Airlangga Hartarto Mundur

Malam Ini Golkar Gelar Rapat Pleno, Meutya Hafid Berharap Tanpa Voting

Malam ini Partai Golkar menggelar rapat pleno membicarakan pergantian Ketua Umum Airlangga Hartarto yang telah mengundurkan diri sejak Sabtu lalu.

Editor: Frans Krowin
ISTIMEWA/POS-KUPANG.COM
TANPA VOTING – Meutya Hafid berharap agar dalam rapat pleno yang digelar Partai Golkar malam ini, keputusan yang diambil atas dasar musyawarah mufakat atau tanpa voting. 

POS-KUPANG.COM – Malam ini, Partai Golkar menggelar rapat pleno, membicarakan pergantian Ketua Umum Airlangga Hartarto yang memilih mengundurkan diri pada Sabtu 10 Agustus 2024. Rapat pleno tersebut untuk menentukan Pelaksana Tugas atau Plt menggantikan Ketua Umum Golkar yang telah mengundurkan diri.

Atas pelaksanaan rapat pleno tersebut, Ketua DPP Partai Golkar, Meutya Hafid, berharap agar dalam momen tersebut keputusan yang diambil atas dasar musyawarah mufakat atau bukan dengan pola voting.

Sesuai rencana rapat pleno tersebut digelar sekitar pukul 19.00 WIB, Selasa 13 Agustus 2024. Kegiatan itu setidaknya harus menghasilkan keputusan untuk menunjuk Plt Ketua Umum Golkar yang telah mengundurkan diri.

Saat ini ada dua politisi Golkar yang cukup kuat, yang semuanya pro Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dua politisi Golkar tersebut, adalah Bahlil Lahadalia dan Agus Gumiwang Kartasasmita.

"Sehubungan dengan keputusan Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartarto untuk mundur yang telah disampaikan pada hari Sabtu 10 Agustus 2024, maka DPP Partai Golkar akan menggelar rapat pleno pada Selasa, 13 Agustus pukul 19.00 WIB," ujar Meutya dalam keterangannya, Senin 12 Agustus 2024 malam. 

Meutya Hafid menjelaskan, ada tiga agenda yang dibicarakan dalam rapat pleno malam nanti. Pertama, pembacaan surat pengunduran diri Airlangga Hartarto sekaligus menentukan pelaksana tugas ketua umum Golkar. 

Kemudian, rapat pleno untuk menentukan jadwal rapat pimpinan nasional serta pelaksanaan Musyawarah Nasional Luar Biasa atau disingkat Munaslub. 

"Rapat pleno akan dilaksanakan dengan semangat musyawarah mufakat," kata Meutya. 

Meutya pun mengusulkan agar pemilihan Plt Ketua Umum Golkar tidak dilakukan dengan sistem voting atau pemungutan suara. 

Meutya menyarankan para wakil ketua umum Golkar agar duduk bersama dan bermusyawarah untuk menentukan sosok yang layak dijadikan Plt Ketua Umum Golkar

 “Kader masih terkaget dengan keputusan ketum, jangan dipaksa untuk voting,” kata Meutya.

Sebelumnya, Airlangga buka suara mengenai kabar pengunduran diri dari kursi ketua umum partai Golkar.

Menko Perekonomian itu membenarkan informasi yang beredar tersebut.

Dia mengumumkan kabar pengunduran diri tersebut lewat video tapping yang disebar kepada awak media, Minggu 11 Agustus 2024.

Airlangga terlihat duduk di sebuah meja kerja sembari merekam pernyataan pribadinya.

"Saya Airlangga Hartarto setelah mempertimbangkan dan untuk menjaga keutuhan partai Golkar dalam rangka memastikan kestabilan transisi pemerintahan yang akan terjadi dalam waktu dekat, maka dengan mengucapkan bismillahirahmanirahim serta atas petunjuk Tuhan yang maha besar maka dengan ini saya menyatakan pengunduran diri sebagai ketua umum DPP partai Golkar," kata Airlangga.

Airlangga menjelaskan pengunduran diri sudah disampaikan sejak Sabtu 10 Agustus 2024 kemarin.

Nantinya, ia menyerahkan mekanisme pergantian kursi ketum Golkar kepada pengurus partai.

Baca juga: Ridwan Kamil Bicara Soal Airlangga Hartarto: Ini Dinamika Kepartaian, Jadi Biasalah

Baca juga: Hasto dan Bu Mega Kaget Dengar Keputusan Airlangga Hartarto: Ini Tantangan Bagi Bangsa

"Pengunduran diri ini terhitung sejak semalam yaitu Sabtu 10 Agustus 2024, selanjutnya sebagai partai yang besar yang matang dan dewasa, DPP Partai Golkar akan segera menyiapkan mekanisme organisasi sesuai dengan ketentuan AD ART organisasi yang berlaku," ungkapnya.

Airlangga berharap proses pergantian ketua umum dapat dilakukan secara damai.

Pasalnya, demokrasi harus tetap dikawal secara baik.

"Semua proses ini akan dilakukan dengan damai tertib dan dengan menjunjung tinggi marwah partai Golkar. Demokrasi harus kita kawal dan kita kembangkan terus menerus," katanya. (*)

Ikuti Pos-Kupang.Com di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved