Pilkada Ende

Daftar Paket JASA ke KPU, Ketua PKB Ende Injak Karpet Merah, Kadir: Itu Isyarat

Dirinya kemudian menyebut tidak menyebut siapa-siapa tetapi menanyakan warna karpet di lokasi media center di halaman Kantor KPU Ende.

Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/HO
Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangga (PKB) Kabupaten Ende, Abdul Kadir Mosa Basa menginjak-injak karpet merah yang di bentang di halaman KPU Ende lokasi media center, Kamis, 29 Agustus 2024 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Albert Aquinaldo

POS-KUPANG.COM, ENDE - Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangga (PKB) Kabupaten Ende, Abdul Kadir Mosa Basa menginjak-injak karpet merah yang di bentang di halaman KPU Ende lokasi media center.

Aksi Abdul Kadir Mosa Basa saat sesi konferensi pers usai pendaftaran pasangan bakal calon bupati (bacabup), Djafar Ahmad dan bakal calon wakil bupati (bacawabup), Yustinus Sani usia melakukan pendaftaran di KPU Ende, Kamis, 29 Agustus 2024.

"Karpet warna apa ini yang diinjak ini? Karpet warna apa ini yang diinjak ? Karpet warna apa ini yang diinjak ini, warna apa yang diinjak ini, itu isyarat sebenarnya, benar tidak,? tanya Abdul Kadir Mosa Basa disambut teriakan dari massa pendukung Paket JASA.

Dirinya kemudian menyebut tidak menyebut siapa-siapa tetapi menanyakan warna karpet di lokasi media center di halaman Kantor KPU Ende.

"Yang saya injak ini karpet warna apa ? Pak Djafar injak ini karpet warna apa ? Pak Yustinus injak warna apa ? Semua yang didepan ini injak warna apa ? Pantas tidak untuk diinjak ? Pantas tidak ? Pantas tidak ? Injak dia," ujar anggota DPRD Kabupaten Ende itu disambut teriakan massa pendukung paket JASA yang menyebut warna karpet dan menjawab pantas untuk diinjak.

Lebih tegas Kadir mengatakan setiap kezaliman harus diperangi dengan cara dan strategi.

Untuk diketahui, baik Djafar Ahmad maupun Yustinus Sani merupakan kader PDIP. Djafar Ahmad merupakan mantan Bupati Ende dari partai berlambang banteng moncong putih dan menjadi ketua dewan pertimbangan DPC PDIP Kabupaten Ende. Sedangkan Yustinus Sani merupakan mantan anggota DPRD Kabupaten Ende tiga periode dari PDIP.

Sayangnya kedua kader PDIP itu tidak mendapatkan tiket dari DPP PDIP untuk maju di Pilkada Ende tahun 2024 meski mendaftarkan diri ke PDIP untuk maju di pilkada.

Baca juga: Deklarasi Paket Deo-Do di Ende, Badeoda: Sudah Tidak Jaman Lagi Kita Bawa-Bawa Agama

Setelah gagal merebut tiket Pilkada Ende, pasangan bakal calon bupati (bacabup), Djafar Ahmad dan bakal calon wakil bupati (bacawabup), Yustinus Sani mendapat dukungan dari lima partai politik dan empat diantaranya merupakan partai non seat.

Partai-partai pengusung paket Djafar-Sani diantaranya, PKB (3 kursi di DPRD Ende), PBB, Perindo, Partai Buruh dan Partai Gelora. (*)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM di Google NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved