Kamis, 7 Mei 2026

Berita Manggarai Barat

Yayasan St. Damian Labuan Bajo Gelar Pameran dan Pentas Seni 

Frans saat itu mengatakan, penyelenggaraan pameran ini diharapkan bisa menunjukkan potensi nilai-nilai budaya serta kekayaan intelektual yang ada.

Tayang:
Penulis: Engelbertus Aprianus | Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/HO
Foto bersama dalam pameran dan pentas seni di Yayasan Sosial St. Damian Binongko Labuan Bajo, Manggarai Barat NTT. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Berto Kalu

POS-KUPANG.COM, LABUAN BAJO - Yayasan Sosial St. Damian Binongko Labuan Bajo menggelar Pameran dan Pentas Seni untuk mengenang Kebaikan Suster Virgula, Ssps Rasul Kaum Kusta Difabel dan Terlantar. Pameran dan Pentas Seni ini berlangsung selama lima hari, pada 23 - 27 Juni 2024.

Berbagai pertunjukan seni ditampilkan dalam pameran tersebut, di antaranya penampilan dari Felix Edon, Anak-anak St. Damian, Tatekind Art, dan Wela Rana, serta pameran UMKM hasil karya anak-anak penyandang disabilitas di St. Damian. 

Ketua Panitia, Sr. Lidwina mengungkapkan pameran dan pentas seni digelar untuk mengenang kembali kebaikan serta karya-karya Suster Virgula Schmitt, biarawati kelahiran Jerman yang adalah seorang misionaris Kongregasi Suster Misi Abdi Roh Kudus (SSpS) yang telah melakukan karya kemanusiaannya di Manggarai sejak tahun 1965 hingga menghembuskan nafas terakhirnya pada tahun 2022.

"Acara yang diusung oleh pantia kecil ini adalah untuk mengenangkan kebaikan, mengenang kepahlawanan dari Suster Virgula, baik bagi kami semua maupun bagi generasi di masa yang akan datang. Dia sudah pergi tetapi dia sudah menghasilkan begitu banyak orang yang bisa meneruskan karya keteladanannya dan karya kemanusiannya di seluruh dunia," ugkap Sr. Lidwina dalam keterangan tertulis yang diterima, Selasa 25 Juni 2024.  

Plt. Direktur Utama BPOLBF, Frans Teguh juga hadir dalam pembukaan acara Pameran dan Pentas Seni tersebut.

Frans saat itu mengatakan, penyelenggaraan pameran ini diharapkan bisa menunjukkan potensi nilai-nilai budaya serta kekayaan intelektual yang ada.

"Ini menunjukkan bahwa kita ingin memberikan nilai tambah pada budaya yang kita miliki dan bisa kita terapkan pada produk-produk yang kita hasilkan. Hasil karya itu pada akhirnya bisa memberikan kebanggaan, bisa menjadi sumber ekonomi yang menyejahterakan tetapi juga kita bisa membuatnya lebih jauh daripada itu, yaitu pada Hak Kekayaan Intelektual, dan hal ini bisa dihasilkan dengan karya-karya yang kita miliki dan yang memiliki nilai jual tinggi, sehingga bisa membantu mengembangkan usaha kita," ujarnya. 

Frans jugu menambahkan agar kedepannya semangat Suster Virgula tetap dikenang dan event ini dapat diselenggarakan menjadi sebuah festival yang besar. 

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), Ney Asmon menyebutkan pentas seni ataupun pameran ini, sebagai ajang sumber inspirasi bagi semua orang terutama kaum muda. 

Baca juga: BUMDes Didorong Jadi Penyalur Pupuk Subsidi di Manggarai Barat

"Melalui pameran dan pentas seni ini saya berharap, khususnya bagi anak-anak muda di Manggarai Barat, agar kegiatan ini bisa menjadi sumber inspirasi dengan energi yang besar untuk mengubah cara pandang dan pola pikir kita. 

"Karena jika dilihat, ini bukan sekadar pameran kreatif, tetapi inilah energi yang coba disampaikan oleh keluarga St. Damian kepada kita semua yang ada disini, baik untuk pemerintah, kementerian, dan bagi kita semua yang hadir disini, bahwa keterbatasan ataupun kekurangan tidak menjadi hambatan atau tantangan untuk kita bisa berkreasi dan berkarya, terutama bagi diri sendiri, begitupun untuk kehidupan bermasyarakat. Dan inilah nilai yang ditunjukkan dan dibuktikan," tutupnya. (*)

Ikuti berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved