Liputan Khusus
Lipsus - Di Balik Senyuman Uskup Paulus Budi Kleden
Mengawali homily, Ia menyampaikan Pesan-pesan Rasul Paulus dalam suratnya kepada Jemaat bahwa sebagai penggembala Domba yang Agung.
Senyum yang terpancar dari wajah Mgr. Budi Kleden mengungkapkan, bahwa Uskup Budi Kleden siap melayani, memimpin dan gembalakan, Umat keuskupan agung Ende, dengan penuh kasih, mau merangkul dan bekerja sama dengan semua Imam, semua umat, para pastor, biarawan-biarawati, dengan siapa saja dengan semangat jiwa dan kasih persaudaraan.
Seberat apapun beban tugas, dan tanggungjawab yang dipikul, pasti akan menjadi ringan bila dihadapi dengan senyum, dilaksanakan dengan sikap Iman, kerendahan hati dalam semangat persaudaraan, (Peliharalah kasih dalam persaudaraan) adalah moto penggembalaan Uskup Mgr. Paulus “menjadi pesan harapan dan doa beliau, dan juga menjadi doa dan harapan kita bersama,”.
Mgr Fransikus berharap, semoga anak tukang kayu Misi Larantuka, yang sejak kecil sudah biasa dengan pekerjaan tukang kayu, bersama dengan semua umat Keuskupan Agung Ende, para imam, biarawan -biarawati dan semua pihak dapat membangun Keuskupan Agung Ende, menjadi bangunan gereja rumah kehidupan, yang Indah, kokoh dan kuat, dalam semua aspek kehidupan, dimana kasih persaudaraan, menjadi tali perekat, semangat dan kekuatannya," imbuhnya.
Ia juga mengajak semua Imam, Biarawan-biarawati, seluruh umat Tuhan, dalam bimbingan Tuhan, dan penyertaan Allah roh kudus, semua berjalan bersama dengan Bapa Uskup Mgr. Paulus Budi Kleden, sambil dengan Iman tetap tersenyum, mengekspresikan Iman dan harapan kita, akan masa depan yang lebih baik, lebih sejahtera, dimana semua orang merasa satu didalam keluarga besar Umat Alah.
“Merangkul Semua orang, baik yang kecil dan lemah, yang miskin Papa, yang tertinggal yang terpinggir, dalam kehidupan ini seluruhnya, menjadi sebuah gereja bangunan Umat Allah yang hidup, yang Indah dan kuat dan disana hadirnya kita menjadi misi tuhan, yang tetap terus berlanjut dalam kehidupan Ini,” tutupnya Mgr. Fransiskus dalam homilinya.
40 Uskup tiba di Ende
Sebanyak 21 uskup dari berbagai daerah di Indonesia, Rbu (21/8) sudah tiba di Kota Ende untuk menghadiri acara pentabisaan Uskup Agung Ende terpilih, MGR Paul Budi Kleden, hari ini, Kamis (22/8).
Pantauan Pos Kupang, sebanyak 21 uskup tiba di Bandara H. Hasan Aroeboesman Ende, diterima oleh panitia pentahbisan Uskup Agung Ende, dengan pengalungan selendang tenun ikat NTT.
Informasi yang dihimpun dari panitia penerimaan para uskup di Bandara H. Hasan Aroeboesman Ende menyebutkan, sebanyak 13 uskup sudah tiba di Kota Ende sejak Selasa (20/8). Sedangkan, delapan uskup lainnya tiba Rabu pagi.
Tiba di Ende, para uskup langsung diantar oleh panitia ke penginapan masing-masing denga n kendaraan yang dikawal ketat Satlantas Polres Ende.
Sekretaris Daerah Kabupaten Ngada (Sekda Ngada) Th. Yosefus Nono menjemput Uskup Surabaya atau Administrator Surabaya yang tiba pukul 14:10 Wita, ketua Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI) dan Uskup Agung Jakarta.
Sementara itu, kedatangan Duta Vatikan MGR Piero Pioppo diterima langsung oleh Pj Bupati Ende dan PJ Bupati Nagekeo, di Bandara H. Hasan Aroeboesman Ende, pukul 14:10 Wita.
Ribuan siswa berbaris dari gerbang Bandara Bandara H. Hasan Aroeboesman Ende mengelilingi jalan protokol Kota Ende, hingga ke Gereja Santo Yosef Onekore Ende. Hal ini dilakukan untuk menyambut Uskup dari berbagai keuskupan di Indonesia untuk mengikuti pentahbisan Uskup Agung Ende Mgr. Paulus Budi Kleden.
Antusias penyambutan, tidak hanya dilakukan oleh Umat Katolik tapi juga Umat Muslim yang menyambut tamu keuskupan sepanjang jalan Bandara.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Para-uskup-hadir-dalam-Ibadah-Vesper-Agung-di-Gereja-Santo-Yosef-Ende-Rabu-218.jpg)