Pilgub DK Jakarta

Jamiluddin Ritonga: Terlalu Berat Jika Paket Independen Maju di Pilgub DKI Jakarta

Pengamat Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga membeberkan pandangannya tentang peluang bagi pasangan independen di Jakarta.

Editor: Frans Krowin
POS-KUPANG.COM
TERLALU BERAT – Dalam Pilgub DKI Jakarta 2024 ini, peluang pasangan dari jalur independen akan sangat berat. Sebab ketentuan yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum juga terlambau berat. 

POS-KUPANG.COM - Pengamat Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga membeberkan pandangannya tentang peluang politik bagi figur yang ingin maju di Pilgub DKI Jakarta dari jalur independen.

Jalur independen ini, katanya merupakan pilihan yang sangat berat, karena peluangnya sangat kecil jika dibandingkan dengan figur yang akan diusung oleh partai-partai politik yang berkoalisi dalam satu kekuatan.

Ada pun salah satu pasangan yang disebut-sebut akan maju dari jalur independent, adalah Dharma Pongrekun yang akan bersanding dengan Kun Wardana. Jalur ini akan sangat berat, karena ketentuan yang dipasang juga teramat berat.

Salah satu syarat nan berat itu, adalah apabila ada 538.178 data dukungan yang tidak memenuhi syarat, maka itu harus segera diganti dan tenggat waktu perbaikan hanya dalam tiga hari. Syarat ini sungguh sangat berat.

Menurut Jamiluddin Ritonga, hanya orang-orang yang sudah siap jauh-jauh hari yang berpeluang akan bisa memenuhi syarat sebagaimana yang ditetapkan KPU, khususnya pada aspek tentang syarat data dukungan. 

“Tidak mudah mengumpulkan data dukungan yang harus dilampirkan copy KTP. Apalagi saat ini, copy KTP banyak disalahgunakan. Ini yang membuat warga tidak mau menyerahkan copy KTP-nya. Ini juga yang ajab menyulitkan calon independen untuk mendapat data dukungan,” ujar Jamil.

Ia mengatakan, bahwa apabila calon independen tidak bisa maju, maka sangat besar peluang kalau Anies Baswedan bakal melawan kotak kosong dalam momen pesta demokrasi tersebut.

Namun, peluang ini juga hanya akan bisa terjadi manakala Koalisi Indonesia Maju juga mengusung Anies Baswedan dalam momen pesta demokrasi lima tahunan tersebut.

Hanya saja, lanjut Jamiluddin Ritonga, rasanya sangat kecil kemungkinan kalau Koalisi Indonesia Maju mau mengusung Anies Baswedan. Sebab sosok ini dinilai berseberangan dengan koalisi parpol tersebut.

“KIM juga tentu akan menilai kalau Anies bakal berbahaya bila terpilih lagi menjadi gubernur Jakarta. Sebab, hal itu akan menjadi ancaman pada Pilpres 2029,” ungkap Jamil.

Jamil menilai, KIM tampaknya tidak akan membiarkan Anies maju Pilkada Jakarta dengan melawan kotak kosong.

KIM juga tidak akan mau Anies terpilih menjadi gubernur dengan cara mudah.

“KIM justru akan berupaya dengan segala cara untuk memenangkan Pilkada Jakarta. Sebab, Jakarta dinilai provinsi yang strategis, sehingga kemenangan menjadi harga mati bagi KIM,” jelasnya.

“Jadi, KIM akan menyiapkan duet yang kompetitif untuk memenangkan Pilkada Jakarta. Bagi KIM, Anies harus dikalahkan dengan cara apa pun,” imbuhnya.

Jamil mengatakan, bagi KIM, Jakarta sebagai wilayah pertaruhan bergengsi dan sangat politis.

Untuk itu, semua kekuatan yang dimiliki KIM akan dikerahkan untuk mengalahkan Anies.

Siapa Calon Cawagub Anies ? 

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jakarta bakal membuka pendaftaran paslon Pilkada 2024 satu bulan lagi.

Diketahui, KPU DKI Jakarta Bakal membuka pendaftaran Selasa, 27 Agustus 2024 - Kamis, 29 Agustus 2024.

Untuk paslon yang diusung oleh partai politik, minimal koalisi parpol tersebut memiliki 25 persen kursi di DPRD DKI Jakarta berdasarkan hasil Pileg 2024 yakni minimal memiliki 22 kursi DPRD DKI.

Anies Baswedan mengaku belum memikirkan terkait siapa cawagub yang akan mendampinginya.

Eks Gubernur Jakarta itu mengaku belum memikirkan siapa nama yang sekiranya akan menjadi lawan terberatnya di Pilkada Jakarta.

Dia menegaskan fokusnya saat ini adalah bisa menyelesaikan berbagai persoalan warga Jakarta.

"Bagi kami saat ini saya sampaikan fokusnya adalah warga Jakarta. Kita, kami bekerja bersama dengan warga Jakarta selama lima tahun. Saya bekerja dengan rasa cinta pada 

warga, sehingga ingin masalah-masalah yang dihadapi warga bisa diselesaikan, bisa dikurangi bebannya, supaya bisa hidup lebih baik," kata Anies di Pasar Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Minggu 28 Juli 2024.

Dengan begitu, dia mengaku belum memikirkan terkait siapa yang bakal menjadi cawagubnya kendati sudah ada beberapa nama yang dimunculkan.

Mulai dari Wakil Ketua Majelis Syuro PKS, Sohibul Iman hingga Ketua DPRD DKI yang juga politisi PDIP, Prasetyo Edi Marsudi yang saat ini mulai santer mencuat.

"Saya sebenarnya lebih banyak konsentrasi pada masalah-masalah yang ada di Jakarta. Pertama, kita belum masuki masa kampanye, kita juga belum tahu siapa saja yang nanti akan berada di dalam Pilkada," jelas Anies.

PDIP Belum Dukung Anies Baswedan

Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat mengungkapkan, jika partainya belum memutuskan apakah mengusung Anies Baswedan atau tidak di Pilkada Jakarta 2024.

"Masih belum (soal dukung Anies)," kata Djarot di DPP PDIP, Menteng Jakarta Pusat, dikutip Minggu 28 Juli 2024.

Djarot menyampaikan bahwa PDIP sedang mencermati dinamika dan suara akar rumput terhadap Pilkada Jakarta.

"Terutama bagaimana pembangunan Jakarta lima tahun ke depan harus lebih bagus daripada yang sekarang," ujarnya.

Sebab dia menyebut, bahwa Jakarta akan menjadi daerah khusus meksipun tak lagi menjadi ibu kota. 

Baca juga: Tak Ingin Kongsi Politiknya Pecah, Koalisi Indonesia Maju Pastikan RK Maju di Jakarta

Baca juga: PDIP Belum Temukan Figur Potensial untuk Jakarta, Hasto: Kita Punya Strategi

"Karena apa? Meskipun bukan ibu kota, Jakarta tetap menjadi Daerah Khusus Jakarta. Jadi kita harus terus mendengarkan," tuturnya. 

Selanjutnya Djarot menekankan, Jakarta membutuhkan pemimpin yang bisa bekerja, memiliki integritas dan berani untuk mengeksekusi.

Namun, ia mengakui partainya juga berkomunikasi dengan Anies termasuk beberapa partai politik (parpol).

"Kita dekat dengan siapapun juga. PDIP selalu membuka komunikasi dengan siapapun juga termasuk dengan Pak Anies, termasuk dengan Pak Sohibul Iman, termasuk dengan PKS, termasuk dengan Demokrat, termasuk dengan PAN, dengan Gerindra apalagi, dengan Golkar," jelasnya. 

Menurut Djarot, komunikasi politik dengan semua elemen merupakan hal yang wajar dalam dunia politik.

Sebagai informasi, Anies Baswedan baru mendapatkan tiket dukungan dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan dipasangkan dengan pimpinan partai tersebut yakni Sohibul Iman. 

Kemudian PKS bahkan sudah mengumumkan nama AMAN sebagai singkatan pasangan ini di Pilkada Jakarta 2024. 

Selain itu, Anies juga telah direkomendasikan oleh DPW PKB Jakarta sebagai calon tunggal untuk Pilkada Jakarta 2024. 

Namun, DPP PKB masih belum menerima usulan rekomendasi dari tingkat DPW tersebut.

Adapun partai NasDem sudah resmi mengusung Anies Baswedan sebagai calon gubernur di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jakarta 2024. 

Pernyataan ini disampaikan Sekjen NasDem Hermawi Taslim di NasDem Tower, Jakarta Pusat, pada Senin 22 Juli 2024 lalu. 

PAN Pasang Syarat Ini

Partai Amanat Nasional (PAN) ingin putri kandung Zulkifli Hasan alias Zulhas yakni Zita Anjani maju dalam kontestasi Pilkada Jakarta.

Bahkan, PAN akan bersedia mendukung Anies Baswedan sebagai calon gubernur apabila Zita Anjani ditunjuk sebagai calon wakil gubernurnya

Wakil Ketua Umum PAN Yandri Susanto menegaskan, pihaknya bisa saja langsung mengeluarkan Surat Keputusan (SK) dukungan kepada Anies Baswedan asalkan cawagubnya adalah Zita Anjani.

"Dan tentu PAN tidak menutup kemungkinan juga bisa bergabung juga dengan Anies. Tapi dengan syarat, syaratnya wakilnya dari PAN, Zita Anjani," kata Yandi saat ditemui awak media di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat 26 Juli 2024.

Lebih jauh, Yandri bahkan menyebut, pihaknya juga telah menyiapkan sosok alternatif yang didukung, jika tak menemui kesepakatan dengan Anies Baswedan terkait syaratnya itu.

Kata dia, sosok yang dimaksud yakni pengusaha sekaligus politikus Golkar Jusuf Hamka alias Babah Alun atau Politikus PDI-P Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

"Kalau itu tidak ada titik temu, ya berarti kemungkinan PAN akan memunculkan calon alternatif, ya bisa Jusuf Hamka, bisa

Ahok, bisa nama lain," kata dia.

Kendati demikian, sejauh ini memang kata Yandri, untuk pertarungan Pilkada Jakarta masih cenderung dinamis.

 Setiap partai yang akan mengusung pasangan sosok, masih menimbang beragam kemungkinan.

Kata dia, setiap partai dan pasangan calon gubernur-calon wakil gubernur pasti menginginkan kemenangan saat pertarungan Pemilu.

"Jadi Anies berpeluang untuk menang, termasuk kompetitor nanti juga berpeluang untuk menang. Nah PAN sedang memastikan itu semua," kata dia.

Terpenting kata Yandri, untuk saat ini PAN ada posisi pengin menawarkan nama putri kandung Zulkifli Hasan alias Zulhas yakni Zita Anjani kepada Anies Baswedan.

Kata dia, jika Anies Baswedan menyepakati nama Zita Anjani mendi cawagubnya, maka PAN akan segera mengeluarkan Surat Keputusan (SK) dukungan.

"Intinya kalau PAN tadi, kalau Anies ambil Zita, dalam hitungan jam SK keluar," kata Yandri.

Terkini, dirinya bahkan menyebut sudah meminta kepada Ketua DPW PAN Jakarta Eko Patrio untuk melakukan komunikasi dengan Anies Baswedan.

Dalam komunikasi itu, Yandri berpesan agar PAN Jakarta mendorong nama Zita kepada Anies Baswedan sebagai cawagub.

"Dan dalam komunikasi itu saya minta tolong Mas Eko sampaikan, kalau Mas Anies ngambil Zita Anjani, SKnya langsung keluar. Dalam hitungan jam," tukas Yandri

Zita Anjani: Berpasangan dengan RK Cocok

Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Zita Anjani menanggapi terkait namanya yang masuk ke bursa pemilihan Gubernur Jakarta.

Zita Anjani mengatakan, dirinya menyerahkan semuanya kepada Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan.

Sebelumnya, Sekjen PAN Eddy Soeparno mengatakan, bahwa pihaknya ingin memajukan Zita Anjani untuk Pilkada Jakarta, dengan mendampingi Ridwan Kamil (RK).

PAN menyatakan dukungannya terhadap kombinasi ini, merasa bangga jika kader partainya dapat bertarung dalam Pilgub Jakarta.

"Dan rasanya kok cocok kalau (Zita Anjani) disandingkan dengan mas RK ya," ujarnya dikutip dari Kompas.com.

"Apalagi ini kan tokoh muda dua-duanya. Muda, progresif, yang dibutuhkan DKI, biar lincah pergerakannya," lanjut Eddy di sela-sela open house Idul Fitri Ketum PAN Zulkifli Hasan 10 Apil 2024.

Meskipun belum ada keputusan resmi dari partai, Zita Anjani menyambut positif peluang untuk berpasangan dengan RK.

Menurutnya, RK cocok sebagai calon gubernur DKI karena keakraban, dukungan terhadap generasi muda, dan pesonanya.

Meskipun belum ada keputusan pasti dari PAN, Zita Anjani yang mengaku belum tahu siapa calon yang bakal diusung PAN untuk Jakarta mengomentari sosok RK yang menurutnya tepat menjadi calon gubernur Jakarta.

"Kalau pak RK sih cocok ya jadi calon gubernur Jakarta. Karena selain gaul, pro ke anak muda juga, dan juga ganteng," kata Zita.

Pada saat sama, PAN menghormati keinginan Golkar mengusung RK di Pilkada Jawa Barat.

"Jakarta aja lah. Kayaknya Jakarta membutuhkan pak RK deh, biar lebih banyak humornya di Jakarta," harap Zita.

Dukungan dari PAN tetap akan diberikan jika RK memutuskan untuk berpasangan dengan Zita di Pilgub Jakarta.

Zita juga dengan mantap mengaku siap jika dengan track record yang dimilikinya, ditugaskan partai mendampingi Ridwan Kamil di Pilgub Jakarta.

"Kalau saya dipercaya partai, itu wajar, sebab saya bagian dari partai dan sudah memiliki track record yang bisa dilihat," ucapnya.

"Tapi yang penting apakah rakyat percaya saya. Jika memang diberi kesempatan oleh rakyat, saya siap mengemban tanggung jawab itu,” imbuh Zita.

“Apalagi bersama Kang Emil yang memang juga sudah punya pengalaman membangun kota, dan saya yang kenal Jakarta, kami bisa jadi kombinasi golongan muda yang bisa makin majukan Jakarta nantinya,"pungkasnya.

Bisa dengan siapa saja

Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Jakarta, Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio mengungkapkan, pihaknya memiliki sejumlah nama yang diusulkan untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jakarta 2024.

Dua di antaranya yakni putri Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Zita Anjani, serta putra bungsu Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep.

Eko bahkan ingin PAN bisa memasangkan dua tokoh muda itu.

Mula-mula, Eko menyebut bahwa DPW PAN mulai mengerucutkan nama untuk mengusung Zita Anjani pada Pilkada Jakarta November mendatang.

Sementara, ada nama lain dari kader PAN yang berpotensi diusung untuk Jakarta, yaitu Sigit Purnomo Syamsuddin Said alias Pasha Ungu.

"Lalu untuk eksternal, kita akan melihat Mas Kaesang juga memungkinkan untuk kita arahkan yah," ujar Eko ditemui di Kantor DPP PAN, Jakarta, Senin 3 Juni 2024.

Jalan bagi Kaesang untuk maju di Pilkada 2024 kini terbuka lebar usai Mahkamah Agung mengubah syarat usia calon kepala daerah.

MA menyatakan, batas usia calon kepala daerah 30 tahun berlaku saat dilantik, bukan saat pendaftaran pilkada.

Dengan demikian, Kaesang yang baru berusia 29 tahun saat Pilkada digelar November 2024, tetap bisa berlaga.

Sebab, pelantikan calon kepala daerah terpilih baru akan digelar pada 2025, saat ia sudah berulang tahun ke-30.

Setelah itu, Eko menyebut nama lain dari eksternal PAN, yakni politisi PDIP yang juga mantan Gubernur Banten, Rano Karno.

Menurut dia, sosok Rano sudah melekat dengan Jakarta.

Baca juga: Tak Ingin Kongsi Politiknya Pecah, Koalisi Indonesia Maju Pastikan RK Maju di Jakarta

Baca juga: PDIP Belum Temukan Figur Potensial untuk Jakarta, Hasto: Kita Punya Strategi

Sosok pemeran Doel dalam film "Si Doel Anak Sekolahan" itu juga sudah mumpuni di bidang legislatif maupun eksekutif.

"Lalu beliau juga berakar di Jakarta, apalagi filmnya cerminan Jakarta Si Doel Anak Sekolahan jadi juga mau kita arahkan," ujar dia.

Secara pribadi, Eko menginginkan agar PAN mengusung Kaesang dan Zita Anjani. Sebab keduanya adalah tokoh muda.

"Saya sih berharap DPP mengaminkan apa yang diinginkan DPW DKI Jakarta seperti yang saya sebutkan tadi, bisa juga dengan Kaesang, bisa juga dengan Rano Karno, tapi kita dari internal Mbak Zita Anjani yah," pungkasnya. (*)

Ikuti Pos-Kupang.Com di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved