Liputan Khusus
Lipsus - Harga Rumput Laut Anjlok, Pergub NTT Jadi Penghambat?
Petani rumput laut juga kini semakin berkurang karena banyak petani rumput laut yang berlatih menjadi petani tambak garam.
Lenci, warga Menia mengaku penawaran ini terlalu rendah dibandingkan proses pengolahan rumput laut. Ia memilih rumput laut keringnya disimpan di dalam gubuk sebagai gudangnya.
Ketua RT 002 Koloudju, Anis Ipir mengatakan, untuk pembudidayaan rumput laut ini, mereka harus membentuk satu kelompok dengan SK Bupati. Kemudian mendapatkan bantuan dari Dinas KKP sebagai pendamping serta bantuan pemerintah daerah berupa bibit, tali dan sebagainya. Namun semenjak kehadiran tambak garam, banyak petani rumput laut, dan petani sawah beralih menjadi petani garam.
la menuturkan, sejak lama warganya membentuk kelompok tani budidaya rumput laut atau agar-agar (agar) lazim orang Sabu Raijua menyebutnya untuk menunjang kebutuhan hidup mereka. Hingga saat ini masyarakat pembudidaya rumput laut di Koloudju masih aktif.
Namun karakter rumput laut yang berbeda juga sangat dipengaruhi kondisi air laut dan cuaca di Sabu Raijua. Jika terlalu panas, rumput laut rentan terkena penyakit seperti ubah warna menjadi merah kemudian hancur. Jika curah hujan terlalu banyak maka bisa menyebabkan kerusakan pada rumput laut. Kualitas dan keberhasilan produksi rumput laut sangat bergantung pada kadar air.
"Kadang kondisi bagus kadang kondisinya kurang bagus. Kalau bagus itu kita panen banyak," ujar Anis yang juga menjadi anggota kelompok tani rumput laut ini.
Menurutnya, kondisi yang baik untuk pembudidayaan rumput laut biasanya periode Januari sampai Maret kemudian Desember sampai Januari. Sementara periode Mei sampai November kondisi cuaca kurang mendukung untuk pembudidayaan rumput laut. Biasanya pada periode ini, hasil rumput laut yang diperoleh para petani sangat sedikit.
Meskipun Sabu Raijua memiliki hasil rumput laut yang baik tetapi justru kesulitan mendapatkan bibit. Baru-baru ini juga mereka telah mengusulkan untuk pengadaan bibit rumput laut sebanyak 1 ton yang telah disanggupi Pemda tetapi, mencari bibit rumput laut di Sabu saat ini sangat sulit.
"Bibitnya harus dari tempat lain. Kalau dari Sabu sendiri tidak bisa. Gaya bibitnya beda. Itu juga butuh ganti bibit setiap tahun," lanjutnya.
Olah Jadi Pangan Lokal
Anis mengaku, beberapa tahun lalu ia mengikuti pelatihan pengolahan pangan bahan baku rumput laut yang didampingi Disperindagkop Sabu Raijua. Alhasil bersama kelompoknya ia bisa mengolah rumput laut menjadi pangan lokal seperti dodol, kue dan bahan makanan lainnya untuk dijual.
Tetapi sejak 2017 hingga saat ini tidak aktif karena sebagian besar dari mereka sudah beralih menjadi petani tambak garam. "Coba bangkit kembali itu, baik. Ini tidak lagi,"ungkap Anis.
Pergub NTT Menghambat
Asisten II Setda Kabupaten Sabu Raijua, Ir Mansi R. Koreh mengatakan, pemerintah Kabupaten Sabu Raijua akan menyiapkan sebanyak 60-an bibit rumput laut bagi petani di Sabu Raijua.
Bibit rumput laut tersebut untuk pemberdayaan petani rumput laut. Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua memberikan bantuan kepada petani rumput berupa patok, tali dan prasarana yang dibutuhkan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Petani-rumput-laut-di-Desa-Menia-Sabu-Barat-Kabupaten-Sabu-Raijua-NTT.jpg)