Berita Jakarta
Kebocoran Gas di Kuningan Jakarta Selatan Sudah Berhasil Ditangani
Kebocoran pipa gas yang terjadi di depan Gedung Kementerian Kesehatan, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, sudah tertangani pada Rabu.
POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Kebocoran pipa gas yang terjadi di depan Gedung Kementerian Kesehatan, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, sudah tertangani pada Rabu (7/8/2024) pukul 18.12 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, beberapa warga yang mencium gas merasa mual dan hampir pingsan.
Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta Satriadi Gunawan, Rabu, mengatakan, saat ini, kebocoran gas sudah tertangani. ”Kami hanya melakukan pengamanan di sekitar lokasi sepanjang proses penanganan berlangsung,” kata Satriadi.
Dia mengatakan, peristiwa ini bermula ketika petugas keamanan di Gedung Kementerian Kesehatan melaporkan ada kebocoran gas yang terjadi tepat di depan gedung Kemenkes pada Rabu, sekitar pukul 16.58 WIB. Kemudian sebanyak 12 personel dikerahkan untuk mengamankan lokasi kebocoran.
”Kami hanya mengamankan lokasi terkait penanganan diserahkan kepada pihak Pertamina,” kata Satriadi.
Dari kejadian tersebut tidak ada korban jiwa. Tidak ada warga yang dievakuasi. ”Dalam proses pengamanan tidak ada kendala,” katanya.
Nuril Hakim, petugas keamanan Kementerian Kesehatan melihat langsung kebocoran gas tersebut. Sebelum kejadian, ada satu unit ekskavator yang sedang mengerjakan proyek drainase di area itu. Namun, di tengah pengerjaan, terjadilah kebocoran gas. Kebocoran terjadi kemungkinan karena ada penggalian tanah mengenai pipa gas.
Saat kebocoran terjadi, terlihat gas keluar dari pipa hingga ketinggian satu meter dan menimbulkan bau yang sangat menyengat. ”Saya sempat mencium gas dan merasa mual dan hampir pingsan,” katanya. Tidak hanya Nuril, beberapa pegawai yang tak sengaja mencium gas juga merasakan hal yang sama.
Kepanikan pun terjadi karena saat kejadian berlangsung, para pegawai Kemenkes sedang pulang kerja. Karena itu, fokus petugas keamanan adalah memindahkan kendaraan yang terparkir menjauh dari area kebocoran. ”Kami khawatir jika nanti ada percikan api. Jadi kami segera mensterilkan area,” katanya.
Agar tidak jatuh korban, para pegawai diarahkan ke bagian belakang gedung. Beruntung, pihak Pertamina bisa menangani kebocoran dengan cepat yakni sekitar dua jam setelah kejadian.
Nuril menuturkan, kondisi lalu lintas pun sempat mengalami kemacetan panjang karena ada penutupan jalan di area putar balik. ”Banyak kendaraan yang tidak bisa putar balik sehingga menimbulkan kemacetan lalu lintas. Apalagi saat itu, lalu lintas sedang padat karena merupakan jam pulang kerja,” kata Nuril.
Namun, pada malam hari, lalu lintas di sekitar lokasi kejadian pun sudah kembali normal. Kasi Humas Polres Jakarta Selatan Ajun Komisaris Nurma Dewi menuturkan, saat ini petugas kepolisian dari Polsek Setiabudi sedang melakukan pengamanan di sekitar lokasi. ”Situasi lalu lintas pun sudah kembali lancar,” katanya.
Kesalahan penggalian
Kapolsek Metro Setiabudi Komisaris Firman mengatakan, kejadian ini disebabkan oleh kesalahan prediksi dalam proses penggalian. Untuk diketahui proyek yang sedang dikerjakan adalah penggalian trotoar dan galian saluran air proyek Dinas Bina Marga Pemprov DKI Jakarta.
Berdasarkan keterangan dari operator eskavator Muhamad Halid (21) diketahui jika kebocoran ini terjadi akibat adanya kesalahan prediksi. Halid mengakui jika sebelum menggali trotoar, dia sudah bertanya kepada pihak pengawas apakah ada saluran pipa di area penggalian yakni di tengah trotoar. Pengawas mengatakan tidak ada.
Dari pernyataan itu, Halid lalu mengerjakan tugasnya. Namun, perkiraan itu meleset dan pengerjaan galian mengenai pipa gas dan terjadilah kebocoran.
| Viral Nenek Hasna Tinggal di Rumah Berukuran 2 Meter x 3 Meter Bersama Belasan Cucunya |
|
|---|
| Masjid Lautze di Jakarta Surganya Warga Etnis Tionghoa Indonesia yang Memeluk Islam |
|
|---|
| Polisi Tangkap dan Dalami Kondisi Kejiwaan Pria yang Diduga Hendak Bakar Masjid di Tanjung Priok |
|
|---|
| Kualitas Udara di Jakarta pada Tingkat Berbahaya, Para Eksekutif Mendiskusikan Cara Memerangi Polusi |
|
|---|
| Jakarta Kota Paling Tercemar di Dunia, Pemerintah Salahkan Musim Kemarau dan Kendaraan Bermotor |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/PENANGANAN-KEBOCORAN-GAS-DI-JAKSEL_01.jpg)