Berita NTT
Ratusan Mahasiswa Universitas Citra Bangsa Kupang Persiapkan Diri Ikut Program Kerja ke Jepang
Gaji yang ditawarkan di pekerjaan ini sambung Miyake bisa membiayai kebutuhan hidup, mengirim orang tua dan bisa ditabung untuk masa depan.
Penulis: Rosalia Andrela | Editor: Rosalina Woso
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Rosalia Andrela
POS-KUPANG.COM - Ratusan mahasiswa Universitas Citra Bangsa atau UCB Kupang jurusan Keperawatan dan Kebidanan, mengikuti program kerja ke Jepang.
Program ini diawali dengan sosialisasi pengenalan kerja sama APRI Co.Ltd perusahaan jepang yang mengelola panti lansia dan diskusi tentang pekerjaan di panti lansia selama di Jepang.
Usai berdiskusi Mahasiswa bisa mengisi formulir minat untuk mengikuti program dan melakukan sesi interview. Kuota yang disediakan untuk mengikuti program ini yakin 100 mahasiswa yang akan menjalani pelatihan bahasa dan budaya jepang di asrama dan akomodasi yang telah disediakan kampus.
“Di Jepang tingkat kehidupannya tinggi. Lansia semakin bertambah sedangkan anak mudanya sedikit. Lansia yang ada tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain, karena itu kami bekerjasama dengan UCB untuk mengadakan program kerja di Jepang,” ujar Direktur APRI Co.Ltd, Jumpei Miyake Senin, 15 Juli 2024.
Baca juga: Konjen Tiongkok Kunjungi UCB Kupang, Bahas Kerja Sama Bidang Pendidikan dan Pariwisata
Menurut Miyake berbeda dengan di Jepang semakin sedikit orang banyak lapangan pekerjaan, sedangkan di Indonesia banyak orang lapangan pekerjaannya terbatas. Untuk itu bekerja di Panti Lansia bisa menjadi pilihan.
“Program kerja ini akan berlangsung selama 5 tahun. Sebelumnya mahasiswa yang berminat mengikuti program ini, akan menjalani perkuliahan di UCB sambil belajar bahasa dan budaya di asrama yang disediakan sebelum diberangkatkan ke Jepang,” jelasnya.
Gaji yang ditawarkan di pekerjaan ini sambung Miyake bisa membiayai kebutuhan hidup, mengirim orang tua dan bisa ditabung untuk masa depan.
Ketua Dewan Pembina Yayasan Citra Bina Insan Mandiri Ir. Abraham Paul Liyanto mengatakan orang Indonesia khususnya NTT memiliki citra yang baik selama bekerja di panti lansia. Hal ini dibuktikan dengan lulusan UCB yang telah bekerja ke Jepang dan mendapat penilaian baik dari perusahaan.
“Budaya orang Jepang mereka menghormati orang tua, dan merawat orang tua bagi mereka akan mendatangkan keberkahan. Mereka punya uang tetapi tidak punya waktu, untuk itu orang tuanya dititipkan di panti lansia dan mereka rutin membayar biaya panti tersebut. Panti lansia di Jepang memiliki fasilitas yang sama dengan di rumah sakit, jadi mahasiswa yang akan ke sana tidak perlu khawatir,” ujarnya.
Paul Liyanto yang juga menjabat sebagai Anggota DPD RI, belajar dari pengalaman saat mengelola BLK untuk para TKI. Saat itu banyak kasus para TKI dijadikan budak dan mendapat penyiksaan.
Berangkat dari pengalaman itu, didirikannya UCB Kupang agar warga NTT yang nantinya akan bekerja di dalam maupun luar negeri, adalah pekerja yang terdidik dan memiliki kemampuan yang mumpuni.
“Saya bisa sekolah ini karena disekolahkan, oleh kakak-kakak saya yang saat itu TKI. Saya tidak bisa membayangkan, kalau penyiksaan itu terjadi pada saudara-saudara saya. Karena itu orang NTT tidak boleh lagi jadi termiskin, terluar, dan tertipu. Saya bangun kampus dan jalin kemitraan dengan negara-negara lain, salah satu tujuannya agar kita bisa memanfaatkan bonus demografi ini, dengan menyediakan SDM yang berkualitas untuk memenuhi kebutuhan kerja, seperti di Jepang yang saat ini populasinya menurun,” jelasnya.
Program kerja ke Jepang ini Paul Liyanto, telah teruji. Untuk memastikan lokasi dan perusahaan tempat mahasiswanya bekerja, Paul bersama Rektor UCB dan Ketua Prodi mengunjungi lokasi perusahaan dan tempat kerja di Jepang.
“Sudah banyak anak-anak saya alumni UCB yang bekerja di Jepang dan menjadi orang-orang yang berhasil. Kesuksesan ini selalu saya bagikan dan jadikan contoh untuk anak-anak lainnya yang akan ikut program ini. Walaupun nanti setelah kontrak kerja berakhir, ada yang ingin kembali ke Indonesia mereka sudah punya skill dan uang untuk bekerja atau membangun usaha,” ungkapnya.
Paul berpesan bahwa pekerjaan bukan hanya mencari kesuksesan semata, tetapi harus bekerja dengan hati.
“Semangat bekerja dengan hati, yang terus saya wariskan dan ingatkan kepada anak-anak. Bukan hanya soal uang tetapi ketulusan dalam bekerja,” tutupnya. (cr19).
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.