Pilkada Timor Tengah Utara
Partai Golkar Belum Keluarkan SK kepada Pasangan Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati TTU
Oleh karena itu, rekomendasi terhadap bakal calon ini diperkirakan akan dikeluarkan pada awal Bulan Agustus mendatang.
Penulis: Dionisius Rebon | Editor: Oby Lewanmeru
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dionisius Rebon
POS-KUPANG.COM, KEFAMENANU - Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Kabupaten Timor Tengah Utara, Kristoforus Efi mengatakan, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golongan Karya (Golkar) hingga saat ini belum mengeluarkan Surat Keputusan (SK) kepada Bakal Calon Bupati Timor Tengah Utara untuk bertarung dalam kontestasi Pilkada tahun 2024.
Pasalnya, saat ini Partai Golkar sedang memasuki survei tahap II bagi para bakal calon.
"Survei tahap dua ini akan diselenggarakan pada belasan Juli 2024 ini," ujarnya, Selasa, 9 Juli 2024.
Hasil survei tahap II ini diperkirakan akan diperoleh sekitar akhir Bulan Juli 2024 mendatang.
Oleh karena itu, rekomendasi terhadap bakal calon ini diperkirakan akan dikeluarkan pada awal Bulan Agustus mendatang.
Sampai saat ini, SK Partai Golkar Kabupaten TTU belum mengerucut ke bakal calon tertentu. Namun, sesuai petunjuk dan arahan dari DPP dan DPD 1 Partai Golkar Provinsi NTT yang diundang untuk mengikuti rapat konsolidasi adalah bakal calon yang memiliki unsur Partai Golkarnya.
"Baik itu yang bakal calon bupati maupun bakal calon wakil bupati dan merupakan kader Partai Golkar. Karena di Kabupaten TTU ada 3 pasangan calon yang memiliki unsur Partai Golkar. Sehingga mereka yang diundang," bebernya.
Ia menjelaskan, sebanyak 3 Pasangan Calon yang diundang untuk mengikuti rapat konsolidasi Partai Golkar di Kupang beberapa waktu lalu yakni; F.X. Dwijanto Tantri Senak (Kader Golkar) dan Yohanes Amsikan, pasangan Drs. Juandi David (Kader Golkar) dan Ronivon Natalino Bunga, dan pasangan bakal calon Drs. Eusabius Binsasi dan Agustinus Tulasi (Kader Partai Golkar).
Kristoforus menegaskan bahwa, koalisi partai diserahkan sepenuhnya ke pasangan bakal calon. Namun, Partai Golkar sedang membangun komunikasi intens dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) untuk membangun koalisi permanen menghadapi Pilkada 2024.
Baca juga: Pilkada Timor Tengah Utara, Eusabio Hornay Rebello Optimis Dapat SK dari Sejumlah Partai
"Golkar dan PDIP sudah ada Chemistry untuk membangun koalisi permanen," pungkasnya.
Meskipun demikian, lanjut Kristoforus, perihal pasangan bakal calon untuk bertarung dalam Pilkada 2024, tergantung kesepakatan bersama dari kedua partai. (*)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.