Berita NTT

Dukung Pengembangan Rumput Laut di Sabu Raijua, Kementerian Kelautan Sediakan Bibit

Penyediaan bibit ini merupakan dukungan dari KKP dalam pengembangan budi daya rumput laut di Kabupaten Sabu Raijua.

Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/HO
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono (tengah) dalam kunjungan kerja di Sabu Raijua, NTT. 

POS-KUPANG.COM - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyediakan bibit rumput laut lewat kultur jaringan dengan jenis Eucheuma cottonii untuk peremajaan bibit di Kabupaten Sabu Raijua, NTT.

Penyediaan bibit ini merupakan dukungan dari KKP dalam pengembangan budi daya rumput laut di Kabupaten Sabu Raijua.

Dirjen Perikanan Budi Daya TB Haeru Rahayu dikutip dari Antara, Selasa 20 Agustus 2024, mengatakan, pihaknya terus berupaya optimal untuk memanfaatkan lahan budidaya di NTT.

“KKP melalui Direktorat Jenderal Perikanan Budi Daya (DJPB) terus berupaya mengoptimalkan pemanfaatan potensi lahan budidaya di NTT, salah satunya termasuk Kabupaten Sabu Raijua. Strategi KKP dalam meningkatkan produksi budidaya rumput laut di Sabu Raijua salah satunya berupa penyediaan bibit rumput laut kultur jaringan (kuljar) jenis Eucheuma cottonii untuk peremajaan bibit yang sudah berumur lama untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas dan kuantitas bibit,” ujar Haeru Rahayu.

Menurut data Dinas Kelautan dan Perikanan, luas lahan potensial di Kabupaten Sabu Raijua mencapai 2,3 ribu hektare dengan luas lahan ada 311 hektare atau pemanfaatan sekitar 13,16 persen.

Haeru menambahkan, DJPB melalui Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Lombok memberikan stimulan berupa bantuan bibit rumput laut sebagai upaya mempertahankan posisi NTT sebagai salah satu penghasil rumput laut terbesar nasional, sekaligus mempertahankan posisi Indonesia di urutan pertama sebagai negara produsen terbesar rumput laut jenis cottonii.

Kepala BPBL Lombok, Wawan C. Ashuri menjelaskan, budidaya rumput laut merupakan kegiatan ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir, dengan catatan menerapkan prinsip-prinsip cara budidaya sesuai standar.

Baca juga: Peringatan HUT RI di Sabu Raijua, Kementerian Kelautan & Perikanan Perkuat Pengawasan Pulau Terluar

Keunggulan bibit rumput laut kuljar dibandingkan dengan bibit rumput laut konvensional, lanjut Wawan diantaranya tumbuh lebih cepat, serta memiliki kandungan karagenan lebih tinggi. Bibit rumput laut kuljar dikembangkan dengan metode embriogenesis somatik.

“Harapannya penggunaan bibit rumput kuljar dapat memperbaiki kualitas dan kuantitas rumput laut pembudidaya di NTT, agar meningkatkan daya saing produknya, sehingga bisa terserap cepat di pasar. Bantuan 1 ton bibit rumput laut kultur jaringan dari kami, dapat digunakan untuk 5 kali siklus tanam atau bisa dipakai hingga setahun. 1 ton bibit rumput laut bisa menghasilkan sekitar 20 ton rumput laut basah atau 2,5 ton rumput laut kering, apabila dibudidayakan sesuai dengan cara budidaya yang sesuai standar,” tandasnya. (*)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved