Berita Kota Kupang

Dinkes Kota Kupang Sosialisasikan Implementasi Teknologi Wolbachia di Kelurahan Fatukoa 

Lebih lanjut disampaikan Elsi, teknologi ini adalah program pemerintah yang bertujuan menanggulangi penyakit demam berdarah.

Penulis: Rosalia Andrela | Editor: Edi Hayong
POS-KUPANG.COM/HO
Warga RT 020 / RW 007, Kelurahan Fatukoa, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang sedang mendengarkan sosialisasi implementasi teknologi wolbachia. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Rosalia Andrela

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Dinas Kesehatan atau Dinkes Kota Kupang bersama Puskesmas Maulafa mengadakan sosialisasi teknologi Wolbachia di RT 020 / RW 007, Kelurahan Fatukoa, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang.

Koordinator Lapangan, Elsi Gale Bengu mengatakan tim koordinator lapangan Wolbachia memberikan sosialisasi terkait implementasi teknologi wolbachia kepada warga.

“Program ini sudah dilakukan di Kota Kupang sejak tahun 2023 di Kecamatan Oebobo. Saat ini sedang melakukan perluasan di dua kecamatan, yakni kecamatan Kelapa Lima dan Maulafa. Untuk mendukung perilisan teknologi ini, kami lakukan sosialisasi sampai di tingkat RT RW di setiap kelurahan yang ada di Kelapa Lima dan Maulafa,” ujarnya Rabu, 21 Agustus 2024.

Lebih lanjut disampaikan Elsi, teknologi ini adalah program pemerintah yang bertujuan menanggulangi penyakit demam berdarah.

“Teknologi ini bekerja dengan cara bakteri wolbachia disuntikan ke nyamuk aedes aegypti yang membawa virus dengue yang hiss menyebabkan DBD. Bakteri ini bisa menghambat replikasi atau perkembangan virus dalam nyamuk tersebut, yang kemudian jika nyamuk tersebut menggigit manusia tidak akan tertular,” jelasnya.

Elsi menuturkan perilisan teknologi wolbachia akan dilakukan meletakkan ember di rumah warga dengan jarak 50 x 50 meter. 

Baca juga: Cegah Demam Berdarah, Kadis Kesehatan Imbu Warga Segera ke Rumah Sakit Jika Alami Demam

“Jika nyamuk ini berkembang jadi dewasa, mereka akan kawin dengan nyamuk lokal dan menghasilkan nyamuk yang sudah ber Wolbachia," katanya.

"Nyamuk jantan ber wolbachia kawin dengan nyamuk betina lokal, maka telurnya tidak akan menetas. Sebaliknya nyamuk ber wolbachia kawin dengan jantan lokal, maka akan menghasilkan nyamuk yang ber wolbachia yang tidak bisa menularkan virus dengue,” tuturnya.

Elsi mengajak masyarakat Kota Kupang turut mendukung program teknologi wolbachia, sebagai upaya agar Kota Kupang terbebas dari penyakit DBD. (cr19).

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved