Kecelakaan Pesawat

Pihak Berwenang Sudah Ambil Kotak Hitam Pesawat ATR yang Jatuh di Brasil 

Sebagaimana diberitakan BBC pada Minggu (11/8/2024), jumlah korban direvisi naik menjadi 62 orang. 

|
Editor: Dion DB Putra
AFP/MIGUEL SCHINCARIOL
Penampakan dari udara reruntuhan pesawat yang jatuh dengan 61 orang di dalamnya di Vinhedo, Negara Bagian Sao Paulo, Brasil, pada 9 Agustus 2024. Sebuah pesawat yang membawa 57 penumpang dan 4 awak jatuh pada 9 Agustus 2024 di negara bagian Sao Paulo, Brasil, menewaskan semua orang di dalamnya. 

POS-KUPANG.COM, SAO PAULO - Pihak berwenang sudah mengambil perekam penerbangan atau kotak hitam pesawat yang jatuh di Brasil, Jumat 9 Agustus 2024. 

Otoritas setempat masih menyelidiki penyebab jatuhnya pesawat jenis ATR yang menewaskan 62 orang tersebut.

Sementara itu, semua jenazah telah ditemukan dari lokasi kecelakaan pesawat di Sao Paulo Brasil

Tim penyelamat terus bekerja untuk menemukan dan mengidentifikasi para korban.

Sebagaimana diberitakan BBC pada Minggu (11/8/2024), jumlah korban direvisi naik menjadi 62 orang. 

Maskapai Voepass sebelumnya mengatakan pesawat ATR 72-500 membawa 57 penumpang dan empat awak antara Cascavel di negara bagian Paraná di selatan ke bandara Guarulhos di kota Sao Paulo

Namun, dikonfirmasi ulang bahwa ada penumpang lain yang belum ditemukan dalam penerbangan tersebut. 

Rekaman yang beredar di media sosial menunjukkan sebuah pesawat turun secara vertikal, berputar-putar saat jatuh. 

Pesawat itu jatuh di kawasan pemukiman, namun tidak ada seorang pun di darat yang terluka atau meninggal dunia. 

Para pejabat mengatakan hanya satu rumah di kompleks kondominium setempat yang rusak. 

Negara bagian Sao Paulo mengatakan telah menyelesaikan operasi pemindahan jenazah korban dari lokasi tersebut pada pukul 18.30 waktu setempat pada hari Sabtu. 

Ia menambahkan, jenazah terdiri 34 laki-laki dan 28 perempuan sedang dipindahkan ke kamar mayat polisi di kota Sao Paulo, di mana mereka akan diidentifikasi dan diserahkan kepada keluarga. 

Dua korban, kapten dan perwira pertama, telah diidentifikasi, kata negara tersebut. 

Ia menyebutkan, anggota keluarga akan menginap di sebuah hotel di kota tersebut untuk membantu mengidentifikasi para korban, sejauh ini 38 keluarga telah tiba. 

Sebelumnya, Kapten Maycon Cristo, juru bicara pemadam kebakaran, mengatakan tim mengandalkan sejumlah faktor untuk membantu mengidentifikasi penumpang. 

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved