Jumat, 8 Mei 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Jumat 5 Juli 2024, "Dalam Kasih Semua Orang Menjadi Sahabat"

Ada sebuah keluarga yang dikenal tidak baik oleh masyarakat sekitar karena pekerjaan dan perilakunya. Anak-anaknya juga dikenal seperti itu

Tayang:
Editor: Eflin Rote
dok-pribadi
Renungan Harian Katolik berikut ditulis oleh RP. John Lewar SVD 

SUARA PAGI
bersama
Pastor John Lewar SVD
Biara Soverdi St. Yosef Freinademetz
STM Nenuk Atambua Timor
Jumat, 5 Juli 2024
Hari Biasa Pekan XIII
Antonius Maria Zakkaria
Lectio:
Amos 8:4-6.9-12; Mazmur 119:2,10,20,30,40,131
Matius 9:9-13

"Dalam kasih, semua orang menjadi sahabat"

Meditatio:

“Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa” (Mat 9:13)

Saudari-saudaraku yang terkasih dalam Kristus.

Ada sebuah keluarga yang dikenal tidak baik oleh masyarakat sekitar karena pekerjaan dan perilakunya. Anak-anaknya juga dikenal seperti itu. Hampir setiap hari mereka menjadi buah bibir atau bahan obrolan tetangganya.

Pada suatu hari keluarga itu dikunjungi oleh seorang imam. Kunjungan dan sapaan dari imam itu memberikan pengaruh positif bagi keluarga itu. Roh Kudus berkarya dalam diri keluarga itu.

Dalam perjalanan waktu, keluarga itu ingin menjadi katolik. Mereka mengikuti pelajaran agama dan akhirnya dibaptis. Lewat kisah ini, Tuhan bisa mengubah yang bengkok menjadi lurus.

Tuhan bisa mengubah seorang penjahat menjadi orang baik. Tuhan bisa melunakkan orang
yang keras hati menjadi lembut hati. Bahkan sejarah membuktikan, dari keluarga yang tidak sempurna, Tuhan bisa memanggil seseorang menjadi rekan kerja-Nya, menjadi imam, suster frater atau bruder.

Dalam Anjuran Apostolik “Amoris Laetitia” (Sukacita Kasih), Paus Fransiskus mengungkapkan, “Tidak ada keluarga jatuh dari surga dalam bentuk sempurna. Keluarga perlu terus bertumbuh dan dewasa dalam kemampuan mencintai...semoga kita tidak patah semangat karena keterbatasan kita” (AL 325).

Matius, pemungut cukai, dipanggil Yesus untuk mengikuti-Nya. Pada zamannya, para pemungut cukai diberi stigma diberi cap atau berlabel pendosa.

Dosa mereka berlipat karena mereka dianggap pengkhianat bangsa. Mereka bekerja untuk penjajah sekaligus mereka adalah koruptor. Mereka memeras rakyat dengan cara menaikkan pajak dan memasukkannya ke kantong pribadi.

Sanksi sosial yang mereka dapat adalah mereka dicap pendosa, setara dengan orang kusta yang harus dikucilkan dan disingkirkan dari tengah masyarakat.

Yesus memanggil Matius, apapun keadaannya, siapapun dirinya, seperti apapun keberadaannya. Yesus berhenti, memandang Matius dan mengajak dia jalan bersama, duduk bersama bahkan makan bersama. Yesus menaruh harapan.

Yesus mempunyai mimpi tentang Matius di masa yang akan datang. Itulah awal Matius bergabung dengan Yesus dan menjadi pengikutNya.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved