Berita Nasional
NTT Peringkat 5 Penduduk Miskin Terbanyak di Indonesia
Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data jumlah penduduk miskin di Indonesia sebesar 9,03 persen atau 25,22 juta orang pada Maret 2024.
BPS juga mencatat tiga provinsi mengalami kenaikan angka kemiskinan secara tahunan yaitu Sumatra Barat, Kalimantan Tengah, dan Kepulauan Bangka Belitung.
Secara umum, masih terdapat 20 provinsi memiliki tingkat kemiskinan di atas angka nasional.
Sisanya sebanyak 18 provinsi berada di bawah angka nasional.
“Provinsi di Pulau Papua memiliki tingkat kemiskinan di atas angka nasional, sebagian besar provinsi di pulau Kalimantan di bawah angka nasional kecuali Kalimantan Utara,” tutur Imam.
Adapun garis kemiskinan pada Maret 2024 sebesar Rp 582.932 atau naik 5,9 persen dibandingkan Maret 2023.
Pada Maret 2024 garis kemiskinan perkotaan sebesar Rp 601.871 atau lebih tinggi dibandingkan pedesaan yaitu Rp556.874.
Pengawasan Berkala
Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesejahteraan Sosial Kemenko PMK Nunung Nuryartono mengungkapkan kemiskinan ekstrem di wilayah Papua masih tinggi.
Nunung mengatakan hal tersebut berdasarkan Data Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE).
“Ada provinsi-provinsi terutama di wilayah timur itu relatif persentasenya masih tinggi. Kami sudah berkoordinasi, sudah langsung datang ke sana misalnya untuk Papua. Di seluruh pulau Papua dengan 6 provinsinya itu kami pastikan bahwa data ini menjadi referensi,” ujar Nunung.
Baca juga: Desa Tanah Rara Sumba Barat, 146 Warga Miskin Dapat BLT BBM dan Bansos Sembako
Pemerintah, kata Nunung, masih melakukan pengawasan berkala terkait angka kemiskinan ekstrem di wilayah tersebut.
Selain Papua, Nunung mengungkapkan beberapa wilayah di Jawa juga masih tinggi angka kemiskinan ekstremnya.
“Di Jawa ini, ada Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, itu juga kami pastikan. Karena otomatis kalau jumlah penduduknya banyak, meskipun persentasenya kecil, kan jadi cukup banyak,” ucap Nunung.
Meski begitu, Nunung optimis angka kemiskinan ekstrem kan mengalami penurunan secara nasional pada Juli mendatang.
“Mudah-mudahan tahun ini nanti bulan Juli akan keluar hasilnya bisa di bawah 1 persen. Kami optimis kalau bisa di bawah 1 persen,” pungkas Nunung.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.