Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Minggu 7 Juli 2024, "Yehezkiel: Allah Menguatkan"
Yehezkiel dalam bahasa Ibrani artinya Allah menguatkan. Yehezkiel diutus Allah sebagai nabi bagi Orang Israel yang berada di pembuangan.
Renungan Harian Katolik, Minggu 7 Juli 2024
Yehezkiel; Allah menguatkan.
RD. Dr. Maxi Un Bria
Markus 6 : 1-6b
Yehezkiel dalam bahasa Ibrani artinya Allah menguatkan. Yehezkiel diutus Allah sebagai nabi bagi Orang Israel yang berada di pembuangan.
Terdapat sebagian orang Israel yang tidak setia kepada Allah. Mereka memberontak dan berpaling dari Allah. Militansi dan ketabahan menghadapi tantangan serta godaan telah sirna.
Orang Israel tidak sabar dan cenderung mengikuti pikiran sendiri daripada mendengarkan Allah. Kepada mereka inilah, Allah mengutus nabi Yehezkiel untuk menegur dan mengingatkan serta menginsyafkan bahwa hadir seorang Nabi, utusan Allah di tengah meraka.
Apakah mereka akan mendengarkan Nabi Yehezkiel ataupun tidak, Nabi Yehezkiel tetap mewartakan Sabda dan kehendak Allah bagi mereka.
Tugas nabi adalah mewartakan kehendak Allah baik dengan pernyataan simbolik maupun dengan pernyataan yang keras berupa kritikan tajam, dengan maksud menyadarkan orang Israel akan kesalahan dan penyimpangan selama berada di pembuangan.
Nabi Yehezkiel mengingatkan, menegur, menghibur dan mengkritik bangsa Israel di tanah pembuangan Babilon ( tahun 593-571 SM ). Masa pembuangan bangsa Israel ke Babilond imulai tahun 586 SM ketika Raja Nebukadnezar II berkuasa.
Namun pada masa Raja Koresh, Ia membuat keputusan agar mengembalikan seluruh orang Israel dari pembuangan di Babilon dan Persia ke bangsanya untuk membangun Bait Allah di Yerusalem.
Rasul Paulus bersyukur karena mendapatkan kasih karunia Allah untuk menjadi pewarta sabda dan saksi kebangkitan Tuhan. Ia menyadari sungguh bahwa sebagai manusia tetap memiliki keterbatasan dan kekurangan. Spirit kerendahan hati telah menjadi kekautan dan pintu masuk untuk melanjutkan misi perutusan dan pewartaan.
"Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna“ „ Sebab itu aku lebih suka bermegah atas kelemahanku. Sebab jika Aku lemah, maka aku kuat „ ( 2 Kor12;9-10 ).
Kristus menghadirkan dan menegaskan diri sebagai Nabi, ketika tampil berkotbah di Sinagoga kampung halamannya sendiri, Nazareth.
Baca juga: Renungan Harian Katolik Minggu 7 Juli 2024, "Penolakan itu Tidak MenghentikanNya"
Pengajarannya menakjubkan sekaligus melahirkan pertanyaan dari khalayak. Darimana diperoleh-Nya hal-hal ini ? Hikmat apakah yang diberikan kepada-Nya ? Bukankah Ia ini tukang kayu , anak Maria ? Deretan pertanyaan ini mengekspresikan sikap tertutup, iri hati dan penolakan terhadap kasih karunia dan kebaikan yang Yesus hadirkan.
Yesus sendiri menglami penolakn. Demikian juga Nabi Yehezkiel dan Rasul Paulus. Namun Yesus fokus dan mengarahkan perhatian kepada misi perutusan. Ia tidak menjadi kecewa karena alami penolakan.
Yesus menegaskan bahwa, seorang nabi dihormati dimana-mana kecuali di kampung halamannya sendiri“.
Tugas nabi, mewartakan, menegur dan mengucapkan kritikan untuk mengingatkan khalayak kembali kepada kehendak Allah. Konsekuensinya ia difitnah, diberi stigmatisasi sebagai orang yang tidak waras dan ditolak kehadirannya.
Meski demikian seorang nabi tetap tegar dan fokus pada misi perutusannya. Selamat melanjutkan perutusan sebagai Nabi, menjadi pewarta kabar baik, kabar keselamatan. Rahmat Allah mencukupkan semuanya untuk menjadi pewarta kabar baik dan kabar keselamatan bagi banyak orang. Salve. (*)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM di GOOGLE NEWS
| Renungan Harian Katolik Rabu 6 Mei 2026, "Tinggal dalam Tuhan, Hidup Kita Berbuah Banyak" |
|
|---|
| Renungan Harian Katolik Rabu 6 Mei 2026, "Akulah Pokok Anggur" |
|
|---|
| Renungan Harian Katolik Rabu 6 Mei 2026, "Putus Relasi dengan Tuhan: Kehilangan Hidup" |
|
|---|
| Renungan Harian Katolik Selasa 5 Mei 2026, "Jangan Gelisah dan Gentar Hatimu" |
|
|---|
| Renungan Harian Katolik Selasa 5 Mei 2026, "Damai Sejahtera-Ku" |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/rd-maxi-un-bria_003.jpg)