Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Kamis 22 Agustus 2024, Santa Perawan Maria Ratu
Bersukacitalah dan bergembiraalah perawan Maria Alleluya. Sebab Tuhan sungguh telah bangkit Alleluya.
Oleh: Pastor John Lewar,SVD
POS-KUPANG.COM - Renungan Harian Katolik Kamis 22 Agustus 2024, Santa Perawan Maria Ratu
Biara Soverdi St. Yosef Freinademetz STM Nenuk Atambua Timor
Perayaan Wajib Santa Perawan Maria, Ratu
Lectio: Yehezkiel 36:23-28; Mazmur 51:12-13.14-15.18-19;
Injil: Matius 22:1-14
Meditatio:
Dalam tradisi Gereja Katolik, kita sering mendoakan Doa Angelus, Malaikat Tuhan pada jam 6 pagi, 12 siang dan 6 sore. Tetapi saat masa Paskah, dalam tradisi Gereja Katolik kita biasanya mendaraskan doa Ratu Surga, sebagai
pengganti doa Malaikat Tuhan.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Rabu 21 Agustus 2024, "Taat Terhadap Perintah-Nya"
Doa Ratu Surga (Regina Caeli atau Queen of Heaven) ini meneguhkan keyakinan kita bahwa Santa Perawan Maria adalah ratu surga. Kita ingat kembali Doa Ratu Surga. Saya mendaraskan doa ini.
Ratu Surga bersukacitalah Alleluya. Sebab ia yang boleh kau kandung Alleluya. Telah bangkit seperti disabdakanNya Alleluya. Doakanlah kami pada Allah Alleluya. Bersukacitalah dan bergembiralah perawan Maria Alleluya.
Sebab Tuhan sungguh telah bangkit Alleluya.
Hari ini, 22 Agustus Gereja Katolik merayakan peringatan wajib Santa Perawan Maria Ratu (Santa Maria Regina). Peringatan ini dirayakan tujuh hari sesudah Bunda Maria Diangkat ke Surga (Maria Assumpta). Keratuan Maria tidak dapat dipisahkan dengan Yesus sebagai Raja Kekal. Sekaligus Raja Damai, Yesus adalah Raja dari segala raja. Kerajaan Yesus adalah kekal selama-lamanya. Karena melahirkan Yesus yang adalah Raja atas surga dan bumi, Maria adalah Ratu Surga.
Dasar dari ajaran gereja tentang Santa perawan Maria Ratu ini ditemukan dalam beberapa sumber antara lain, antara lain: Kitab Wahyu 11: 10 – 12:1; ajaran Santu Athanasius (296-373); ajaran Santo Louis de Monfort (1673-1716); dan Katekismus Gereja Katolik no. 966.
Kitab Wahyu 11:19-12:1, menyebutkan penglihatan Rasul Yohanes akan Surga di mana terlihat Tabut Perjanjian , yaitu “seorang perempuan yang berselubungkan matahari dengan bulan di bawah kakinya dan bermahkotakan
dua belas bintang”. Tanda besar di langit yaitu perempuan tersebut adalah Bunda Maria, sebab anak laki-laki yang dilahirkannya dan yang akan menggembalakan semua bangsa itu ialah Kristus.
Dan Santo Athanasius mengajarkan, “Jika Sang Anak adalah Raja, maka ibu yang melahirkaNya adalah layak dan sungguh pantas disebut sebagai Ratu dan yang berkuasa”. Kemudian Santo Louis de Monfort mengajarkan, “Tuhan
menjadikan Maria Ratu Surga dan bumi; pemimpin pasukannya, pembagi rahmatNya, pekerja mukjizat-mukjizatNya, dan penolong yang setia di dalam pekerjaan-pekerjaanNya dan kemenanganNya”.
Konsili Vatikan II meneruskan tradisi sejak abad IV, menegaskan kembali ajaran tentang keratuan Maria: “ Akhirnya Perawan tak Bernoda, yang tidak pernah terkena oleh segala cemar dosa asal, sesudah menyelesaikan perjalanan
hidupnya di dunia, telah diangkat memasuki kemuliaan di Surga beserta badan dan jiwanya. Ia telah ditinggikan oleh Tuhan sebagai Ratu alam semesta, supaya secara lebih penuh menyerupai Puteranya” (Lumen Gentium 59). Gelar Ratu diberikan untuk menunjukkan secara resmi keadaan Santa Perawan Maria yang bertahta di sisi Puteranya, Raja Kemuliaan.
Pada peringatan St Perawan Maria Ratu Surgawi ini kita diingatkan akan Doa Angelus (Doa Malaikat Tuhan). Doa Angelus adalah sebuah doa untuk mengenangkan kabar suci dari Malaikat Gabriel kepada Bunda Maria (Angelus
Domini Nuntiavit Mariae).
Doa Angelus merupakan sebuah pengakuan iman atas Karya Keselamatan Allah di mana Sabda Allah telah menjadi daging melalui rahim Perawan Maria melalui Kuasa Roh Kudus. Isi pokok dari Doa Angelus adalah pengulangan tiga kali „Doa Salam Maria‟ bersamaan dengan bunyi bel.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/John-Lewar-SVD.jpg)