Pilkada Jakarta 2024

Akhirnya Tertutup Sudah Pintu Politik Bagi Anies Baswedan di Pilkada Jakarta

Karier politik yang muram kini dialami Anies Baswedan. Sosok yang awalnya demikian bersinar karena elektabilitasnya di Jakarta demikian moncer.

Editor: Frans Krowin
ISTIMEWA/POS-KUPANG.COM
TERTUTUP SUDAH – Ambisi Anies Baswedan untuk maju di Pilkada Jakarta 2024 pupus. Partai-partai politik menutup semua pintu bagi mantan Gubernur DKI Jakarta itu. 

POS-KUPANG.COM – Karier politik yang muram kini dialami Anies Baswedan. Sosok yang awalnya demikian bersinar karena elektabilitasnya di Jakarta demikian moncer dari figur yang lain, kondisi yang terbaru, kini malah terjun bebas.

Tak satu partai politik pun termasuk PDI Perjuangan yang bersedia mengusung Anies Baswedan untuk maju di Pilkada Jakarta 2024 ini. Alhasil, Anies harus gigit jari, karena satu per satu partai politik menjauh darinya.

Saat ini, pintu gerbang bagi Anies untuk maju di Pilkada Jakarta 2024 tertutup seluruhnya. Sementara Muhaimin Iskandar, Ketua Umum PKB yang sebelumnya sama-sama melangkah, kini rela meninggalkannya.

Muhaimin Iskandar bersama partai-partai lain, termasuk PDI Perjuangan dan PKS membanting stir kemudian mengusung Ridwan Kamil dan Suswono di Pilkada Jakarta 2024.

PKB bersama partai Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus lainnya mengantarkan Ridwan Kamil-Suswono ke KPU DKI Jakarta untuk mendaftar sebagai Cagub Cawagub. 

Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKB DKI Jakarta Hasbiallah Ilyas membantah kabar yang menyebut partainya mengalihkan dukungan dari Ridwan Kamil ke Anies Baswedan di Pilgub Jakarta 2024.

“Dilihat dari hari ini kan ikut mendaftar ( Ridwan Kamil-Suswono ). Lihat faktanya saja hari ini. Faktanya hari ini PKB sudah mendaftar pak Ridwan Kamil-Suswono,” tegas Ilyas saat ditemui di Kantor KPU Jakarta, Salemba, Jakarta Pusat, Rabu 28 Agustus 2024.

Ketika disinggung mengenai komunikasi dengan Anies Baswedan, Ilyas menekankan komunikasi yang terjalin bagus dan persaudaraan.

“Komunikasi kita (dengan Anies) bagus persaudaraan. Dengan timnya pak Anies sampai tadi pagi kita masih komunikasi,” ucap Ilyas.

“Komunikasi perkawanan biasa. Soal mengusung ini kan sudah kita datang ke KPU,” imbuhnya.

Sebagai orang pertama yang mendeklarasikan  untuk mengusung Anies, Ilyas mengaku tak kecewa dengan keputusan yang ada.

“Enggak, enggak ada kekecewaan (batal usung Anies) Enggak ada. Persaudaraan tetap,” ucap dia.

Diketahui pendaftaran terakhir Cagub Cawagub di Pilkada DKI Jakarta berakhir Kamis 29 Agustus 2024. 

Saat ini hampir seluruh partai yang masuk ke legislatif DPRD DKI Jakarta sudah memastikan mendukung Ridwan Kamil-Suswono. 

Sebanyak 12 partai yang mengusung Ridwan Kamil yakni Partai Gerindra, Partai Golkar, Partai Keadilan Sejahtera, Partai NasDem, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Solidaritas Indonesia, Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional, Partai Garuda, Partai Gelora, Partai Perindo, dan Partai Persatuan Pembangunan.

Hanya PDIP partai yang mengusung sendiri calonnya yakni Pramono Anung-Rano Karno. 

Sementara Anies Baswedan baru mendapatkan dukungan dari Partai Buruh yang jumlah kursi di DPRD DKI Jakarta kurang dari 7,5 persen.

Padahal sebelumnya PDIP diduga kuat akan mengusung Anies Baswedan ke Pilkada DKI Jakarta namun batal di H-1. 

Pun PKB sempat dikabarkan akan mengusung Anies Baswedan namun nyatanya suara PKB tidak berubah dan tetap mendukung Ridwan Kamil-Suswono. 

Isu PKB akan merapat ke Anies awalnya dihembuskan oleh Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

AHY mengaku mendengar adanya rumor kalau Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) akan mencabut dukungan terhadap Ridwan Kamil-Suswono di Pilkada Jakarta 2024.

AHY mengatakan, meski dirinya belum mendapatkan kepastian kabar tersebut secara langsung, tetapi dia mengaku sudah mendengar adanya informasi itu.

"Saya belum mendengar secara langsung, saya tadi ada informasi seperti itu, apakah rumor atau hanya wacana saya belum tau," kata AHY saat ditemui awak media di Kantor DPP Partai Demokrat, Selasa 27 Agustus 2024.

Baca juga: Ternyata Bukan Anies Baswedan yang diusung PDIP di Pilkada Jakarta 2024

Baca juga: Niat Anies Baswedan Jadi Gubernur Jakarta Pupus, PDIP Utamakan Kader Partai

AHY bahkan menyebut, telah mengarahkan Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya untuk mendalami isu tersebut.

Hal itu penting, agar apa yang beredar tersebut dapat dipastikan kebenarannya dan tidak hanya isu belaka.

Batalnya PKB mendukung Anies Baswedan menjadi pertanda sudah tertutupnya pintu mantan Gubernur DKI Jakarta itu untuk maju ke Pilgub Jakarta. 

Hal itu lantaran Anies Baswedan membutuhkan 7,5 persen partai gabungan di DPRD DKI Jakarta yang bisa mengusungnya ke Pilgub Jakarta. (*)

Ikuti Pos-Kupang.Com di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved