Pilkada Jakarta 2024

Akhirnya Tertutup Sudah Pintu Politik Bagi Anies Baswedan di Pilkada Jakarta

Karier politik yang muram kini dialami Anies Baswedan. Sosok yang awalnya demikian bersinar karena elektabilitasnya di Jakarta demikian moncer.

Editor: Frans Krowin
ISTIMEWA/POS-KUPANG.COM
TERTUTUP SUDAH – Ambisi Anies Baswedan untuk maju di Pilkada Jakarta 2024 pupus. Partai-partai politik menutup semua pintu bagi mantan Gubernur DKI Jakarta itu. 

Hanya PDIP partai yang mengusung sendiri calonnya yakni Pramono Anung-Rano Karno. 

Sementara Anies Baswedan baru mendapatkan dukungan dari Partai Buruh yang jumlah kursi di DPRD DKI Jakarta kurang dari 7,5 persen.

Padahal sebelumnya PDIP diduga kuat akan mengusung Anies Baswedan ke Pilkada DKI Jakarta namun batal di H-1. 

Pun PKB sempat dikabarkan akan mengusung Anies Baswedan namun nyatanya suara PKB tidak berubah dan tetap mendukung Ridwan Kamil-Suswono. 

Isu PKB akan merapat ke Anies awalnya dihembuskan oleh Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

AHY mengaku mendengar adanya rumor kalau Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) akan mencabut dukungan terhadap Ridwan Kamil-Suswono di Pilkada Jakarta 2024.

AHY mengatakan, meski dirinya belum mendapatkan kepastian kabar tersebut secara langsung, tetapi dia mengaku sudah mendengar adanya informasi itu.

"Saya belum mendengar secara langsung, saya tadi ada informasi seperti itu, apakah rumor atau hanya wacana saya belum tau," kata AHY saat ditemui awak media di Kantor DPP Partai Demokrat, Selasa 27 Agustus 2024.

Baca juga: Ternyata Bukan Anies Baswedan yang diusung PDIP di Pilkada Jakarta 2024

Baca juga: Niat Anies Baswedan Jadi Gubernur Jakarta Pupus, PDIP Utamakan Kader Partai

AHY bahkan menyebut, telah mengarahkan Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya untuk mendalami isu tersebut.

Hal itu penting, agar apa yang beredar tersebut dapat dipastikan kebenarannya dan tidak hanya isu belaka.

Batalnya PKB mendukung Anies Baswedan menjadi pertanda sudah tertutupnya pintu mantan Gubernur DKI Jakarta itu untuk maju ke Pilgub Jakarta. 

Hal itu lantaran Anies Baswedan membutuhkan 7,5 persen partai gabungan di DPRD DKI Jakarta yang bisa mengusungnya ke Pilgub Jakarta. (*)

Ikuti Pos-Kupang.Com di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved