Berita NTT

Konsorsium Ekosmira NTT Internalisasi Hasil Riset Tahun I

konsorsium PTPPV NTT secara kolaboratif dan diikuti dengan penerapan hasil penelitian  melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Penulis: Hermina Pello | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/HO-DOK
Foto bersama dosen Politeknik Pertanian Negeri Kupang dan Politeknik Negeri Kupang didamping Direktur dari kedua PTPPV yaitu Johanis A. Jermias S.Pt., M.Sc dan Frans Mangngi ST., MT usai Pembukaan Kegiatan Internalisasi Hasil Riset Program Ekosmira di Hotel Harper, Fatululi, Kupang, Sabtu, 24 Agustus 2024. 

POS-KUPANG.COM - Konsorsium Perguruan Tinggi Penyelenggara Pendidikan Vokasi (PTPPV) NTT yang terbentuk tahun 2023 dalam rangka menjalankan program Penguatan Ekosistem Kemitraan untuk Pengembangan Inovasi Berbasis Potensi Daerah (Ekosmira) menyelenggarakan  internalisasi/deseminasi hasil riset pada Sabtu, 24 Agustus di Hotel Harper Kupang.

Kegiatan tersebut didukung  melalui Program Fasilitasi Kemitraan 2024 yang dikucurkan Kemdikbudristek lewat Direktorat Kemitraan dan Penyelarasan Dunia Usaha Dunia Industri (Mitras DUDI) dengan sumber pendanaan APBN.  Hadir pada kesempatan tersebut 40 staf dosen, guru besar dan pejabat dari Politeknik Pertanian Negeri Kupang dan Politeknik Negeri Kupang

Pemaparan hasil riset dilakukan oleh perwakilan Tim Periset Konsorsium Ekosmira NTT, yaitu, Melsiani Saduk, Ph.D, Sulche Nafi, PhD, dan Noldin Abolla, SP., M.Sc, dipimpin oleh moderator, Dina V. Sinlae, SP., M.Agribus. Demikian release yang diterima Pos Kupang dari Panitia Pelaksana Internalisasi Hasil Riset Ekosmira Konsorsium PTPPV NTT.

Direktur Politeknik Negeri Kupang, Frans Mangngi, ST, MT selaku penanggungjawab kegiatan, saat membuka acara tersebut mengatakan bahwa internalisasi hasil riset program Ekosmira tahun 2023-2024 merupakan hal yang baik dimana hasil penelitian yang luar biasa tidak hanya diketahui oleh tim periset tetapi oleh semua pihak.

Baca juga: PKB Hidupkan Mesin Partai, On Fire Menangkan Simon Kamlasi-Adrianus Garu di Pilgub NTT

Hal tersebut akan membuka peluang tindak lanjut penelitian oleh para dosen yang berada di bawah naungan konsorsium PTPPV NTT secara kolaboratif dan diikuti dengan penerapan hasil penelitian  melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

“Sudah saatnya kita bekerja secara kolaboratif, tidak hanya karena ada program dari kementerian tetapi secara mandiri ketiga PTPPV melanjutkan kerjasama yang baik ini agar ego sektoral bisa dihilangkan,”ujarnya. 

Konsorsium PTPPV NTT terdiri dari Politeknik Pertanian Negeri Kupang, Politeknik Negeri Kupang dan Politeknik Commodus eLBajo di Manggarai Barat. Internalisasi hasil riset Program Ekosmira tahun pertama akan dilaksanakan juga secara terpisah di Politeknik eLBajo pada pertengahan Sepetember 2024 ini.

Hasil riset yang dipaparkan adalah workforce planning dan innovation planning dalam bentuk scenario planning  dan roadmapping lima tahun ke depan, 2025 -2029 yang didasarkan atas dua drivers  utama yaitu economy (inovasi dan daya saing produk unggulan daerah) dan value (komitmen pemerintah untuk mengintegrasikan sektor primer dan pariwisata).

Disebutkan, berdasarkan potensi daerah NTT, future of work (FoW) yang perlu direkomendasikan adalah tenaga kerja terampil dengan softskills yang mumpuni, melek digital dan bekerja di sektor primer dan pariwisata atau gabungan keduanya.

Hal ini akan berpengaruh signifikan pada penekanan economy leakage atau kebocoran ekonomi  akibat pengembangan sektor pariwisata yang masif tanpa diikuti dengan penguatan sektor primer yang menjadi sumber pendapatan mayoritas warga NTT.

Selain rekomendasi workforce planning, tim periset juga merekomendasikan 13 jenis inovasi sesuai potensi daerah NTT yang mengcover sektor pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan hingga pariwisata.

Rekomendasi hasil penelitian dari program Ekosmira tersebut sudah diserahkan ke Pemda NTT dalam bentuk Policy Paper  dan telah didesiminasikan ke unsur pentahelix di NTT pada 13 Agustus lalu dalam kegiatan Diskusi Publik yang berlangsung di kampus Politeknik Pertanian Negeri Kupang.

Riset yang dilakukan melalui Program Ekosmira di NTT meliputi lima kabupaten sample yaitu Kabupaten Kupang, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Kabupaten Sumba Timur, Kabupaten ALor, dan Kabupaten Manggarai Barat.

Penelitian tersebut menggunakan metode foresight, sebuah metode yang mengedepankan optimisme masa depan dalam menghadapi berbagai situasi. Berbeda dengan forecast dimana kondisi masa depan bergantung pada trend kini dan masa sebelumnya, foresight  menggunakan data trend untuk membentuk masa depan yang lebih baik dengan tawaran beragam scenario.     

Selain metode foresight,  diperkuat juga dengan metode kuantitatif Sistem Dinamik. Penggunaan sistem dinamik dalam penelitian ini memiliki  manfaat yang signifikan seperti pemahaman akan interaksi yang kompleks antara berbagai komponen ekonomi, seperti produksi, konsumsi, investasi, ketenagakerjaan dan kebijakan pemerintah. Ini membantu mengidentifikasi pola dan perilaku jangka panjang yang mungkin tidak terlihat dengan metode analisis konvensional.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved