Berita Belu
Kemenag Belu Gelar Seminar Gerakan Membaca Kitab Suci, Dorong Moderasi Agama dan Toleransi
Romo Agustinus juga mengutip ucapan Presiden Soeharto untuk mengingatkan pentingnya merawat keberagaman
Penulis: Agustinus Tanggur | Editor: Edi Hayong
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Agustinus Tanggur
POS-KUPANG.COM, ATAMBUA - Kantor Kementerian Agama Belu mengadakan seminar dengan tema Gerakan Membaca Kitab Suci Menuju Moderasi Agama yang Berkualitas, bertempat di Kantor Kemenag, (29/08/2024).
Seminar ini dalam rangka HUT ke-55 Kementerian Agama yang bertujuan untuk mendorong peningkatan pemahaman dan praktik keagamaan yang moderat di kalangan masyarakat.
Dalam seminar ini menghadirkan empat narasumber yaitu Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Belu Romo Agustinus S. Berek, Pr., Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) H. Abdullah Blajam, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) I Made Balik, dan Ketua Majelis Klasis Pdt. Para Mengi Ully.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Belu, Fideles Seran, menyatakan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya membaca kitab suci sebagai upaya memahami ajaran agama secara lebih mendalam.
"Semoga seminar ini dapat menumbuhkan rasa toleransi yang kuat dalam semangat moderasi antarumat beragama di Kabupaten Belu," ungkapnya dalam keterangan tertulis, Jumat 30 Agustus 2024.
Ia juga menambahkan kegiatan ini melibatkan berbagai unsur yang menjadi garda terdepan Kementerian Agama, seperti para pegawai, guru agama baik PNS maupun non-PNS, serta penyuluh multiagama.
Dalam kesempatan ini, Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara Kementerian Agama dan FKUB Kabupaten Belu untuk membangun citra positif di tengah masyarakat.
Baca juga: Kementerian Agama Resmi Buka Rekrutmen CPNS 2024,Ini Total Kuota & Rincian Formasi CASN Kemenag 2024
"Pada momen hari ulang tahun ini, sangat tepat dan strategis bagi kami untuk bertemu dengan para pimpinan umat. Acara ini terasa semakin sempurna, dan semoga dapat meningkatkan citra positif kantor Kemenag Kabupaten Belu bersama FKUB," ujarnya.
Sementara Ketua FKUB Belu, Romo Agustinus S. Berek, menyampaikan apresiasi terhadap Kementerian Agama yang terus berupaya menjaga kerukunan antarumat beragama.
"Di momen ini, Kementerian Agama merayakan hari ulang tahun ke-55, sebuah usia yang matang dan dewasa. Kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Belu selalu mendapat peringkat tertinggi, dan ini adalah bukti nyata dari kedewasaan kita dalam merawat keberagaman," katanya.
Romo Agustinus juga mengutip ucapan Presiden Soeharto untuk mengingatkan pentingnya merawat keberagaman.
"Beliau pernah mengatakan, Indahnya pelangi bukan karena warna yang keras, tetapi karena warna yang serasi dan harmonis. Biarkanlah kemajemukan di Indonesia menjadi sumber keindahan, bukan pertentangan," tutupnya. (Cr23).
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.