Pilkada 2024

Pilkada 2024, Jokowi Effect Masih Kuat Saat Pengaruh Prabowo Terus Membesar

Pengaruh Presiden Joko Widodo dalam Pilkada 2024 serentak diyakini masih ada kendati pengaruh Prabowo Subianto, presiden terpilih, terus membesar. 

Editor: Agustinus Sape
KOMPAS.COM/RAHEL
Presiden Jokowi makan siang bersama Menteri Pertahanan Prabowo Subianto di Magelang, Jawa Tengah, Senin (29/1/2024). 

POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Pengaruh Presiden Joko Widodo dalam Pilkada 2024 serentak diyakini masih ada kendati pengaruh Prabowo Subianto, presiden terpilih, terus membesar. 

Bahkan, keduanya disebut satu suara untuk pilkada di tujuh provinsi, termasuk Jakarta, karena populasi penduduk di wilayah itu mencakup 70 persen penduduk Indonesia.

Untuk Pilkada Jakarta, misalnya, dukungan solid Jokowi dan Prabowo serta partai politik dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus akan membuat calon yang didukung menjadi sangat kuat.

Hal itu diungkapkan pendiri Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny Januar Ali, Sabtu (10/8/2024), di Jakarta. Ia menyebutkan bahwa saat ini pengaruh Jokowi atau Jokowi effect diimbangi pengaruh Prabowo. Lebih kuat lagi, menurut dia, keduanya tak akan berpisah jalan setidaknya sampai akhir tahun ini.

Karena itu, kendati Jokowi akan mengakhiri jabatan sebagai Presiden RI pada 20 Oktober 2024 dan Prabowo akan memegang tampuk kekuasaan setelahnya, keduanya masih satu suara dalam mengusung calon-calon kepala daerah di Pilkada 2024 yang akan digelar serentak pada 27 November mendatang.

Denny menyebutkan Jokowi dan Prabowo akan satu suara pada tujuh provinsi yang paling strategis, yakni Sumatera Utara, Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan. Ketujuh provinsi itu dinilai strategis karena populasi penduduk di wilayah itu mencakup 70 persen penduduk Indonesia. Gubernur di tujuh wilayah itu pun dinilai berpotensi melaju sebagai kandidat Pemilu Presiden 2029.

”Belum terdengar kabar kedua tokoh itu beda pilihan di tujuh wilayah paling strategis,” ujarnya.

Pengaruh Jokowi ini, lanjut Denny, bisa dilihat di segmen yang berbeda. Di segmen elite partai politik, pengaruh Jokowi masih sangat kuat dalam menentukan siapa kandidat yang akan memperoleh tiket maju di pilkada.

Sebab, calon sehebat apa pun tidak akan bisa maju kalau tidak mendapatkan tiket partai. Denny mencontohkan, Anies Baswedan yang kemungkinan besar tak akan bisa maju dalam Pilkada Jakarta karena tak memiliki cukup dukungan parpol.

Denny, yang sempat bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jumat (9/8/2024) sore, menilai efek Jokowi pada elite partai masih besar karena waktu penutupan pendaftaran kandidat pilkada masih 29 Agustus mendatang. Di saat itu, Jokowi masih menduduki jabatan sebagai Presiden RI.

Kalaupun sudah tak lagi menjabat Presiden, efek Prabowo yang membesar dinilai akan melanjutkan dukungan yang sama arahnya. Apalagi koalisi parpol pendukung Prabowo, yakni KIM, diyakini akan membesar menjadi KIM Plus dengan tambahan dukungan dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Pengaruh Jokowi di segmen pemilih, menurut Denny, juga tak akan berbeda jauh karena dalam survei-survei, secara umum tingkat kepuasan (approval rating) Jokowi masih tinggi. ”Sekitar 78-81 persen, up and down. Masih besar sekali jumlah pemilih yang suka. Yang kritis sekali dan beroposisi, aktif di sosmed dan kampus, kalangan aktivis terpelajar, jumlahnya terbatas,” tuturnya.

Selain itu, dia menilai hubungan emosional Prabowo dan Jokowi kepada mayoritas pemilihnya sulit diganggu. Hubungan Prabowo dan Jokowi pun disebut sedang dalam masa bulan madu sehingga rasanya tak mungkin pecah kongsi hingga akhir tahun ini. ”Kalau setelahnya (setelah 2024 berlalu), kita belum tahu,” ujarnya.

Selain Aceh dan Sumatera Barat, dua provinsi di mana Prabowo Subianto kalah di Pilpres 2024 lalu, pengaruh Jokowi dan Prabowo diakui tidak besar. Namun, di luar dua provinsi tersebut, Denny menilai para calon kepala daerah pun tak akan mengambil sikap menyerang Prabowo dan Jokowi. Sebab, hal ini diyakini akan berbalik dan kontraproduktif seperti yang terjadi pada Pilpres 2024.

Anak dan Menantu

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved