Jumat, 15 Mei 2026

Berita NTT

Cerita Mentari Ikut Paskribaka HUT RI ke-79 Tingkat Provinsi NTT

Hampir setiap peringatan 17 Agustus, dia bersama keluarga menyaksikan Paskribaka tingkat nasional membawa bendera. 

Tayang:
Penulis: Irfan Hoi | Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/IRFAN HOI
Mentari Wue Janggandewa (15). Remaja asal Sumba Timur itu haru menyelesaikan tugasnya menjadi seorang Paskribaka di hari ulang tahun (HUT) RI ke-79 tingkat Provinsi NTT 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Mentari Wue Janggandewa (15), salah satu pasukan pengibar bendera pusaka (Paskribaka) di hari ulang tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) ke 79 tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu 17 Agustus 2024.

Mentari dan 25 Paskribaka lainnya sukses mengibarkan Sang Merah Putih. Meski gugup karena baru perdana, Mentari dan rekannya tetap kompak menjalankan tugas itu. 

Remaja asal Sumba Timur ini terlihat serius. Dia ingin menjaga langkah dan geraknya agar tidak menjadi beban kelak. Usai tuntas dalam acara itu, mereka istirahat sebentar di bagian timur alun-alun Rumah Jabatan Gubernur NTT. 

Tidak hanya Mentari, Paskribaka juga terlihat haru selepas mengibarkan sang Merah Putih. Perempuan yang lahir 16 Mei 2009 lalu itu bahagia menyelesaikan tugasnya dengan baik. Meski gugup dia bertahan dan bisa melalui itu dengan sempurna. 

Mentari adalah siswi SMAN 1 Waingapu di Sumba Timur. Sejak seleksi pada awal 2024 tingkat sekolah, dia lolos. Begitu juga ketika seleksi bersama ratusan siswa lainnya di tingkat Kabupaten Sumba Timur. Mentari terpilih bersama seorang temannya menjadi Paskribaka tingkat provinsi. 

Dia menceritakan, keinginannya kuat untuk mengikuti Paskribaka karena keseringan menonton upacara Paskribaka lewat saluran televisi. 

Hampir setiap peringatan 17 Agustus, dia bersama keluarga menyaksikan Paskribaka tingkat nasional membawa bendera. 

"Jadi ada tumbuh rasa motivasi saya pengen jadi Paskribaka. Ini pertama kali sehingga kaget, yang akhirnya terbiasa hingga menyelesaikan. Saya menangis, karena tahapannya berat sekali," kata Mentari. 

Anak pertama dari tiga bersaudara itu tidak menyangka akan terpilih. Hal itu melatari dirinya haru ketika menuntaskan tugasnya Sabtu pagi. Aksi Mentari Cs disaksikan seluruh tamu undangan dan pimpinan Forkopimda di NTT. 

"Saya bangga dan sangat senang. Penyertaan Tuhan kami dapat menyelesaikan tugas hari ini," ucap Mentari. 

Dia harap, ada para calon pengibar bendera lainnya setelah dirinya. Begitu juga dengan dua orang adiknya. Mentari sendiri ingin menjadi seorang polisi wanita. Dari kesempatan ini, dia ingin terus belajar dan memperbaiki diri untuk menjadi seorang abdi negara. 

Baca juga: Profil Pembawa Baki Bendera Merah Putih di Ende,  Fitriah : Sempat Gugup Turuni Anak Tangga

Pelatih Paskribaka, Bripka Riza Sufriany Malelak mengatakan, tangisan dari para pengibar bendera tingkat provinsi itu merupakan rasa haru. Dia bersyukur karena penuntunan Tuhan akhirnya proses itu berjalan lancar. 

"Tangisan itu rasa haru dari kami karena sebenarnya, kalau kami berharap secara manusia, kami tidak mampu. Tapi karena Tuhan," kata Riza. 

Riza bilang, para pengibar bendera kali ini lebih muda dilatih. Waktu yang diberikan hanya dua pekan. Anak-anak sudah memiliki kemampuan. Sehingga, 14 hari selama latihan para pelatih hanya melakukan penekanan dan perbaikan. 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved