Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Minggu 14 Juli 2024, "Agar Dunia Kembali Mengenal-Nya"

Karena itu ia melarang Amos mengajar di Betel. Demikian kata-nya, “jangan lagi bernubuat di Betel, sebab inilah tempat kudus raja, inilah bait suci ke

Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/ROSALINA LANGA WOSO
Romo Leo Mali menyampaikan Renungan Harian Katolik Minggu 14 Juli 2024 

Mereka harus bergantung sepenuhnya pada DIA dalam semua situasi;  saat mereka di terima maupun ketika mereka ditolak atau gagal.  

Ketika mereka diterima, hendaklah mereka menyesuaikan diri dengan semua keadaan di tempat di mana mereka diterima sampai mereka berangkat. (Mrk. 7: 10). 

Tapi kalau mereka dihina atau ditolak, hendaknya perhatian mereka tetap fokus pada mandat yang diberikan kepada mereka. “ Kalau ada satu tempat yang tidak mau menerima kamu dan kalau mereka tidak mau mendengarkan kamu, keluarlah dari situ kebaskanlah debu yang di kakimu sebagai peringatan bagi mereka” (ayat 11).

Ungkapan “mengebas debu di kaki”, kerapkali diartikan sebagai kutuk. Tapi jika kita hubungkan dengan pengalaman penolakan Yesus dan tanggapan Yesus atas pengalaman penolakkan itu serta pesan damai yang hendak dibawa oleh para murid,  tindakan ‘mengebaskan debu dari kaki”, lebih mengungkapkan kesediaan untuk membuang dari hati dan pikiran kita,  ingatan akan penolakkan dan bentuk-bentuk penghinaan serta hal-hal negatif lainnya.

Yesus mengajar para murid dan semua orang yang percaya padaNya untuk rela melupakan penolakan dan semua kepahitan yang menyertainya.

Sehingga dengan jiwa besar para murid siap untuk kembali lagi dan sekali lagi sebagai saksi kesetiaan Tuhan yang datang. Dengan cara ini para murid meneladani Yesus. Dan dengan cara itu pula mereka sanggup mengajarkan pertobatan serta pengampunan dosa.  Agar seluruh dunia percaya padaNya dan  kembali pada-Nya. (*)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved