Berita Ende
Penderita Stunting di Ende Mencapai 1.448 Orang, 535 Penderita Stunting Baru
Jumlah ini meningkat sebanyak 207 penderita dari hasil pengukuran bulan Agustus 2023 lalu sebanyak 1241 penderita stunting.
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Albert Aquinaldo
POS-KUPANG.COM, ENDE - Jumlah penderita stunting di Kabupaten Ende, Pulau Flores, Provinsi NTT hasil pengukuran bulan Februari 2024 mencapai 1.448 penderita atau 8,2 persen.
Dari total tersebut 535 diantaranya merupakan penderita stunting baru yang dialami anak dari usia 6 bulan sampai 2 tahun yang tersebar di hampir di semua puskesmas di Kabupaten Ende.
Jumlah ini meningkat sebanyak 207 penderita dari hasil pengukuran bulan Agustus 2023 lalu sebanyak 1.241 penderita stunting.
Berdasarkan hasil pengukuran bulan Februari 2024, jumlah penderita stunting tertinggi terjadi di Puskesmas Nangapanda dengan jumlah 115 penderita stunting.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ende, dr. Aries Dwi Lestari melalui Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Nuimkhayat, S.Gz saat ditemui Jumat, 5 Juli 2024 menjelaskan, data hasil pengukuran bulan Februari 2024 merupakan data acuan intervensi hingga bulan Agustus 2024 dan akan menjadi data publikasi stunting Kabupaten Ende tahun 2024.
"Jadi data di bulan Februari itu untuk bisa kita lakukan penanganan-penanganan untuk memastikan di bulan Agustus 2024 itu bisa turun angka penderita stuntingnya," jelas Nuimkhayat.
Untuk 535 penderita stunting baru, jelas Nuimkhayat ada tiga penyebab yakni Bumil KEK yang tidak ditangani, ASI eksklusif tidak jalan pasca melahirkan dan MPASI tidak sesuai standar gizi.
Baca juga: Denkesyah 09.04.01/Kupang Bantu Makanan Tambahan Bagi Anak Penderita Stunting di Kupang
"Jadi stunting baru bukan karena kelahiran baru tapi balita yang dari awalnya sehat, ASI nya bagus pas 6 bulan sudah makan tapi cara pemberian makanannya salah jatuh lagi dia menjadi stunting padahal itu masa-masa yang orang bilang periode emas itu ada di umur 6 bulan sampai 2 tahun kenapa dibilang periode emas karena disitulah percepatan tumbuh kembang anak kalau terpenuhi gizinya," jelas Nuimkhayat.
Untuk intervensi spesifik yang langsung mengena ke sasaran penderita stunting guna percepatan penurunan angka penderita stunting, kata Nuimkhayat, Dinas Kesehatan Kabupaten Ende memberikan PMT pemulihan dengan empat kategori yakni khusus balita ada tiga kategori diantaranya balita dengan gizi kurang, BB kurang dan bagi balita yang BB nya tidak naik dalam satu kali timbangan dalam satu bulan.
Selain itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Ende juga memberikan intervensi kepada Bumil KEK atau Kekurangan Energi Kronis yana mana merupakan kondisi dimana ketika seseorang ibu hamil mengalami kelelahan secara terus menerus meski telah beristirahat.(*)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.