjadi orang yang baik dan setia, maka apa pun yang dilakukan akan dijiwai dengan kasih yang murni dan besar. Itulah kunci untuk bisa masuk dan turut serta dalam kebahagiaan Tuan atas hidup kita, yakni Tuhan.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved