Pilgub DK Jakarta
Jamiluddin Ritonga: Terlalu Berat Jika Paket Independen Maju di Pilgub DKI Jakarta
Pengamat Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga membeberkan pandangannya tentang peluang bagi pasangan independen di Jakarta.
POS-KUPANG.COM - Pengamat Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga membeberkan pandangannya tentang peluang politik bagi figur yang ingin maju di Pilgub DKI Jakarta dari jalur independen.
Jalur independen ini, katanya merupakan pilihan yang sangat berat, karena peluangnya sangat kecil jika dibandingkan dengan figur yang akan diusung oleh partai-partai politik yang berkoalisi dalam satu kekuatan.
Ada pun salah satu pasangan yang disebut-sebut akan maju dari jalur independent, adalah Dharma Pongrekun yang akan bersanding dengan Kun Wardana. Jalur ini akan sangat berat, karena ketentuan yang dipasang juga teramat berat.
Salah satu syarat nan berat itu, adalah apabila ada 538.178 data dukungan yang tidak memenuhi syarat, maka itu harus segera diganti dan tenggat waktu perbaikan hanya dalam tiga hari. Syarat ini sungguh sangat berat.
Menurut Jamiluddin Ritonga, hanya orang-orang yang sudah siap jauh-jauh hari yang berpeluang akan bisa memenuhi syarat sebagaimana yang ditetapkan KPU, khususnya pada aspek tentang syarat data dukungan.
“Tidak mudah mengumpulkan data dukungan yang harus dilampirkan copy KTP. Apalagi saat ini, copy KTP banyak disalahgunakan. Ini yang membuat warga tidak mau menyerahkan copy KTP-nya. Ini juga yang ajab menyulitkan calon independen untuk mendapat data dukungan,” ujar Jamil.
Ia mengatakan, bahwa apabila calon independen tidak bisa maju, maka sangat besar peluang kalau Anies Baswedan bakal melawan kotak kosong dalam momen pesta demokrasi tersebut.
Namun, peluang ini juga hanya akan bisa terjadi manakala Koalisi Indonesia Maju juga mengusung Anies Baswedan dalam momen pesta demokrasi lima tahunan tersebut.
Hanya saja, lanjut Jamiluddin Ritonga, rasanya sangat kecil kemungkinan kalau Koalisi Indonesia Maju mau mengusung Anies Baswedan. Sebab sosok ini dinilai berseberangan dengan koalisi parpol tersebut.
“KIM juga tentu akan menilai kalau Anies bakal berbahaya bila terpilih lagi menjadi gubernur Jakarta. Sebab, hal itu akan menjadi ancaman pada Pilpres 2029,” ungkap Jamil.
Jamil menilai, KIM tampaknya tidak akan membiarkan Anies maju Pilkada Jakarta dengan melawan kotak kosong.
KIM juga tidak akan mau Anies terpilih menjadi gubernur dengan cara mudah.
“KIM justru akan berupaya dengan segala cara untuk memenangkan Pilkada Jakarta. Sebab, Jakarta dinilai provinsi yang strategis, sehingga kemenangan menjadi harga mati bagi KIM,” jelasnya.
“Jadi, KIM akan menyiapkan duet yang kompetitif untuk memenangkan Pilkada Jakarta. Bagi KIM, Anies harus dikalahkan dengan cara apa pun,” imbuhnya.
Jamil mengatakan, bagi KIM, Jakarta sebagai wilayah pertaruhan bergengsi dan sangat politis.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.