Berita Ende

DAK Untuk Penanganan Stunting di Ende Sebesar Rp 5,7 Miliar, Sasaran Dua Kategori

Selain itu, lanjut dia, akan dibarengi dengan intervensi lain seperti perbaikan perilaku pola asuh, sanitasi dan lain-lain. 

Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/ALBERT AQUINALDO
Kegiatan Rembuk Stunting Kabupaten Ende tahun 2024 di Hotel Flores Mandiri 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Albert Aquinaldo

POS-KUPANG.COM, ENDE - Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat ke Dinas Kesehatan Kabupaten Ende untuk penanganan stunting sebesar Rp 5,7 miliar untuk dua dari empat kategori intervensi yakni Bumil KEK dan balita gizi kurang. 

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ende, dr. Aries Dwi Lestari melalui Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Nuimkhayat, S.Gz saat ditemui TribunFlores.com, Jumat, 5 Juli 2024.

Apabila dalam intervensi khusus untuk balita gizi kurang ternyata anggarannya kurang, Dinas Kesehatan Kabupaten Ende mau mengarahkan kekurangan anggaranya agar bisa diintervensi melalui dana desa.

"Makanya kemarin saat rembuk stunting itu, Ibu kepala dinas menyampaikan itu, kita ada simulasi-simulasi untuk yang gizi kurang karena kita sudah pegang sasaran ini dan butuh intervensi yaitu PMT karena memang PMT itu hasil dari yang sudah terjadi dari perilaku pola asuh yang tidak bagus di masyarakat kan akan menghasilkan anak-anak yang gizi kurang, gizi buruk dan stunting, sudah ada yang gizi kurang, gizi buruk yang akan jatuh ke stunting tapi kita tidak intervensi," jelas Nuimkhayat.

Intervensi yang langsung mengena ke masalah stunting atau penyebab langsung dari masalah stunting, jelas dia hanya ada dua yakni makanan yang masuk dan ada tidaknya penyakit infeksi. Sedangkan perilaku pola asuh merupakan penyebab tidak langsung.

"Jadi bayangkan kalau sudah terjadi masalah gizi kurang, tidak naik berat badannya dan kita tidak intervensi dengan pemberian makanan maka jatuh lagi ke stunting makanya mau bagaimanapun itu, mau menghindar tidak bisa karena itu kan sudah terjadi makanya kita amankan dulu jangan sampai dia jatuh ke stunting," tegas Nuimkhayat.

Selain itu, lanjut dia, akan dibarengi dengan intervensi lain seperti perbaikan perilaku pola asuh, sanitasi dan lain-lain. 

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved