Rabu, 22 April 2026

Berita Lembata

Jadi Petugas Upacara HUT RI ke-79, Anak di Amakaka Lembata Tampil Percaya Diri

Tahun ini SMPS Ile Lewotolok bekerja sama dengan 2 (dua) desa yaitu Desa Amakaka dan Desa Lamawara dengan mengutus para peserta didiknya

Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/HO
Penyerahan piagam penghargaan dari Kepala Desa Amakaka Ambrosius Boyang kepada perwakilan Paskibraka Dorotea Yunita Djari Manuk, Sabtu, 17 Agustus 2024. 

POS-KUPANG.COM, LEWOLEBA - Kepala Desa Amakaka, Ambrosius Boyang memberikan apresiasi kepada para siswa SMPS Ile Lewotolok yang telah turut andil menyukseskan kegiatan dalam rangka peringatan HUT RI dengan menjadi petugas upacara Detik-Detik Proklamasi dan Upacara Penurunan Bendera Merah Putih. 

Ia juga mengajak orang tua dan para guru SMPS Ile Lewotolok untuk tetap semangat mendidik anak sekolah. Hal ini ia sampaikan dalam amanat sebagai inspektur upacara dalam Upacara Penurunan Bendera di Wulen Lewotolok, Desa Amakaka

"Pemerintah desa juga mengajak, berharap juga kerjasama khusus di dunia pendidikan, terkhusus di SMPS Ile Lewotolok yang memang hampir rutin, tiap tahun kita kerjasama untuk kegiatan-kegiatan kenegaraan, maka sebagai pemerintah desa  kami mengajak kita semua terkhusus orang tua dan para guru di sekolah, untuk tetap mendidik mereka," katanya.  

Tahun ini SMPS Ile Lewotolok bekerja sama dengan 2 (dua) desa yaitu Desa Amakaka dan Desa Lamawara dengan mengutus para peserta didiknya menjalankan misi sebagai petugas Upacara Detik-Detik Proklamasi dan Upacara Penurunan Bendera Merah Putih. 

Latihan dilaksanakan tanggal 5-16 Agustus 2024, menjadi bagian tidak terpisahkan dari kegiatan ekstrakurikuler sekolah yaitu Pramuka. 
 
Antonius Bunga Thomas, salah satu guru sekaligus Koordinator Tim Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) SMPS Ile Lewotolok menyampaikan, kegiatan ini sangat bermanfaat untuk membangun karakter percaya diri para siswa. 

"Hemat saya, jadi petugas upacara, anak berani tampil percaya diri. Ini merupakan kesempatan untuk membangun karakter percaya diri anak selain cinta tanah air. Mental berani tampil semakin terasa," katanya usai upacara penurunan bendera merah putih.

Baca juga: Semarak Seribu Balon Dipuncak Dies Natalis 10 Tahun Smansa Ile Ape - Lembata 

Antoni, demikian sapaan guru ini, bersama Simon Oni Painlery membimbing para siswa yang terseleksi sebagai petugas upacara: paskibra, komandan upacara, protokol, pembaca doa, dan perwira upacara. 

"Saya dan Pak Simon Oni Painlery berusaha melatih anak-anak semampu kami dengan waktu yang menurut kami sangat singkat ini. Saya di Amakaka, Pak Oni di Lamawara. Selama latihan, kami dihadapkan pada kegiatan rakerdik (rapat kerja pendidikan) dan persiapan akreditasi sekolah," ujarnya.

Antoni juga menyampaikan ucapan terima kasih atas kerjasama antara SMPS Ile Lewotolok dan Pemerintah Desa Amakaka dan Lamawara. 

"Ini pengalaman luar biasa, bisa bekerjasama dengan Pemerintah Desa Amakaka dan Pemerintah Desa Lamawara. Terima kasih untuk kerjasama ini dan semoga berlanjut terus," pungkasnya. (*)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved