Info Gempa Bumi
Daftar 13 Megathrust yang Mengepung Indonesia, Mentawai-Siberut & Selat Sunda Tinggal Menunggu Waktu
Daftar 13 Megathrust yang Mengepung Indonesia, berikut lokasi dan Prediksi kekuatannya, Mentawai-Siberut & Selat Sunda tinggal menunggu waktu
Penulis: Adiana Ahmad | Editor: Adiana Ahmad
POS-KUPANG.COM - Badan Meteoerologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG ) menyebut ada 13 Megathrust yang Mengepung Indonesia. Berikut lokasi dan prediksi kekuatannya.
Dua Megathrusth yakni Megathrust Menatawai-Siberut dan Megathrust Selat Sunda tinggal menunggu waktu untuk meledak.
Satu diantara 13 megathrust tersebut ada di Wilayah NTT yakni Megathrust Sumba dengan kekuatan Magnitudo 8,5 Skala Richter.
Berikut Daftar 13 Megathrust yang Mengepung Indonesia, antara lain:
- Megathrust Mentawai-Pagai dengan potensi gempa M8,9
2. Megathrust Enggano dengan potensi gempa M8,4
3. Megathrust Selat Sunda dengan potensi gempa M8,7
Baca juga: Penjelasan Lengkap BMKG Terkait Potensi Gempa 2 Megathrust RI sebut hanya untuk Mitigasi
4. Megathrust Jawa Barat-Jawa Tengah dengan potensi gempa M8,7
5. Megathrust Jawa Timur dengan potensi gempa M8,7
6. Megathrust Sumba dengan potensi gempa M8,5
7. Megathrust Aceh-Andaman dengan potensi gempa M9,2
8. Megathrust Nias-Simelue denga potensi gempa M8,7
9. Megathrust Mentawai-Siberut dengan potensi gempa M8,9
10. Megathrust Sulawesi Utara dengan potensi gempa M8,5
11. Megathrust Filipina dengan potensi gempa M8,2
12. Megathrust Papua dengan potensi gempa M8,7.
Menurut data BMKG, sejak gempa besar di Jepang pada pekan lalu, tercatat ada 7 kali gempa mengguncang wilayah Indonesia. Kendati demikian, Daryono memastikan gempa-gempat tersebut tidak terkait dengan Megathrust Nankai yang melanda Jepang.
Kendati demikian, Daryono memastikan gempa-gempa tersebut tidak terkait dengan Megathrust Nankai yang melanda Jepang.
"Tidak ada ada sama sekali (hubungan rentetan gempa pasca-megathrust di Jepang). Gempa kita memang banyak," kata dia.
Belakangan isu soal gempa besar berhembus kencang di kalangan masyarakat Indonesia. Kabar tersebut beredar setelah gempa dahsyat berkekuatan 7,1 Skala Richter (SR) terjadi di Pulai Kyushu, Jepang, pada Kamis (8/8) lalu.
Sebab, di zona gempa megathrust ini terdapat palung bawah laut sepanjang 800 kilometer yang membentang dari Shizouka di sebelah barat Tokyo hingga ujung selatan Pulau Kyushu.
Gempa dahsyat 2 pekan lalu dikhawatirkan menjadi pemicu atau pembuka gempa dahsyat berikutnya di Sistem Tunjaman Nankai.
Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono mengatakan, kekhawatiran ilmuwan Jepang terhadap Megathrust Nankai sama persis dengan yang dirasakan ilmuwan Indonesia.
Baca juga: Mengerikan, BMKG Sebut 16 Megathrust Kepung Indonesia,Mentawai hingga NTT,Gempa Tinggal Tunggu Waktu
Khususnya yang perlu diwaspadai di Indonesia adalah Seismic Gap Megathrust Selat Sunda (M8,7) dan Megathrust Mentawai-Suberut (M8,9).
"Rilis gempa di kedua segmen megathrust ini boleh dikata tinggal menunggu waktu karena kedua wilayah tersebut sudah ratusan tahun belum terjadi gempa besar," kata dia dalam keterangan resmi beberapa saat lalu.
Sebagai langkah antisipasi dan mitigasi, BMKG sudah menyiapkan sistem monitoring, processing, dan diseminasi informasi gempa dan peringatan dini tsunami yang makin cepat dan akurat.
Lebih lanjut, Daryono menjelaskan jika gempa dahsyat di Megathrust Nankai benar-benar terjadi, kemungkinan besar dapat memicu tsunami. Karena setiap gempa besar dan dangkal di zona megathrust akan memicu terjadinya patahan dengan mekanisme naik (thrust fault) yang dapat mengganggu kolom air laut (tsunami).
Pertanyaannya, jika gempa dahsyat megathrust itu terjadi apakah ada efeknya terhadap lempeng-lempeng tektonik yang ada di Indonesia?
Jawabnya, jika terjadi gempa besar di Megathrust Nankai, dipastikan deformasi batuan skala besar yang terjadi tidak akan berdampak terhadap sistem lempeng tektonik di wilayah Indonesia.
"Karena jaraknya yang sangat jauh, dan biasanya dinamika tektonik yang terjadi hanya berskala lokal hingga regional pada sistem Tunjaman Nankai," jelas Daryono.
"Tentu saja hal ini perlu kita waspadai, karena tsunami besar di Jepang dapat menjalar hingga wilayah Indonesia," ia menambahkan.
Kendati demikian, Daryono mengatakan masyarakat tak perlu khawatir. Pasalnya, apa yang terjadi di Jepang dapat dipantau secara real time dan dianalisis dengan cepat.
BMKG, kata Daryono, bisa memodelkan tsunami yang bakal terjadi dan dampaknya menggunakan system InaTEWS (Indonesia Tsunami Early Warning System), sehingga BMKG akan segera menyebarluaskan informasi gempa bumi dan peringatan dini tsunami di seluruh wilayah Indonesia, khususnya wilayah Indonesia bagian utara.
Baca juga: Ini Wilayah di NTT Berisiko Tinggi Kena Dampak Gempa Megathrust, BMKG: Kupang, Flores, Sumba Waspada
Daftar Gempa di Indonesia setelah Gempa Megahtrust Nankai Jepang
Gempa M3,4 di 0.24° LS ; 100.35° BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 7 Km Barat Laut Bukittinggi, Sumatra Barat dengan kedalaman 5 km yang terjadi pada hari Jumat, 9 Agustus 2024 pukul 00:35:45
Gempa M5,1 di 9,45° LS; 120,57° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 41 Km arah Timur Laut Waingapu, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur pada kedalaman 72 km pada hari Jumat, 9 Agustus 2024 pukul 23:40:39 WIB
Gempa M4,6 di 2.8 LU dan 117.74 BT, atau tepatnya berlokasi 63 km Tenggara Tarakan, Kalimantan Utara di kedalaman 11 km pada hari Sabtu, 10 Agustus 2024 pukul 16:20:23 WIB
Gempa M5,3 di 2,36° LU ; 126,67° BT. atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 123 Km arah BaratLaut Pulaudoi, Maluku Utara pada kedalaman 78 km yang terjadi pada hari Senin, 12 Agustus 2024 pukul 18:36:13 WIB
Gempa M5,5 di 5,57° LS ; 128,77° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 222 Km arah Tenggara Kota Ambon, Maluku pada kedalaman 324 km yang terjadi pada hari Selasa, 13 Agustus 2024 pukul 02:12:14 WIB
Gempa M4,9 di 9.18° LS; 112.59° BT tepatnya di laut pada jarak 115 km arah Tenggara Kab. Malang, Jawa Timur dengan kedalaman 57 Km yang terjadi pada hari Selasa, 13 Agustus 2024 pukul 10:03:52 WIB
Gempa M4,4 di 5.29° LU dan 95.51° BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 12 km Barat Laut, Jantho, Aceh Besar dengan kedalaman 2 km yang terjadi pada hari Selasa, 13 Agustus 2024 pukul 20:04:38 WIB. (*)
Ikuti berita POS-KUPANG.com di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.